UJI EFEKTIVITAS FILTRAT KECAMBAH KACANG HIJAU (Vigna radiata) TERHADAP KADAR BILIRUBIN TOTAL SERUM PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI DENGAN KARBON TETRAKLORIDA (CCL4)

Istiqomah, Zumar (2006) UJI EFEKTIVITAS FILTRAT KECAMBAH KACANG HIJAU (Vigna radiata) TERHADAP KADAR BILIRUBIN TOTAL SERUM PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI DENGAN KARBON TETRAKLORIDA (CCL4). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
UJI_EFEKTIVITAS_FILTRAT_KECAMBAH_KACANG_HIJAU.pdf

Download (87kB) | Preview

Abstract

Hepar merupakan pusat metabolisme tubuh dan bertanggung jawab atas lebih dari 500 aktivitas. Kerusakan hepar terbanyak disebabkan oleh virus, kerusakan akibat virus menyebabkan peradangan jaringan hati yang dikenal dengan penyakit hepatitis. Peningkatan prevalensi pengidap penyakit hepatitis karena obat yang ada masih bersifat simptomatis, harganya mahal, dan efek samping yang ditimbulkan. Induksi karbon tetraklorida (CCl4) secara histopatologi menggambarkan hepatitis virus. Kerusakan hati ditandai dengan meningkatnya kadar bilirubin serum. Kecambah kacang hijau merupakan sumber vitamin E sebagai antioksidan yang dapat menghambat radikal bebas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh filtrat kecambah kacang hijau terhadap kadar bilirubin total serum pada tikus putih (Rattus nuvergicus) yang telah diinduksi dengan karbon tetraklorida (CCl4) dan untuk mengetahui berapa dosis filtrat kecambah kacang hijau yang efektif dalam menghambat kenaikan kadar bilirubin total serum tikus putih (Rattus norvegicus) yang telah diinduksi dengan karbon tetraklorida (CCl4). Jenis penelitian ini adalah eksperimen sungguhan. Populasi dalam penelitian ini adalah tikus putih jantan (Rattus norvegicus) yang berumur 3 bulan. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 25 ekor terbagi atas 5 perlakuaan yang masing-masing terdiri atas 5 ulangan. Rancangan percobaan menggunakan RAL. Analisis kadar biliribin total serum dengan metode jendrassik dan grof. Teknik analisis kadar bilirubin total serum yang digunakan adalah analisis varian satu faktor yang dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Berdasarkan hasil uji Anava satu faktor diperoleh Fhitung > Ftabel pada signifikan 0.05 menunjukkan ada pengaruh. Dari hasil BNT 5% dosis yang efektif adalah dosis 1.223 ml/200 g yang dapat menghambat kenaikan kadar bilirubin total serum yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata yang tidak berbeda nyata dari nilai rata-rata kontrol.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Teacher Training and Education > Department of Biology Education
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 14 Jul 2012 03:32
Last Modified: 14 Jul 2012 03:32
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12060

Actions (login required)

View Item View Item