POLA KERJA KEMITRAAN USAHA PENGGILINGAN BERAS UD. SUMBER TANI DENGAN PERUM BULOG SUB DIVISI REGIONAL BONDOWOSO

JAZILA, ISMI (2006) POLA KERJA KEMITRAAN USAHA PENGGILINGAN BERAS UD. SUMBER TANI DENGAN PERUM BULOG SUB DIVISI REGIONAL BONDOWOSO. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
POLA_KERJA_KEMITRAAN_USAHA_PENGGILINGAN_BERAS_UD.pdf

Download (83kB) | Preview

Abstract

Kemitraan antara penggilingan beras dengan Perum Bulog merupakan salah satu bentuk kerjasama bisnis yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meningkatnya konsumsi beras dan distribusi beras yang tidak merata mengakibatkan struktur penawaran dan permintaan yang tidak seimbang. Oleh karena itu Bulog melaksanakan program kemitraan dengan perusahaan-perusahaan penggilingan beras dalam rangka pemerataan distribusi beras. Bagi perusahaan penggilingan beras kemitraan ini berdampak positif, karena hasil produksi sudah mempunyai pasar yang tetap. Dengan adanya kemitraan usaha ini diharapkan kebutuhan pangan nasional dapat terpenuhi serta dapat meningkatkan pendapatan pengusaha penggilingan beras dan masyarakat petani. Tujuan dari penelitian adalah: 1. Mendiskripsikan pola kerja kemitraan UD. Sumber Tani. 2. Mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam kemitraan antara UD. Sumber Tani dengan Perum Bulog. 3. Menganalisis pendapatan dan efisiensi usaha penggilingan beras UD. Sumber Tani yang malakukan kemitraan dengan Perum Bulog. Penelitian dilaksanakan di UD. Sumber Tani Desa Pokaan Kecamatan Kapongan Kabupaten Situbondo yang merupakan daerah kawasan pertanian. Penelitian merupakan penelitian studi kasus kemitraan usaha penggilingan beras UD Sumber Tani dengan Perum Bulog Sub Divre Bondowoso. Dalam penelitian ini responden dipilih secara purposive yaitu tergantung pada tujuan fokus pada suatu saat (S. Nasution, 1988). Adapun responden dalam penelitian ini adalah: (1) pemilik RMU, (2) petani dan pengepul gabah, (3), para pekerja penggilingan gabah UD. Sumber Tani, (4) Pegawai Bulog yang menangani kemitraan dengan penggilingan beras. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui observasi, pengamatan dan wawancara secara langsung dengan responden, dan data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait dan studi pustaka. Metode analisa data yang digunakan antara lain 1. Analisa deskriptif untuk tujuan 1 dan 2. 2. Analisa kuantitatif yang terdiri dari: a. Analisa pendapatan, dengan rumus = TR – TC Dimana: TR = PY x Y TC = TFC + TVC b. Analisa efisiensi, secara matematis dapat ditulis sebagai berikut: TR R/C = TC Dimana, jika R/C Rasio > 1 maka efisien. R/C Rasio = 1 maka impas. R/C Rasio < 1 maka tidak efisien. Dari hasil penelitian dan pembahasan pola kemitraan UD. Sumber Tani denagan Perum Bulog dapat diambil kesimpulan bahwa kemitraan yang telah dijalankan oleh pihak UD. Sumber Tani dengan Perum Bulog adalah kemitraan dengan pola subkontrak, dimana dalam pola ini Perum Bulog sebagai perusahaan mitra membuat kontrak kerja bersama dengan UD. Sumber Tani sebagai kelompok mitra dalam hal pengadaan gabah kering giling (GKG) dan giling gabah dengan mencantumkan volume, harga, jaminan dan waktu kontrak. Dalam kontrak pengadaan gabah UD. Sumber Tani melakukan kontrak penjualan gabah kepada Perum Bulog. Kontrak giling yang dilakukan UD. Sumber Tani dengan Perum Bulog merupakan kontrak lanjutan dari kontrak pengadaan gabah, karena setiap usaha penggilingan beras yang melakukan perjanjian kontrak pengadaan gabah diharuskan untuk menggiling sejumlah gabah yang telah diserahkan ke Bulog. Biaya yang dikeluarkan oleh UD. Sumber Tani dalam kontrak pengadaan gabah dengan Perum Bulog selama tahun 2004 sebesar Rp 560.851.300. Penerimaan yang diperoleh sebesar Rp 603.750.000 dengan total volume gabah pengadaan 350.000 kg dengan harga gabah Rp 1.725 per kg. Dari biaya dan penerimaan tersebut diperoleh pendapatan sebesar Rp 42.898.700. Sedengkan biaya dalam kontrak giling selama tahun 2004 sebesar Rp 18.675.000 dengan penerimaan sebesar Rp 63.500.000. adapun pendapatan yang diperoleh UD. Sumber Tani sebesar Rp 44.825.000. Analisa R/C ratio UD. Sumber Tani dalam melakukan kemitraan kontrak pengadaan gabah sebesar 1,076, sedangkan R/C ratio dalam melakukan kontrak giling sebesar 3,4. hal ini menunjukkan kontrak kerja tersebut memberikan keuntungan bagi UD. Sumber Tani karena R/C rationya lebih besar dari 1. Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan diatas maka saran yang dapat diberikan adalah: 1. Pemerintah diharapkan lebih memperhatikan dan berperan aktif dalam mendukung program kemitraan ini, misalnya saja dengan mengoptimalkan program pengadaan gabah dan beras nasional dan membatasi aliran impor beras. 2. Perlu adanya keterlibatan dari lembaga baik formal maupun informal dan pemilik modal untuk membantu mengembangkan program kemitraan agar lebih berkelenjutan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture & Animal Husbandry > Department of Agribusiness
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 16 Jul 2012 02:08
Last Modified: 16 Jul 2012 02:08
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12101

Actions (login required)

View Item View Item