CITRA PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS) DALAM SURAT KABAR JAWA POS (Analisis Framing pada Pemberitaan "Rencana Penarikan Koalisi dengan Pemerintah", Edisi 3-4 Juli 2006)

Triyono, Agus (2006) CITRA PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS) DALAM SURAT KABAR JAWA POS (Analisis Framing pada Pemberitaan "Rencana Penarikan Koalisi dengan Pemerintah", Edisi 3-4 Juli 2006). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
CITRA_PARTAI_KEADILAN_SEJAHTERA.pdf

Download (100kB) | Preview

Abstract

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) adalah parpol yang mempunyai beberapa citra di masyarakat. Militansi yang kuat, partai kader yang murni, peduli, bersih dan jujur adalah sederetan citra yang muncul di masyarakat terkait dengan PKS. Dalam Jawa Pos edisi 3–7 Juli 2005, Jawa Pos menurunkan berita terkait dengan rencana penarikan koalisi PKS untuk kedua kalinya. Wacana yang dikeluarkan oleh Tifatul Sembiring tersebut memunculkan berbagai macam pro dan kontra dari beberapa kalangan. Berangkat dari wacana ini, maka peneliti tertarik untuk meneliti bagaimanakah citra PKS dalam harian Jawa Pos. Citra merupakan salah satu sarana untuk mencapai tujuan dari sebuah organsasi atau perusahan. Sebuah citra yang baik dihadapan khalayak tentu saja akan menular pada khalayak yang lain, dan tentu saja hal ini merupakan keuntungan tersendiri bagi sebuah perusahaan dan juga para karyawan. Dalam membentuk citra tersebut (terlebih parpol) media massa merupakan salah satu kekuatan yang dominan dibandingkan dengan saluran-saluran yang lain. Hal ini karena media massa mampu menjangkau daerah-daerah yang pelosok di masyarakat. Sehingga pemberitaan parpol oleh media massa sangat signifikan untuk menentukan masa depan sebuah parpol. Setidaknya, ada tiga macam aktivitas yang dilakukan oleh media massa pada saat mengkonstruksi sebuah realitas, termasuk realitas politik yang kemudian berujung pada pembentukan citra kekuatan politik : (1) pemilihan simbol (fungsi bahasa); (2) pemilihan fakta yang akan disajikan (strategi framing) dan terakhir (3) kesediaan memberi tempat (agenda setting). Sebuah teks yang dihasilkan dalam sebuah media massa, setidaknya perlu menjadi perhatian seorang praktisi public relations. Hal ini dikarenakan bahwa sebuah teks yang dihasilkan oleh media massa, sekaligus berperan sebagai teks public relations. Pemberitaan media tentang parpol, maka hal tersebut dapat dimaknai sebagai bentuk hasil kegiatan public relations parpol tersebut. Untuk mengetahui bagaimana citra PKS dalam surat kabar Jawa Pos maka peneliti menggunakan analisis framing sebagai metode penelitiannya. Analisis framing adalah bentuk analisis yang mencermati strategi penonjolan, strategi seleksi dan pertautan fakta ke dalam berita agar lebih bermakna, menarik dan mudah diingat. Ini dilakukan untuk menggiring interpretasi khalayak media sesuai perspektifnya. Dengan kata lain, framing adalah sebuah pendekatan untuk mengetahui bagaimana perspektif atau cara pandang yang digunakan oleh wartawan ketika melakukan seleksi isu dan menulis berita.Kemudian, dari beberapa tokoh dalam analisis framing, peneliti lebih cenderung menggunakan model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosiscki. Hal ini karena struktur yang dimiliki lebih lengkap dibandingkan dengan model yang lain. Dalam model framing ini, perangkat framing dibagi menjadi empat struktur besar, yaitu sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Dari hasil analisis yang dilakukan, peneliti memperoleh beberapa citra yang dimunculkan oleh Jawa Pos tentang PKS. Dukungan terhadap pemerintah yang mulai melemah dikarenakan kebijakan pemerintah yang sepihak, partai yang inkonsisten antara wacana dan aksi, terjadinya disharmoni hubungan antar pengurus partai terkait dengan wacana koalisi, penguatan akan otoritas dari Majelis Syura, serta fenomena central figure di PKS adalah sederetan citra yang dimunculkan oleh Jawa Pos terhadap PKS. Secara umum, citra yang dimunculkan tersebut merupakan citra yang negatif dan cenderung merugikan PKS. Sehingga hal ini dapat menjadi masukan masukan bagi internal PKS untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja partai selama ini. Setelah melakukan penelitian ini diharapkan masyarakat lebih kritis dalam memahami pesan yang disampaikan oleh media massa. Sebab, apa yang ditampilkan dan dimuat dalam media adalah hasil konstruksi pekerja media, sehingga seringkali tidak sama dengan realitas, bisa juga sama namun ada yang lebih ditonjolkan, dan ada yang dibuang. Disamping itu, pada penelitian-penelitian selanjutnya diharapkan juga menggunakan media-media lain sebagai pembanding untuk melihat pencitraan sebuah parpol.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Sience
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 12 Jul 2012 09:27
Last Modified: 12 Jul 2012 09:27
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/11955

Actions (login required)

View Item View Item