STUDI KESADARAN HUKUM TERHADAP LARANGAN MINUM-MINUMAN KERAS MENURUT HUKUM ISLAM (STUDI DI KECAMATAN GRESIK KABUPATEN GRESIK)

Irawan, Bambang (2006) STUDI KESADARAN HUKUM TERHADAP LARANGAN MINUM-MINUMAN KERAS MENURUT HUKUM ISLAM (STUDI DI KECAMATAN GRESIK KABUPATEN GRESIK). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
STUDI_KESADARAN_HUKUM_TERHADAP_LARANGAN_MINUM-MINUMAN.pdf

Download (149kB) | Preview

Abstract

Semboyan dari kota Gresik yang terpampang disudut-sudut jalan protokol adalah kata kota Gresik Berhias Iman. Akan tetapi sangat di sayangkan masih banyak di jumpai para pemudanya yang dengan terang-terangan mengkonsumsi minuman keras dimuka umum. Hal ini dapat dilihat dari kebiasan dari para pemudanya yang masih sering melakukan pesta minuman keras. Adapun upaya-upaya penekanan terhadap peredaran minuman keras salah satunya adalah sering diadakannya penyuluhan ke daerah-daerah guna mensosialisasikan bahaya dan dampak negatif yang ditimbulkan oleh minuman keras. Dalam melakukan penyuluhan aparat hendaknya berkoordinasi dengan pemuka agama setempat serta melibatkan para pemuda desa yang tergabung dalam wadah karang taruna. Sehingga para pemuka agama setempat dapat ikut aktif mengontrol tentang peredaran minuman keras, karena moral para pemuda sekarang ini sangatlah tipis akan memahami tentang agama. Selain itu pemuda adalah generasi penerus bangsa, baik buruknya negara dan bangsa ada pada tangan pemuda. Kota Gresik sendiri yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam masih banyak di jumpai para pemudanya yang masih minum-minuman keras, adapun cara agar para pemudanya tidak terjerumus dalam minum-minuman keras maka harus sering diadakan kegiatan yang sifatnya positip conto konkrit adalah sering diadakannya pengajian rutin atau ceramah agama dengan mengundang tokoh agama. Karena hal ini dapat mempertebal iman dan taqwa dengan begitu maka peredaran minuman keras dapat berkurang. Karena dampak yang ditimbulkan akibat pemakaian minuman keras sangatlah buruk karena setiap orang yang masih dalam pengaruh minuman keras atau dengan nama lain alkohol akan kehilangan kontrol dan cenderung untuk berbuat seenaknya tanpa menghiraukan keselamatan orang lain. Maka tidaklah heran minuman keras sangat mempengaruhi meningkatnya tindakan kriminalitas yang cukup tinggi, serta merusak mental generasi muda. Adapun upaya konkrit dari pemerintah kota Gresik untuk meminimalkan peredaran minuman keras, Pemerintah kota Gresik menyatakan memerangi minuman keras hal ini terbukti dengan adanya PERDA tentang pelarangan pemakaian minuman keras hal ini tertuang dalam PERDA KABUPATEN GRESIK No. 15 Tahun 2002 tentang larangan peredaran minuman keras. Adapun hukuman yang diberikan kepada si pemakai minuman keras menurut agama Islam adalah didera Empat Puluh Dera. Hal ini tertera dalam riwayat muslim di bawah ini : “Bahwasannya Rasulullah saw. Telah mendera orang yang meminum minuman keras dengan dua pelepah tamar, empat puluh kali”. Pelanggaran terhadap pemakaian minuman keras menurut hukum positip dikenai hukuman pidana dengan sanksi yang sangat tegas hal ini sudah diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang tercantum dalam pasal-pasal sebagai berikut : Pasal 300 : dengan hukuman penjara selama-lamanya satu tahun atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 4.500,- 1a..Barangsiapa dengan sengaja menjual atau menyuruh minum minuman yang memabukkan kepada seseorang yang telah kelihatan yang nyata mabuk. (K.U.H.P. 336). 2a. Barangsiapa dengan sengaja membuat nyata mabuk seseorang anak yang umurnya dibawah 16 tahun. (K.U.H.P. 37-22, 538). 3a. Barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan dengan sengaja orang akan minum minuman yang memabukkan. (K.U.H.P. 89, 335). Dan kemudian diatur dalam Pasal 492 “ Barang siapa yang sedang mabuk, baik di tempat umum merintangi jalan atau mengganggu ketertiban, baik mengancam keamanan orang lain maupun sesuatu perbuatan yang harus dijalankan dengan hati-hati benar supaya tidak terjadi bahaya bagi jiwa atau kesehatan orang lain dihukum kurungan selama-lamanya enam hari atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 375,- “ Serta bagi penjual minuman keras akan dijerat dengan pasal 538 yang berbunyi “ Penjual minuman keras atau gantinya, yang pada waktu menjalankan usahanya itu memberikan minuman atau menjual minuman keras atau tuak keras kepada anak-anak yang umurnya masih dibawah 16 tahun, dihukum kurungan selama-lamanya tiga minggu atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 1.500,- ( KUHP. 300, 537 ).

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 14 Jul 2012 02:48
Last Modified: 14 Jul 2012 02:48
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/12048

Actions (login required)

View Item View Item