Syariah & Kehidupan PUASA

Sarwat, Ahmad (2010) Syariah & Kehidupan PUASA. Muhammadiyah Articles (13795).

[img]
Preview
Text
puasa.ps

Download (2MB) | Preview

Abstract

Benarkah Wanita Haid Boleh Tetap Puasa? Assalamu'alaikum warahmatulllahi wabarakatuh. Ustadz, ada yang mengatakan bahwa wanita haid tetap melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan dengan alasan hadist dari 'Aisyah: nahnu nukmaru bi qadhais shaum wala nukmaru biqadhais shalah. Kata qadha diartikan dengan "melaksanakan" berdasarkan pengartian kalimat qadha pada firman Allah dalam surah al-jum'ah: fa idza qudhiyatis shalah fantasyiru fil ard. Lalu apakah pengertian itu benar adanya? Assalamu'alaikum warahmatulllahi wabarakatuh, Haramnya wanita yang sedang haidh berpuasa telah menjadi ijma' para ulama sejak 14 abad yang lalu. Padahal ijma' itu sedikit sekali jumlahnya. Sehingga kalau para ulama sampai pada titik ijma', berarti niai kebenarannya sudah nyaris mutlak. Ijma' ulama sampai kepada hukum dosa bagi wanita yang secara sengaja melakukan puasa dengan niat ibadah pada hari-hari haidhnya. Artinya, berpuasa saat haidh bagi wanita bukan hanya terlarang, bahkan sampai melahirkan dosa. Sehingga penafsiran seperti yang anda sebutkan itu dengan sendirinya telah batal. Sebab yang dimaksud dengan "qadhais shaum" di dalam hadits itu bukanlah mengerjakan puasa saat haid, melainkan mengqadha' (membayar hutang) puasa di hari lain, sementara di hari itu haram untuk dilakukan. Dan keharaman puasa wanita yang haidh itu bukan hanya dilandaskan pada ijma' semata, melainkan juga berlandasan kepada hadits Rasulllah SAW, selain dari hadits yang anda sampaikan itu.

Item Type: Article
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > Muhammadiyah Articles
Divisions: Others
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 27 Mar 2012 02:59
Last Modified: 27 Mar 2012 02:59
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/1165

Actions (login required)

View Item View Item