ANALISIS KINERJA KEUANGAN ANGGARAAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH (Studi Pada Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta)

Harto, Arief Budi (2006) ANALISIS KINERJA KEUANGAN ANGGARAAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH (Studi Pada Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISIS_KINERJA_KEUANGANANGGARAAN_PENDAPATAN_DAN_BELANJA_DAERAH.pdf

Download (87kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus terhadap objek penelitian yang dipilih, yaitu pada Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta dengan periode empat tahun, yaitu periode tahun 2001 sampai dengan tahun 2004 dengan judul “Analisis Kinerja Keuangan Daerah (Studi pada Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengukur perkembangan kinerja keuangan daerah yang selama ini dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Alat analisa yang digunakan untuk mengetahui kinerja keuangan Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta adalah dengan menggunakan rasio kemandirian, rasio efektifitas dan efisiensi, rasio aktifitas, Debt Coverage Service Ratio, dan rasio pertumbuhan. Dari hasil analisa dari penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta dalam memperoleh dan mengelola keuangan daerahnya secara umum sudah baik. Hasil perhitungan rasio kemandirian menunjukkan bahwa ketergantungan daerah dalam membiayai kebutuhannya masih rendah. Dari perhitungan rasio efektifitas menunjukkan bahwa kinerja pemerintah daerah dalam memungut Pendapatan Asli Daerah selalu melebihi dari target yang telah ditetapkan. Dari perhitungan rasio efisiensi menunjukkan bahwa peningkatan biaya pemungutan pendapatan asli daerah relatif rendah, sedangkan realisasi pendapatan asli daerah semakin tinggi. Dari hasil perhitungan rasio aktifitas menunjukkan bahwa penggunaan dana APBD untuk dua tahun terakhir (tahun 2003 dan 2004) lebih banyak digunakan untuk kegiatan pembangunan. Sedangkan penggunaan dana APBD untuk belanja operasional yang bersifat rutin relatif lebih kecil. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian pemerintah dalam dua tahun terakhir (2003 dan 2004) untuk kebutuhan pembangunan dalam 21 sektor semakin besar. Dari hasil perhitungan Debt Coverage Service Ratio menunjukkan bahwa Pemerintah Daerah memiliki kemampuan untuk melakukan pinjaman karena rasio DSCR menunjukkan lebih dari 2,5. Dari hasil perhitungan rasio pertumbuhan menunjukkan bahwa rata-rata pertumbuhan pendapatan tiap tahun lebih kecil atau hanya sebesar 27% dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan belanja tiap tahunnya atau sebesar 45%. Ini menandakan laju pertumbuhan belanja lebih cepat dibandingkan dengan laju pertumbuhan rata-rata pendapatan tiap tahun. Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis dapat memberikan saran kepada Pemerintah daerah untuk mempertahankan dan meningkatkan pertumbuhan daerah yang telah dicapai dengan mengoptimalkan potensi daerah.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Faculty of Economic > Department of Accounting
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 09 Jul 2012 06:59
Last Modified: 09 Jul 2012 06:59
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/11576

Actions (login required)

View Item View Item