PENERAPAN ANALISA JALUR KRITIS GUNA MEMINIMUMKAN WAKTU DAN BIAYA PELAKSANAAN PROYEK PADA PERUMAHAN WIDURI REGENCY OLEH PT.COSMOPOLITAN INVESTAMA-BLITAR

IRAWATI, WAHYU (2006) PENERAPAN ANALISA JALUR KRITIS GUNA MEMINIMUMKAN WAKTU DAN BIAYA PELAKSANAAN PROYEK PADA PERUMAHAN WIDURI REGENCY OLEH PT.COSMOPOLITAN INVESTAMA-BLITAR. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
a.pdf

Download (86kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini merupakan aplikasi perencanaan jadwal proyek yang menerapkan metode analisa jalur kritis yang ada dalam teori dengan kenyataan yang dihadapi dilapangan guna mengetahui skedul masing-masing kegiatan pada perusahaan jasa bidang konstruksi PT Cosmopolitan Investama dengan judul “Penerapan Analisa Jalur Kritis Guna Meminimumkan Waktu dan Biaya Pelaksanaan Proyek Pada Perumahan Widuri Regency Oleh PT Cosmopolitan Investama- Blitar” . Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu dan biaya normal yang dibutuhkan dalam pelaksanaan proyek serta untuk mengetahui waktu dan biaya minimum proyek. Alat analisis yang digunakan yaitu dengan menerapkan Teknik Network Planning dengan Analisa Jalur Kritis untuk mengetahui skedul normal kegiatan dengan langkah-langkah : (1) Menetukan kegiatan (2) Menentukan urutan kegiatan dan diagram network planning (3) Mencari dummy (4) Memperhitungkan waktu yang dipergunakan oleh masing-masing kegiatan. Untuk percepatan waktu penyelesaian proyek melalui CPM dilakukan langkah-langkah : (1) Membuat diagram network dengan lama kegiatan perkiraan baru (2) Menetukan UPER dan UREN (3) Menghitung Total Float /TF (4) Menghitung lama kegiatan baru. Sedangkan untuk meminimumkan biaya percepatan yaitu dengan mempertimbangkan biaya tambahan terkecil guna mencapai penghematan biaya proyek. Hasil perhitungan dengan Analisa Jalur Kritis dapat diketahui bahwa waktu produksi yang diperlukan oleh perusahaan dalam pelaksanaan pembangunan perumahan Widuri Regency adalah selama 189 hari 2 jam dengan biaya produksi yang diperlukan adalah sebesar Rp 2.440.575.100. Apabila waktu tersebut dipercepat selama 150 hari (sesuai perkiraan perusahaan), maka total biaya pembangunan menjadi sebesar Rp 2.469.137.800. Sehingga terdapat biaya tambahan sebesar Rp 28.562.700. Selanjutnya apabila waktu 189 hari 2 jam dipercepat dengan mempertimbangkan biaya percepatan terkecil dan biaya tidak langsungnya, maka akan memperoleh waktu minimum yaitu selama 176,17 hari atau 176 hari 1 jam dengan total biaya minimum percepatan sebesar Rp 2.439.364.111. Dengan demikian, proyek pembangunan perumahan Widuri Regency bisa dipercepat selama 13 hari dan dengan percepatan waktu tersebut akan diperoleh penghematan biaya pembangunan sebesar Rp 1.210.989.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Economic > Department of Management
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 12 Jul 2012 02:49
Last Modified: 12 Jul 2012 02:49
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/11910

Actions (login required)

View Item View Item