ANALISIS EFISINSI PENGELOLAAN MODAL KERJA GUNA MENJAMIN TINGKAT LIKUIDITAS, RENTABILITAS DAN AKTIVITAS PADA KPRI MAS “MENUJU ANGGOTA SEJAHTERA” DI PURBALINGGA

WARDHANI, DYAH KUSUMA (2006) ANALISIS EFISINSI PENGELOLAAN MODAL KERJA GUNA MENJAMIN TINGKAT LIKUIDITAS, RENTABILITAS DAN AKTIVITAS PADA KPRI MAS “MENUJU ANGGOTA SEJAHTERA” DI PURBALINGGA. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISIS_EFISINSI_PENGELOLAAN_MODAL_KERJA_GUNA_MENJAMIN_TINGKAT_LIKUIDITAS.pdf

Download (73kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini berjudul “ANALISIS EFISIENSI PENGELOLAAN MODAL KERJA GUNA MENJAMIN TINGKAT LIKUIDITAS, RENTABILITAS DAN AKTIVITAS PADA KPRI MAS MENUJU ANGGOTA SEJAHTERA” DI PURBALINGGA”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi pengelolaan modal kerja pada KPRI MAS “Menuju Anggota Sejahtera”. Tekhnik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis rasio meliputi rasio likuiditas, rasio rentabilitas, rasio aktivitas dan rasio perputaran piutang. Hasil analisis rasio menunjukan bahwa pada KPRI MAS “Menuju Anggota Sejahtera” untuk tingkat perputaran modal kerjanya telah melebihi kebijakan koperasi yaitui lebih dari 100% tetapi pada koperasi ini modal kerja yang tersedia terlalu besar. Pada rasio modal kerja terhadap hutang lancarnya diketahui bahwa dari tahun ke tahun terjadi penurunan yang mengakibatkan berkurangnya jumlah modal kerja untuk menjamin hutang lancarnya. Pada rasio untuk mengukur tingkat likuiditas dapat dikatakan baik karena hasil analisis current ratio menunjukan angka di atas standar yaitu 200% sedangkan cash ratio menunjukan hasil yang tinggi tetapi jiika dibandingkan dengan current ratio menunjukan bahwa terdapat over investment karena current ratio lebih besar daripada cash ratio. Pada analisis rentabilitas digunakan tiga rasio yaitu rasio net profit margin, rasio rentabillitas ekonomi, dan rasio return on investment. Dengan analisis rentabilitas tersebut diketahui bahwa koperasi dalam perolehan labanya masih rendah yaitu untuk Rp 1 modal kerja dapat menghasilkan laba hanya Rp 0.027. analisis aktivitas meliputi analisis untuk menghitung perputaran piutang, analisis rasio perputaran total aktiva dan rasio perputaran persediaan. Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa untuk perputaran piutang khususnya simpan pinjam masih dapat dikatakan baik sedangkan perputaran piutang untuk penjualan kreditnya terlau lama atau tidak efisien. Pada perhitungan rasio perputaran total aktiva menunjukan adanya penurunan dalam hal efisiensi penggunaan aktivanya, sedangkan untuk rasio perputaran persediaan menunjukan hasil yang tinggi yaitu pada tahun 2002 sebesar 221 hari dan tahun 2003 sebesar 212 hari, hal ini berarti barang tersimpan terlalu lama dalam gudang untuk dapat terjual. Dari pembahasan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa analisis rasio keuangan dapat membantu perusahaan untuk membuat keputusan yang tepat apabila informasi yang diperoleh digunakan secara bijaksana, dengan memperhatikan kelebihan dan keterbatasan analisis rasio keuangan. Selain itu perlu adanya penilaian yang tepat atas setiap pos-pos keuangan yang berhubungan secara relevan dan signifikan. Sealin itu untuk dapat menyeimbangkan tingkat likuiditas dan rentabilitas perlu diadakan pengendalian pada kas, modal kerja, persediaan dan piutang. Ada beberapa implikasi yang penulis dapat berikan untuk dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan pada KPRI MAS “Menuju Anggota Sejahtera” yaitu koperasi perlu mengadakan pengendalian terhadap persediaan dan memperhatikan kebijakan dalam menentukan besarnya modal kerja serta memperbaiki sistem pengumpulan piutang.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Faculty of Economic > Department of Accounting
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 10 Jul 2012 06:50
Last Modified: 10 Jul 2012 06:50
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/11748

Actions (login required)

View Item View Item