ANALISA PENGARUH PEMASANGAN STABILIZER (STABILISER) TERHADAP STABILITAS GULING PADA TOYOTA KIJANG TYPE LX

Hidayat, Firman (2006) ANALISA PENGARUH PEMASANGAN STABILIZER (STABILISER) TERHADAP STABILITAS GULING PADA TOYOTA KIJANG TYPE LX. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISA_PENGARUH_PEMASANGAN_STABILIZER.pdf

Download (51kB) | Preview

Abstract

Saat paling rawan adalah waktu mobil menikung dengan kecepatan tinggi dimana kendaraan akan mengalami gejala guling yang disebabkan gaya sentrifugal pada kendaraan, untuk mengatasi problem tersebut maka perlu penambahan batang stabiliser. Gaya sentrifugal pada kendaraan akan memberi gaya keluar dari titik putar. Dari gejala tersebut maka batang stabilizer akan memindahkan kelebihan berat pada roda sebelah luar. Tugas akhir Ini bertujuan untuk mencari pengaruh pemasangan stabiliser dan untuk mencari kecepatan belok maximum sebelum di pasanga stabiliser dan sesudah di pasanga stabiliser. Dalam hal ini menganalisa pada dua kondisi jalan yaitu jalan datar dan jalan miring. Pada saat kendaraan berbelok gaya sentrifugal akan menyebabkan pegas roda bagian luar (outer spring) tertekan dan pegas roda bagian dalam (inner spring) mengembang, akibatnya stabilizer bar akan terpuntir karena salah satu ujungnya tertekan keatas dan ujung lainnya bergerak kebawah. Batang stabilizer cenderung menahan terhadap puntiran. Tahanan terhadap puntiran ini berfungsi mengurangi body roll dan memelihara body dalam batas kemiringan yang aman. Dari hasil perhitungan, pemasangan stabiliser mempengaruhi pada kemiringan body kendaraan, sudut rolling kendaraan setelah dipasang stabiliser lebih kecil dari pada sudut rolling kendaraan sebelum dipasang stabiliser. Setelah jalan diberi kemiringan 100 kecepatan belok maximum semakin meningkat dengan demikian pada belokan jalan perlu diberi kemiringan karena dengan kemiringan jalan kendaraan akan lebih tahan terhadap kondisi guling. Kecepatan belok maximum sesudah dipasang stabiliser lebih besar dari pada kecepatan belok maximum sebelum dipasang stabiliser. Dimana untuk jalan datar kecepatan belok maximum sebelum dipasang stabiliser adalah 18,02 m/s sedangakan sesudah dipasang stabiliser adalah 19,35 m/s. Untuk jalan miring kecepatan belok maximum sebelum dipasang stabiliser adalah 18,16 m/s sedangakan sesudah dipasang stabiliser adalah 19,5 m/s. Dari hasil tersebut kecepatan belok maximum setelah dipasang stabiliser mengalami peningkatan sebesar 7,4 %.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Mechanical Engineering
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 11 Jul 2012 02:27
Last Modified: 11 Jul 2012 02:27
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/11811

Actions (login required)

View Item View Item