ESTIMASI PENJUALAN KOMODITAS PERIKANAN DI KOTAMADYA MALANG (Pasar Dinoyo, Pasar Besar Pasar Gadang, Pasar Blimbing dan PasarKlojen)

JULKIFLI, JULKIFLI (2006) ESTIMASI PENJUALAN KOMODITAS PERIKANAN DI KOTAMADYA MALANG (Pasar Dinoyo, Pasar Besar Pasar Gadang, Pasar Blimbing dan PasarKlojen). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ESTIMASI_PENJUALAN_KOMODITAS_PERIKANANDI_KOTAMADYA_MALANG.pdf

Download (51kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini di laksanakan pada bulan Maret 2006, bertempat di lima pasar yang ada di wilayah Kotamadya Malang, yaitu: Pasar Dinoyo, Pasar Besar, Pasar Gadang, Pasar Klojen dan Pasar Blimbing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besaran rata-rata tingkat penjualan komoditas perikanan di Kotamadya Malang, untuk mengetahui jenis komoditas yang digemari, dan juga untuk merancang perkiraan volume penjualan komoditas perikanan di kotamadya Malang pada masa yang akan datang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey, yaitu dengan jalan melakukan pengamatan langsung di lokasi. Untuk memperkuat data survey, akan didukung oleh data yang ada pada instansi yang terkait. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 5 (lima) orang pedagang komoditas perikanan di masing-masing pasar yang menjadi obyek penelitian. Jadi total sampel dalam penelitian ini adalah 25 (dua puluh lima orang) pedagang. Hasil dari penelitian ini adalah: Untuk jenis pengolahan Pindang, ikan yang paling tinggi jumlah penjualan rata-rata hariannya adalah Tongkol kecil, yakni sebanyak 20,89 kg per hari per pedagang. Sedangkan ikan dengan penjualan rata-rata terendah adalah Ikan Bandeng yakni sebesar 7,41 kg per hari per pedagang. Untuk ikan segar, ikan yang paling tinggi jumlah penjualan rata-rata hariannya adalah ikan Bandeng, yakni sebesar 21,62 kg per hari per pedagang. Yang paling tendah adalah ikan Tombro yakni sebesar 11,06 kg per hari per pedagang. Untuk ikan Asin, ikan yang paling tinggi jumlah penjualan rata-rata hariannya adalah Udang kering tanpa kulit/ebi yakni sebesar 8,05 kg per hari per pedagang di pasar Gadang, yang paling rendah adalah juga udang kering tanpa kulit/ebi tetapi di pasar Dinoyo. Melihat trend penjualan yang relatif stabil, maka dapat diramalkan grafik jumlah dan harga penjualan untuk tiga bulan ke depan, akan cenderung bergerak datar, kecuali terjadi peristiwa yang luar biasa di sentra-sentra produksi komoditas perikanan. Berdasarkan penelitian ini, maka disarankan agar komoditas yang tingkat penjualannya tinggi, harus terus di pertahankan atau jika mungkin, ditingkatkan jumlah produksinya. Sedangkan untuk komodiras yang tidak masuk dalam 4 (empat) komoditas favorit dari masing-masing jenis pengolahan, agar segera mencari pasar alternatif atau menurunkan jumlah produksi kemudian mengganti dengan membudidayakan komoditas favorit.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions: Faculty of Agriculture & Animal Husbandry > Department of Fishery
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 16 Jul 2012 02:10
Last Modified: 16 Jul 2012 02:10
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12102

Actions (login required)

View Item View Item