PROBLEMATIKA PEKERJA ANAK DALAM SEKTOR INDUSTRI MEUBEL Studi pada Perusahaan Meubel di Sepanjang Jalan Gatot Subroto Kelurahan Bukir Kecamatan Gading Rejo Kota Pasuruan

WAHYUDI, DENY (2006) PROBLEMATIKA PEKERJA ANAK DALAM SEKTOR INDUSTRI MEUBEL Studi pada Perusahaan Meubel di Sepanjang Jalan Gatot Subroto Kelurahan Bukir Kecamatan Gading Rejo Kota Pasuruan. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PROBLEMATIKA_PEKERJA_ANAK_DALAM_SEKTOR_INDUSTRI_MEUBEL_Studi_pada_Perusahaan_Meubel_di_Sepanjang_Jalan_Gatot_Subroto_Kelurahan_Bukir_Kecamatan_Gading_Rejo_Kota_Pasuruan.pdf

Download (126kB) | Preview

Abstract

Perkembangan industri meubel yang semakin pesat sekarang ini membuat pelaku industri berlomba untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk meubel mereka. Di daerah Pasuruan terutama Kecamatan Gading Rejo yang merupakan sentra industri meubel di Jawa Timur semakin meningkatkan jumlah produk yang dihasilkan karena semakin banyak order dari luar daerah atau dari negara lain. Sebagai konsekuensi dari peningkatan jumlah produk tersebut para pelaku industri meubel menambah jumlah pekerja termasuk pekerja anak yang masih berumur di bawah 18 tahun. Anak usia sekolah yang seharusnya tekun dan rajin belajar di sekolah menjadi pekerja mencari upah minimum yang mereka dapatkan demi membantu perekonomian keluarga atau karena telah putus sekolah karena faktor sosial yang lain. Eksploitasi pada diri anak-anak tersebut dapat terjadi karena faktor dari anak itu sendiri atau karena pengusaha yang menginginkan pekerja dengan upah murah. Pekerja di bawah umur adalah anak-anak usia di bawah 18 tahun yang bekerja mencari nafkah. Undang-undang Tenaga Kerja tahun 1948 Nomor 12 pasal 1 dan 2 juga menyatakan bahwa pekerja di bawah umur adalah seorang anak di bawah umur 18 tahun yang bekerja di dalam suatu perusahaan dan anak di bawah umur 18 tahun yang melakukan pekerjaan tertentu dan pada jam berapapun untuk mendapatkan upah. Dalam Undang-undang tersebut juga melarang anak-anak di bawah umur 18 tahun untuk bekerja karena masih dalam usia wajib sekolah. Meskipun program wajar dikdas (Wajib Belajar Pendidikan Dasar) 9 tahun oleh pemerintah hanya mewajibkan anak untuk tamat sekolah sampai pada tingkat SLTP dimana anak masih berusia sekitar 14-15 tahun, namun dengan tingginya kompetisi dalam lapangan pekerjaan maka anak tamatan SLTP akan kalah bersaing dengan anak tamatan SLTA. Penelitian dalam penulisan ini menggunakan jenis penelitian diskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan data diskriptif yang dihasilkan dari metode pengumpulan data baik tertulis maupun lisan dari pekerja anak maupun perilaku mereka yang diamati. Hal-hal yang diamati oleh peneliti antara lain; jumlah jam kerja yang mereka harus lakukan, upah yang mereka terima per-minggu, dan perilaku mereka yang lain. Jumlah upah minimum menentukan kondisi ekonomi dari pekerja anak, makin banyak upah yang mereka terima maka makin baik kondisi ekonominya. Sedangkan variabel dan perilaku yang lain akan terus diamati untuk mendukung hipotesis atau bahkan dijadikan hipotesis alternatif.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Social Welfare
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 10 Jul 2012 07:48
Last Modified: 10 Jul 2012 07:48
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/11790

Actions (login required)

View Item View Item