PERANAN PSIKOLOGI KEPOLISIAN DALAM PEMERIKSAAN TERSANGKA PADA PEMBUNUHAN ANAK (Studi Kasus Di Polrestas Malang)

KHOIRUL ANAM, AKHMAD (2006) PERANAN PSIKOLOGI KEPOLISIAN DALAM PEMERIKSAAN TERSANGKA PADA PEMBUNUHAN ANAK (Studi Kasus Di Polrestas Malang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PERANAN_PSIKOLOGI_KEPOLISIAN_DALAM_PEMERIKSAAN.pdf

Download (35kB) | Preview

Abstract

Dalam penggunaan Psikologi kepolisian disebutkan dalam UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia dalam Pasal 14 Ayat 1 (h) : Menyelenggarakan identifikasi kepolisian, kedokteran kepolisian dan laboratorium forensik serta psikologi kepolisian untuk kepentingan tugas kepolisian. Psikologi kepolisian sebagai cabang psikologi merupakan penerapan konsep-konsep psikologi untuk kepentingan penegakan hukum, artinya konsep-konsep utama psikologi dipergunakan untuk penegakan hukum agar tercapai keadilan, yaitu dengan menggunakan tehnik-tehnik tertentu yang lazim diterapkan oleh psikologi sehingga penyidik dalam melakukan pemeriksaan terhadap tersangka tidak perlu marah-marah dan dapat mengarahkan tersangka agar dapat memberikan jawaban-jawaban yang benar, terlepas dari kenyataan apakah dia bersalah atau tidak, serta dalam psikologi kriminal dihadapkan pihak penyidik sebagai pemeriksa dapat menghadapi si pelaku tindak pidana secara lebih baik demi untuk memperlancar jalannya pemeriksaan dalam tingkat penyidikan. Mengingat psikologi melihat latar belakang, tingkah laku dan perbuatan tersangka dengan cara pendekatan kejiwaan, sehingga diharapkan dapat memperlancar tugas penginterogasian/pemeriksaan tersangka tanpa adanya suatu sikap pemaksaan/penekanan yang menjadi masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana peranan psikologi kepolisian dalam pemeriksaan tersangka pada pembunuhan anak, hambatan-hambatan penggunaan psikologi kepolisian dalam pemeriksaan tersangka pada pembunuhan anak. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peranan psikologi dalam membantu pihak kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap tersangka pembunuhan anak, mengetahui hambatan-hambatan apa saja dalam penggunaan psikologi kepolisian dalam pemeriksaan tersangka pada pembunuhan anak. Metode penelitian yang penulis telah lakukan adalah yuridis normatif disamping itu juga pendekatan yuridis sosiologis yaitu pendekatan yang dilakukan dengan cara menelaah suatu permasalahan yang dikorelasikan dengan peraturan berdasarkan suatu pemikiran yang logis serta kerangka pembuktian untuk memastikan suatu kebenaran berdasarkan pada ketaatan perundang-undangan yang berlaku. Melalui penelitian yang penulis telah lakukan, pelaksanaan psikologis kepolisian masih berjalan kurang baik dalam penerapannya ini dikarenakan dalam menjalankan tugasnya psikologi kepolisian mengalami kesulitan dalam hal wewenang melakukan pemeriksaan tanpa adanya permintaan terlabih dahulu dari pihak penyidik, yang tentunya membatasi gerak psikologi kepolisian untuk lebih berperan dalam melakukan penyidikan usaha-usaha yang perlu dilakukan oleh pihak kepolisian yaitu : 1. Perlu adanya kemauan strategis dati strategis dari pihak Polri agar psikologis Polisi lebih berperan dalam pengungkapan kasus pada tahap penyidikan. 2. Meningkatkan adanya program pendidikan bagi polisi, khususnya bagi mereka yang berada dibarisan paling depan (penyidik). Dengan demikian pelaksanaan peranan psikologis kepolisian harus ditingkatkan lebih baik lagi dengan sosialisasi agar penyidikan yang dilakukan sesuai dengan UU No. 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia Pasal 14 ayat 1 (h) sehingga hak asasi tersangka dapat terlindungi sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 16 Jul 2012 05:54
Last Modified: 16 Jul 2012 05:54
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12160

Actions (login required)

View Item View Item