ANALISIS KELAYAKAN PEMBIAYAAN MUSYARAKAH PADA BAITUL MAAL WATTAMWIL (BMT) SARANA WIRASWASTA MUSLIM

KHRISTIANITA, VIVI (2006) ANALISIS KELAYAKAN PEMBIAYAAN MUSYARAKAH PADA BAITUL MAAL WATTAMWIL (BMT) SARANA WIRASWASTA MUSLIM. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISIS_KELAYAKAN_PEMBIAYAAN_MUSYARAKAHPADA_BAITUL_MAAL_WATTAMWIL.pdf

Download (84kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif pada BMT Sarana Wiraswasta Muslim dengan judul “Analisis Kelayakan Pembiayaan Musyarakah pada Baitul Maal watTamwil (BMT) Sarana Wiraswasta Muslim”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penilaian kelayakan yang dilakukan oleh BMT terhadap pembiayaan musyarakah yang diajukan oleh nasabah. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Teknik deskriptif yang dilakukan dengan cara, yaitu pertama mengidentifikasi data-data yang berhubungan dengan penilaian kelayakan yang dilakukan BMT terhadap pembiayaan musyarakah yang diajukan oleh nasabah, ke dalam masing-masing prinsip pembiayaan berdasarkan prinsip 5C meliputi : character, capacity, capital, collateral, dan conditions of economy. Kedua, mengevaluasi penilaian kelayakan pembiayaan musyarakah yang dilakukan oleh BMT Sarana Wiraswasta Muslim berdasarkan prinsip 5C, dan yang terakhir, interpretasi hasil analisis kelayakan pembiayaan musyarakah. Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah bahwa dalam melakukan penilaian kelayakan terhadap pembiayaan musyarakah yang diajukan oleh nasabah, BMT Sarana Wiraswasta Muslim menggunakan prinsip-prinsip pembiayaan seperti yang digunakan oleh lembaga perbankan yaitu yang terkenal dengan prinsip 5C. Penilaian terhadap character nasabah dilakukan dengan memperhatikan hubungan baik nasabah dengan BMT reputasi nasabah dalam lingkungannya, sikap tenang dan terbuka nasabah saat wawancara, kerukunan dan ketentraman rumah tangga nasabah, dan referensi antar nasabah. Penilaian terhadap capacity dilakukan dengan menghitung besarnya laba bersih yang diterima nasabah, membandingkan tingkat keuntungan dengan kewajiban angsuran, serta melihat kelancaran pembayaran nasabah atas pembiayaan yang pernah diberikan. Sedangkan untuk penilaian terhadap capital, BMT mensyaratkan bahwa modal nasabah tidak kurang dari 30% terhadap nilai pembiayaan, nasabah tidak memiliki pinjaman lain, dan pembiayaan digunakan untuk usaha. Penilaian terhadap collateral dilakukan dengan melihat keikutsertaan anggota keluarga dalam akad, nasabah bersedia menyerahkan jaminan, dan nilai jaminan lebih tinggi dari nilai pembiayaan. Penilaian terhadap conditions of economy dilakukan dengan melihat prospek usaha nasabah, usaha yang dilakukan nasabah tidak bertentangan dengan adat, agama, dan masyarakat, usaha juga tidak mengganggu kesehatan dan kelestarian lingkungan. Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis menyarankan agar BMT memberlakukan jaminan kepada semua calon nasabah pembiayaan. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan terjadinya pembiayaan macet.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Faculty of Economic > Department of Accounting
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 16 Jul 2012 05:59
Last Modified: 16 Jul 2012 05:59
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12165

Actions (login required)

View Item View Item