STUDI POLA MAKAN DAN KECUKUPAN GIZI ANGGOTA DIVISI MAHASISWA PENCINTA ALAM (DIMPA) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG PADA SAAT MENDAKI GUNUNG

ILMIATI, HAFIDATUL (2006) STUDI POLA MAKAN DAN KECUKUPAN GIZI ANGGOTA DIVISI MAHASISWA PENCINTA ALAM (DIMPA) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG PADA SAAT MENDAKI GUNUNG. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
STUDI_POLA_MAKAN_DAN_KECUKUPAN_GIZI_ANGGOTA_DIVISI_MAHASISWA_PENCINTA_ALAM.pdf

Download (126kB) | Preview

Abstract

Zat gizi adalah komponen pembangun tubuh manusia yang dapat diperoleh dari bahan makanan yang berasal dari tanaman dan hewan. Agar pembangunan komponen tubuh ini berjalan dengan baik, pola makan dan kecukupan zat-zat gizi harus dipenuhi (Tranggono, 1990). Pengaturan zat gizi untuk tiap-tiap orang pada dasarnya sama, yang harus diperhatikan adalah keseimbangan antara kebutuhan energi dan pemenuhannya. Tetapi yang sering terjadi kita tidak mengetahui berapa kebutuhan dan asupan energi yang seharusnya dikonsumsi. Hal ini juga yang dihadapi oleh hampir semua penggiat olahraga petualangan khususnya Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA). Pengetahuan mereka tentang pemilihan makanan dan minuman yang dapat memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi sangat minim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola makan dan nilai gizi makanan pada saat mendaki gunung, pengaruh dari aktivitas atau kegiatan mendaki gunung terhadap status gizi anggota DIMPA serta status gizi dari anggota DIMPA itu sendiri, karena diduga status gizi sebagian anggota DIMPA selama melakukan kegiatan mendaki gunung belum ideal. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli sampai Desember 2005 dengan lokasi di Gunung Semeru untuk penelitian di lapang, kemudian dilanjutkan dengan penelitian di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang. Metode penelitian ini menggunakan analisa deskriptif dengan sasaran penelitian adalah anggota DIMPA yang mempunyai spelialisasi di divisi Gunung Hutan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa anggota DIMPA pada saat mendaki gunung mengalami perubahan pola makan. Sebagian dari pendaki frekuensi makannya meningkat yang semula kurang dari tiga kali sehari menjadi lebih dari tiga kali sehari, pada saat mendaki mereka juga menjadi lebih suka mengkonsumsi makanan ringan atau camilan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kecukupan energi dan zat gizi anggota DIMPA saat mendaki kurang tercukupi, untuk laki-laki rerata kebutuhan energi perhari adalah 4021,49 kalori sedangkan asupan gizinya hanya 2830,13 kalori, dan untuk perempuan kebutuhan energinya 2818 kalori sedangkan asupan energinya 1993,83 kalori. Jika kecukupan energi tidak terpenuhi maka kecukupan zat gizi seperti karbohidrat, lemak dan protein juga tidak terpenuhi Berdasarkan hasil pengukuran status gizi diketahui bahwa status gizi 50,1 % pendaki termasuk gizi buruk atau kurus, 33,4 % termasuk kategori gizi baik atau ideal dan hanya 16,5 % termasuk gizi lebih atau gemuk. Berdasarkan jenis kelamin para pendaki diketahui. Dilihat dari jenis kelamin 75 % pendaki laki-laki termasuk dalam kategori status gizi kurang dan 25 % termasuk dalam status gizi lebih sedangkan untuk pendaki perempuan 50 % termasuk status gizi ideal dan 50 % termasuk status gizi lebih.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Agriculture & Animal Husbandry > Department of Agrotechnology
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 11 Jul 2012 06:04
Last Modified: 11 Jul 2012 06:04
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/11876

Actions (login required)

View Item View Item