PENEGAKAN HUKUM PIDANA OLEH PENYIDIK TERHADAP PENYIMPANGAN PELAKSANAAN “TABUH RAH” DALAM TRADISI MASYARAKAT BALI DALAM PERJUDIAN “TAJEN” (STUDI KASUS DI DESA PENARUNGAN KEC. PENARUKAN, KAB. BULELENG, BALI)

Heru Setiawan, Bagus (2006) PENEGAKAN HUKUM PIDANA OLEH PENYIDIK TERHADAP PENYIMPANGAN PELAKSANAAN “TABUH RAH” DALAM TRADISI MASYARAKAT BALI DALAM PERJUDIAN “TAJEN” (STUDI KASUS DI DESA PENARUNGAN KEC. PENARUKAN, KAB. BULELENG, BALI). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENEGAKAN_HUKUM_PIDANA_OLEH_PENYIDIK_TERHADAP_PENYIMPANGAN.pdf

Download (191kB) | Preview

Abstract

Obyek Studi dalam penelitian ini adalah mengenai penegakan hukum pidana oleh penyidik terhadap penyimpangan pelaksanaan “tabuh Rah” dalam tradisi masyarakat Bali menjadi perjudian “Tajen”. Dimana “Tabuh Rah” yang pada dasarnya mempunyai arti suci bagi pemeluk agama Hindu, menyimpang dari arti sebenernya menjadi suatu bentuk perjudian. Permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagaimana penyimpangan “Tabuh Rah” sehingga menjadi perjudian “Tajen” dan bagai mana penegakan hukum pidana oleh penyidik terhadap penyimpangan pelaksanaan “Tabuh Rah” menjadi perjudian “Tajen”. Tujuan penelitian, untuk mengetahui penyimpangan pelaksanaan “Tabuh Rah” dalam tradisi masyarakat Bali menjadi perjudian “Tajen”. Selain itu yang penting adalah untuk mengetahui penegakan hukum pidana oleh penyidik terhadap penyimpangan “Tabuh Rah” Menjadi perjudian “Tajen”. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode Yuridis Sosiologis. Ilmu-ilmu sosial yang dalam kerangka kajian Sosiologi Of Law dimanfaatkan untuk menganalisa dan memberikan jawaban atas penegakan hukum terhadap penyimpangan pelaksanaan “Tabuh Rah” ytang menjadi suatu bentuk perjudian oleh aparat penegak hukum. Melalui penelitian yang telah dilakukan , peneliti mendapat hasil, bahwa “Tabuh Rah” yang pada dasarnya mempunyai arti suci bagi agama Hindu sebagai rangkaian upacara agama dan bermakna mengharmoniskan hubungan manusia dengan tuhanya, manusia dengan manusia lain, dan manusia dengan alam atau lingkungan sekitarnya Dalam hal penyimpangan “Tabuh Rah” menjadi suatu bentuk perjudian “Tajen” diketahui oleh pihak penegak hukum dalam hal ini Keppolisian kabupaten Buleleng. Namun, pihak Kepolisian tidak melakukan tindakan pencegehan maupun tindakan lain. Secara demikian, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada penegak hukum terhadap penyimpangan “Tabuh Rah” dalam tradisi masyarakat Bali menjadi perjudian “Tajen” yang dilaksanakan masyarakat Kabupaten Buleleng oleh Kepolisian Kabupaten Buleleng

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 11 Jul 2012 02:17
Last Modified: 11 Jul 2012 02:17
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/11800

Actions (login required)

View Item View Item