FAKTOR PENYEBAB TINDAK KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG DILAKUKAN OLEH ISTRI TERHADAP SUAMI (Studi Kasus No. POL: LP/32/III/2006)

WIDIASTUTI, LAILA (2006) FAKTOR PENYEBAB TINDAK KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG DILAKUKAN OLEH ISTRI TERHADAP SUAMI (Studi Kasus No. POL: LP/32/III/2006). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
FAKTOR_PENYEBAB_TINDAK_KEKERASAN_DALAM_RUMAH_TANGGA.pdf

Download (86kB) | Preview

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan / atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga. Perilaku kekerasan dalam rumah tangga telah mengundang perhatian berbagai pihak, termasuk pemerintah pada akhir-akhir ini. Meski jumlah kasus kekerasan terhadap pria jarang terjadi tetapi pada akhir-akhir ini kekerasan dalam rumah tangga yang di lakukan oleh istri terhadap suami meningkat terbukti dengan adanya data yang ada di Polres Malang dan dari data LBH APIK. Dari sejumlah tindak kekerasan yang tejadi tahun 2002 ternyata 90 kasus dari 254 tindak kekerasan adalah terjadi dalam keluarga, data tersebut diperoleh dari laporan langsung dari pihak keluarga. Belum lagi data dari lewat telepon dan surat. Kita merasa prihatin ketika melihat tayangan liputan 6 yang ditayangkan TV swasta SCTV, seperti tayangan pada tanggal 27 Desember 2005, seorang istri tega menyiram suaminya dengan air panas. Pada tanggal 29 Maret 2006 seorang ibu rumah tangga menusuk suaminya sendiri di bagian dada dan punggungnya. Baru-baru ini pada tanggal 7 April 2006 seorang istri menyiram suaminya dengan minyak goreng mendidih. Sungguh sesuatu yang tidak wajar, selain sangat kejam, hal tersebut juga merupakan suatu pukulan bagi kaum pria karena diberlakukan kejam oleh istrinya sendiri. Keluarga yang terbentuk dari sebuah perkawinan antara laki-laki dengan perempuan, pada dasarnya adalah sama-sama membina bahtera rumah tangga. Agar tercipta kebahagian kedua belah pihak dan seluruh keluarga. Sering dijumpai kerikil-kerikil yang menyebabkan hilangnya komitmen saling sayang menyayangi atau saling mencintai, yang terpatri ketika masih pengantin baru. Kerikil-kerikil yang masih sedikit harus dikikis bersama, untuk dihilangkan sebelum menjadi tumpukan yang menggunung. Jangan ditabrak karena tidak mustahil akan mengelincir kehidupan rumah tangga kepada kehancuran. Jangan pula kerikil tersebut dipungut kemudian dilemparkan kepada sesama anggota keluarga, atau disimpan untuk dijadikan senjata yang ampuh dalam menyerang sesama anggota keluarga.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 10 Jul 2012 04:25
Last Modified: 10 Jul 2012 04:25
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/11676

Actions (login required)

View Item View Item