ANALISIS CAPITAL ASSET PRICING MODEL (CAPM) UNTUK MENENTUKAN TINGKAT RISIKO DAN TINGKAT PENGEMBALIAN INVESTASI SAHAM (Studi Pada Perusahaan Asuransi Yang Tercatat Di Bursa Efek Jakarta)

LATIFAH, UMI (2006) ANALISIS CAPITAL ASSET PRICING MODEL (CAPM) UNTUK MENENTUKAN TINGKAT RISIKO DAN TINGKAT PENGEMBALIAN INVESTASI SAHAM (Studi Pada Perusahaan Asuransi Yang Tercatat Di Bursa Efek Jakarta). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISIS_CAPITAL_ASSET_PRICING_MODEL.pdf

Download (80kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini berjudul Analisis Capital Asset Pricing Model (CAPM) Untuk Menentukan Tingkat Risiko dan Tingkat Pengembalian Investasi Saham Studi Pada Perusahaan Asuransi Yang Tercatat Di Bursa Efek Jakarta. CAPM merupakan suatu model yang menghubungkan tingkat pengembalian (Return) yang diharapkan dari suatu asset berisiko dengan risiko dari asset tersebut pada kondisi yang seimbang. Penulis mengambil perumusan masalah bagaimana secara empiris menentukan tingkat risiko dan tingkat pengembalian dalam keputusan investasi saham dengan menggunakan Capital Asset Pricing Model (CAPM) pada perusahaan asuransi yang tercatat di Bursa Efek Jakarta. Populasi yang digunakan adalah seluruh saham yang termasuk dalam saham perusahaan asuransi pada periode 2002-2004 sebanyak 11 perusahaan dan sample penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu perusahaan asuransi yang sahamnya aktif dan tercatat di BEJ dan sample yang diambil sebanyak 10 perusahaan. Data dalam penelitian ini diambil dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD) dan JSX Monthly Statistic tahun 2002-2004. Hasil analisis data menunjukkan bahwa secara empiris tingkat risiko dan tingkat pengembalian dapat ditentukan dengan model CAPM melalui tingkat pengembalian masing-masing saham (Ri), tingkat pengembalian pasar (Rm), tingkat risiko (β) dan tingkat pengembalian yang diharapkan (E(Ri)). Tingkat pengembalian yang diharapkan tertinggi dimiliki oleh PT ASBI sebesar 0,652750 dan tingkat pengembalian yang diharapkan terendah dimiliki oleh PT PNLF sebesar -0,000058. Tingkat risiko tertinggi dimiliki oleh PT PNIN sebesar 0,772738 dan tingkat risiko terendah dimiliki oleh PT ASJT sebesar -0,488587. Hasil penelitian ini juga menyimpulkan bahwa kondisi saham perusahaan asuransi periode 2002-2004 dalam kondisi Undervalued.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Economic > Department of Management
Depositing User: Anggit Aldila
Date Deposited: 13 Jul 2012 03:40
Last Modified: 13 Jul 2012 03:40
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/11977

Actions (login required)

View Item View Item