TINJAUAN YURIDIS KRIMINOLOGIS TERHADAP SEBAB SEBAB TERJADINYA PENCURIAN TERNAK SAPI DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA OLEH APARAT KEPOLISIAN (Studi di Polsek Pasirian-Lumajang)

Sri Wulan Yunia Ningsih, Uul (2006) TINJAUAN YURIDIS KRIMINOLOGIS TERHADAP SEBAB SEBAB TERJADINYA PENCURIAN TERNAK SAPI DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA OLEH APARAT KEPOLISIAN (Studi di Polsek Pasirian-Lumajang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
TINJAUAN_YURIDIS_KRIMINOLOGIS_TERHADAP_SEBAB_SEBAB.pdf

Download (87kB) | Preview

Abstract

Obyek studi dalam penelitian ini adalah sebab-sebab terjadinya pencurian ternak sapi dan upaya penanggulangannya oleh pihak aparat Kepolisian di wialyah Polsek Pasirian. Dimana pencurian ternak sapi di wialyah Polsek Pasirian dapat dikatakan naik turun, sehingga menyebabkan keresahan dalam masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendapatkan gambaran tentang faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pencurian ternak sapi di wilayah Pasirian. Selain itu juga untuk mengetahui bagaimana tindakan dan upaya pihak aparat Kepolisin dalam mengatasi atau mengurangi terjadinya kejahatan pencurian ternak sapi di wilayah Polsek Pasirian. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode diskriptif kualitatif. Yaitu menganalisa data yang diperoleh dari lokasi penelitian yang sesuai dengan pokok permasalahan penulisan hukum ini, sehingga dapat menggambarkan tentang apa yang menjadi fator-faktor penyebab terjadinya pencurian ternak sapi dan mengenai upaya yang dilakukan oleh pihak aparat Kepolisian dalam mengatasi terjadinya tindak kejahatan pencurian ternak sapi di wilayah hukum Polsek Pasiriuan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa terjadinya pencurian ternak sapi diwilayah pasirian disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu pertama faktor sumber daya manusia dari pelaku kejahatan, dimana pelaku mempunyai suber daya yang rendah. Hal ini dikarenakan oleh keadaan lingkungan dari pelaku yang tidak baik, keadaan keluarga dari pelaku yang tidak harmonis, serta pendidikan dari pelaku yang tergolong rendah. Kedua faktor ekonomi, dimana pelaku ingin bersaing dan sama dengan yang lainnya, sehinggga untuk mencapai keinginannya dengan mudah, maka pelaku melakukan segala cara termasuk mencuri ternak sapi. Ketiga faktor niat dan kesempatan, dimana pelaku mempunyai niat untuk mencuri tenak sapid an kesempatan itu ada karena kesalahan dari pemilik ternak sendiri. Faktor-faktor tersebut yang menimbulkan terjadinya pencurian ternak sapi diwilayah hukum Polsek Pasirian. Selain itu dari hasil peneltian juga diketahui bahwa pihak Kepolisian melakukan upaya penanggulangan kejahatan pencurian ternak sapi dengan cara menerapkan tindakan preventif, dimana bentuk tindakan ini adalah melakukan patroli kedaerah-daerah di wilayah polsek pasirian yang rawan pencurian ternak sapi, selain itu juga melakukan tindakan represif, yaitu menindak dengan tegas pelaku kejahatan, serta melakukan tindakan prentif, yaitu melaksanakan penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya keamanaan lingkungan, serta ternak sapi yang dimiliki. Akan tetapi tindakan pihak Kepolisin ini tidak maksimal, karena di wilayah hukum Polsek Pasirian masih saja terjadi kejahatan pencurian ternak sapi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terjadinya kejahatan ternak sapi disebabkan oleh pihak pelaku kejahatan dan juga pemilik ternak sendiri yang memberikan kesempatan pada pelaku kejahatan untuk melaksanakan niatnya. Selain itu juga karena kurang maksimalnya tindakan pihak Kepolisian dalam upaya pencegahan kejahatan pencurian ternak sapi.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 18 Jul 2012 04:20
Last Modified: 18 Jul 2012 04:20
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12349

Actions (login required)

View Item View Item