ANALISIS KOMPARASI KEMAMPUAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KOTA BATU DAN KOTA MALANG DI ERA OTONOMI DAERAH

Krisnawati, Krisnawati (2006) ANALISIS KOMPARASI KEMAMPUAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KOTA BATU DAN KOTA MALANG DI ERA OTONOMI DAERAH. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISIS_KOMPARASI_KEMAMPUAN_KEUANGANPEMERINTAH_DAERAH_KOTA_BATU_DAN_KOTA_MALANGDI_ERA_OTONOMI_DAERAH.pdf

Download (51kB) | Preview

Abstract

Gelombang reformasi dan arus globalisasi serta tuntutan demokratisasi menimbulkan dorongan kuat bagi daerah untuk dibangun menjadi pilar ekonomi nasional, melalui perimbangan keuangan yang stabil dan ideal antara pemerintah pusat dan daerah. Kemandirian keuangan daerah merupakan faktor yang sangat penting bagi daerah dalam menunjang pelaksanaan otonomi daerah. Oleh karena itu, yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah sejauh mana kemampuan keuangan daerah kota Batu dan Malang. Serta sejauh manakah dari kedua daerah tersebut yang mempunyai kemampuan yang lebih baik. Metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui kemampuan keuangan antara kota Batu dan Malang adalah dengan analisa deskriptif komparatif, menggunakan data sekunder. Data yang disajikan berupa data time series selama 3 tahun. Analisa data yang digunakan adalah derajat desentralisasi fiskal, kebutuhan fiskal, kapasitas fiskal dan posisi/upaya fiskal. Hasil perhitungan derajat desentralisasi fiskal berdasarkan proporsi PAD, BHPBP dan Sumbangan terhadap APBD untuk kota Batu rata-rata per tahun adalah 6%, 9%, 85%, sedangkan untuk kota Malang rata-rata per tahunnya 14%, 11%, 75%. Kebutuhan fiskal kota Batu rata-rata per tahun sebesar 245,34 kali dan kota Malang rata-rata per tahun 1,52 kali. Kapasitas fiskal kota Batu rata-rata per tahun 22 kali sedangkan untuk kota Malang 21 kali. Posisi fiskal kota Batu rata-rata per tahun berdasarkan harga konstan dan berlaku sebesar 4,8% dan 12%, sedangkan untuk kota Malang 0,16% dan 6%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tingkat kemampuan keuangan pemerintah kota Batu dan Malang masih rendah dalam menunjang pelaksanaan otonomi daerah. Dan diantara kota Batu dan Malang yang mempunyai tingkat kemampuan keuangan yang lebih adalah kota Malang. Berdasarkan uraian diatas, penulis menyarankan kepada kedua daerah kota Batu dan Malang untuk melakukan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), diantaranya dengan usaha intensifikasi dan ekstensifikasi, optimalisasi potensi yang dimiliki daerah, cost recovery dan kemitraan swasta publik.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Faculty of Economic > Department of Accounting
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 18 Jul 2012 03:37
Last Modified: 18 Jul 2012 03:37
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12328

Actions (login required)

View Item View Item