EVALUASI TERHADAP SISTEM PENGENDALIAN INTERN ATAS PENGADAAN DAN PENGELOLAAN PERSEDIAAN MEDIS PADA RUMAH SAKIT MARDI WALUYO BLITAR

KURNIASARI, DEWI (2006) EVALUASI TERHADAP SISTEM PENGENDALIAN INTERN ATAS PENGADAAN DAN PENGELOLAAN PERSEDIAAN MEDIS PADA RUMAH SAKIT MARDI WALUYO BLITAR. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
EVALUASI_TERHADAP_SISTEM_PENGENDALIAN_INTERNATAS_PENGADAAN_DAN_PENGELOLAAN_PERSEDIAAN_MEDISPADA_RUMAH_SAKIT_MARDI_WALUYO_BLITAR.pdf

Download (46kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini merupakan diskriptif pada Rumah Sakit dengan judul “Evaluasi Terhadap Sistem Pengendalian Intern Atas Pengadaan dan Pengelolaan Persediaan Medis pada Rumah Sakit Mardi Waluyo Blitar” Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sistem pengendalian intern atas pengadaan dan pengelolaan persediaan medis yang diterapkan dapat menjamin kelangsungan hidup dan kelancaran operasi pada Rumah Sakit Mardi Waluyo Blitar. Tehnik analisis data yang digunakan adalah diskriptif kualitatif, yaitu analisis yang berbentuk uarian kata atau laporan yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan membandingkan masalah yang ada di Rumah Sakit Mardi Waluyo Blitar atas dasar teori dan pemikiran yang logis untuk mendapatkan suatu kesimpulan. Tahap analisisnya sebagai berikut : 1. Menganalisa struktur organisasi yang memisahkan tanggungjawab dan wewenang yang ada di instalasi Farmasi tersebut. 2. Menganalisa bagaimana sistem otorisasi dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang cukup (berdasarkan prosedur pembelian, penerima, penyimpanan, pengeluaran, pencatatan,dan pengontrolan) 3. Menganalisis praktek yang dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap organisasi. 4. Menganaliis karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggungjawabnya. Hasil dari analisis yang telah dilakukan menyatakan bahwa Sistem Pengendalian Intern yang diterapkan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Mardi Waluyo Blitar belum baik. Hal ini dapat dilihat dari masih terdapatnya perangkapan jabatan pada bagian penerimaan dan bagian penyimpanan barang (bagian gudang)., serta bagian pembelian dan otorisasi tanda tangan yang dilakukan oleh satu orang. Permintaan yang hanya bersumber pada informasi petugas gudang. Kemudian RS Mardi Waluyo belum membentuk secara khusus team sebagai pengendalian intern untuk pemeriksaan mendadak terhadap catatan persediaan sehingga memperkecil adanya penyelewengan yang ada dalam rumah sakit tersebut, banyaknya tanggungjawab yang dibebankan pada kepala Instalasi Farmasi dan kurangnya bukti-bukti, baik yang berupa formulir/ faktur-faktur yang digunakan sebagai arsip serta tidak adanya SPPH. Berdasarkan hasil analisa diatas, agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan maka penulis menyarankan sebaiknya Instalasi Farmasi Rumah Sakit Mardi Waluyo Blitar membuat struktur organisasi yang dapat memisahkan wewenang dan tanggungjawab agar tidak terjadi perangkapan fungsi dalam satu departemen, otorisasi pembelian dilakukan oleh orang yang berlainan, permintaan pembelian selain bersumber pada infomasi petugas gudang harus didukung dengan formulir bukti permintaan dan pengeluran barang. Insalasi farmasi seharusnya membentuk suatu team sebagai pengendalian intern yang melakukan pemeriksaan mendadak terhadap catatan dan persediaan obat untuk meminimalisir adanya resiko penyelewengan. Adanya pembagian tugas yang dibebankan kepada kepala Intalasi Farmasi, menambah beberapa rangkap formulir dan membuat SPPH yang ditujukan untuk supplier guna mendapat potongan harga.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Faculty of Economic > Department of Accounting
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 17 Jul 2012 01:46
Last Modified: 17 Jul 2012 01:46
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12227

Actions (login required)

View Item View Item