ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENINGKATAN PRODUKSI KERAJINAN SONGKOK (Studi Pada Industri Kerajinan Songkok di Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik)

WIDODO, DONY (2006) ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENINGKATAN PRODUKSI KERAJINAN SONGKOK (Studi Pada Industri Kerajinan Songkok di Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISIS_FAKTOR-FAKTOR_YANG_MEMPENGARUHI_PENINGKATAN_PRODUKSI_KERAJINAN_SONGKOK(Studi_Pada_Industri_Kerajinan_Songkok_di_Kecamatan_Gresik_Kabupaten_Gresik).pdf

Download (6kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini merupakan studi survei pada industri kerajinan songkok di Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik dengan judul Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Peningkatan Produksi Kerajinan Songkok Di Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik . Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik, faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan produksi industri kerajinan songkok di Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik. Penelitian ini mengambil hipotesa yaitu Diduga faktor modal dan tenaga kerja mempengaruhi tingkat produksi industri kerajinan songkok di Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik. Alat analisis yang digunakan adalah analisa deskriptif kuantitatif yaitu dengan menggambarkan, memaparkan dan menjelaskan tentang industri kerajinan songkok dalam bentuk tabulasi, analisa regresi linier berganda menggunakan rumus sebagai berikut Y = a + bX1 + bX2 + ei dengan keterangan bahwa Y = Produksi, a = konstan, bX1 = modal, bX2 = tenaga kerja. Dari hasil perhitungan diketahui industri kerajinan songkok memiliki fungsi regresi sebagai berikut Y = -239107,3 +1,816 X1 + 0,526 X2 dengan R-Square sebesar 0,989. Hasil uji F diketahui F hitung > F tabel ( 915,714 > 19,50 ) dan dari hasil ujit diketahui t hitung pada varibel X1 (modal sebesar 12,043 > t tabel (1,73) sedangkan t hitung pada variabel X2 (tenaga kerja) sebesar 0,4 < t tabel 1,73. Berdasarkan hasil analisa diatas disimpulkan industri kerajinan songkok memiliki nilai produksi rata-rata Rp 8.250.000 Rp 43.200.000 dengan prosentase 77 %, modal kerja rata-rata sebanyak Rp 4.230.000 Rp 23.475.000 dengan prosentase 82%, biaya upah tenaga kerja rata-rata sebanyak Rp 375.000 Rp 2.790.000 dengan prosentase 86 % dan pendapatan bersih rata-rata sebanyak Rp 3.645.000 Rp 17.672.000 dengan prosentase 77 %. Variabel X1 (modal) berpengaruh positif sedangkan variabel X2 (tenaga kerja) berpengaruh negatif terhadap peningkatan produksi pada industri kerajinan songkok di Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik. Maka peneliti memberikan saran bagi pengusaha industri kerajinan songkok agar dikembangkan dengan penambahan modal sehingga produksi meningkat dan memperoleh keuntungan maksimal.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Faculty of Economic > Department of Economics and Development Studies
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 10 Jul 2012 03:20
Last Modified: 10 Jul 2012 03:20
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/11631

Actions (login required)

View Item View Item