ANALISA PENEGAKAN HUKUM PENEBANGAN HUTAN KONSERVASI SECARA ILEGAL DALAM PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1990 TENTANG KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM HAYATI DAN EKOSISTEMNYA (Studi Di Kawasan Arboretum Sumber Brantas Batu Malang)

Susilawati, Erna (2006) ANALISA PENEGAKAN HUKUM PENEBANGAN HUTAN KONSERVASI SECARA ILEGAL DALAM PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1990 TENTANG KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM HAYATI DAN EKOSISTEMNYA (Studi Di Kawasan Arboretum Sumber Brantas Batu Malang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISA_PENEGAKAN_HUKUM_PENEBANGAN_HUTAN.pdf

Download (52kB) | Preview

Abstract

Hutan kawasan Arboretum wilayah tangkapan air hulu Sungai Brantas yang terletak diantara lembah Gunung Arjuno, Gunung Welirang dan Gunung Biru mengalami nasib yang semakin kritis akibat aksi penjarahan kayu liar yang merebak. Apabila dilihat kemanfaatan Sungai Brantas yang selain sebagai sumber energi beberapa pembangkit listrik, irigasi pertanian, bahan baku air industri, Sungai Brantas juga memiliki peranan sebagai sumber pasokan air yang dikonsumsi oleh masyarakat Jawa Timur yang berdiam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas guna kepentingan sehari-hari. Arboretum Sungai Brantas bukanlah sekedar hutan kawasan tangkapan air saja, namun Arboretum Sungai Brantas sebagaimana Arboretum yang lainnya di Indonesia merupakan kawasan konservasi lingkungan hidup yang memiliki fungsi perlindungan sistem penyangga kehidupan manusia. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Bagaimana Penegakan Hukum Terhadap Kasus Pengrusakan Kawasan Arboretum Sumber Brantas ? (2) Bagaimana Upaya Pemulihan Pengrusakan Kawasan Arboretum Sumber Brantas ? (3) Apa Saja Yang Menjadi Kendala Bagi Aparat Dalam Penegakan Hukum Penebangan Kawasan Arboretum Sumber Brantas ? Sedangkan tujuan yang ingin dihasilkan dari penelitian ini adalah : (1) Untuk Mengetahui Bagaimana Penegakan Hukum Yang Dilakukan Terhadap Kasus Penebangan Liar Hutan Kawasan Arboretum Sumber Brantas Malang Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. (2) Untuk Mengetahui Upaya Pemulihan Pengrusakan Hutan Kawasan Arboretum Sumber Brantas Batu Malang Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. (3) Untuk Mengetahui Apa Saja Yang Menjadi Kendala Dalam Melakukan Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Pengrusakan Hutan Kawasan Arboretum Sumber Brantas Batu Malang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sumber data yang berasal dari : (1) Data primer (2) Data Sekunder. Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah : (1) Wawancara (2) Observasi (3) Dokumentasi. Sedangkan tehnik analisa data dalam penelitian ini adalah analisa deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Bahwa penegakan hukum terhadap pelaku penebangan hutan kawasan Arboretum Sumber Brantas selama ini tidak ada penyelesaian lewat jalur hukum. 2. Upaya pemulihan penebangan hutan kawasan Arboretum Sumber Brantas Batu berupa penanaman sayur-sayuran seperti kubis dan sawi oleh masyarakat setempat sehingga dengan demikian masyarakat akan merasa memiliki dan turut menjaga kawasan hutan tersebut. 3. Kendalan dalam penegakan hukum di kawasan Arboretum Sumber Brantas adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang arti penting pemanfaatan kawasan Tahura secara baik. Aparat sendiri kurang tegas dalam melakukan penegakan hukum dikarenakan aparat sendiri terlibat didalamnya dan juga adanya sikap kehati-hatian dari aparat mengingat pemanfaatan hutan ini sangat besar artinya bagi kesejahteraan masyarakat sekitar hutan sehingga bila salah dalam bertindak dapat menimbulkan gejolak di masyarakat. Disamping itu koordinasi baik secara internal dalam lembaga maupun koordinasi dengan instansi terkait kurang baik. 4. Kendala lain dari penegakan hukum di kawasan Tahura adalah masih kurang dan lemahnya pengawasan baik dari masyarakat, pemerintah, maupun instansi terkait terhadap pengelolaan dan pemanfaatan Tahura sehingga bila dilihat di lapangan sebagian sudah beralih fungsi menjadi ladang sayur-mayur.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 16 Jul 2012 05:27
Last Modified: 16 Jul 2012 05:27
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12142

Actions (login required)

View Item View Item