PENGARUH KARAKTERISTIK BUDAYA PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk CABANG PASURUAN

WINARTI, WINARTI (2006) PENGARUH KARAKTERISTIK BUDAYA PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk CABANG PASURUAN. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENGARUH KARAKTERISTIK BUDAYA PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN.pdf

Download (85kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus pada PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk cabang Pasuruan dengan judul “Pengaruh Karakteristik Budaya Perusahaan terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk cabang Pasuruan”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana karakteristik budaya dan tingkat kinerja karyawan pada PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk cabang Pasuruan. Dalam penelitian ini penulis mengambil dua hipotesis, yaitu ada pengaruh dari karakteristik budaya organisasi terhadap kinerja karyawan yang terdiri dari inovasi dan pengambilan resiko, perhatian kerincian, orientasi hasil, orientasi orang, orientasi tim, keagresifan, dan kemantapan terhadap kinerja karyawan pada PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk cabang Pasuruan; dan variabel orientasi orang (X4) tidak terbukti yang paling dominan diantara variabel lain, karena variabel kemantapan (X7) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk cabang Pasuruan. Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui bagaimana karakteristik budaya dan tingkat kinerja karyawan pada PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk cabang Pasuruan adalah menggunakan teknik rentang skala, uji F, Uji T, dan analisis regresi linier berganda. Dari kriteria rata-rata rentang skala yang diperoleh dapat diambil kesimpulan bahwa variabel yang diteliti masuk pada kriteria tertentu. Hasil perhitungan dengan menggunakan rentang skala untuk variabel Inovasi dan Pengambilan Resiko (X1) diperoleh rata-rata skor 162,7 yang masuk pada kriteria sangat kuat, Perhatian Kerincian (X2) diperoleh rata-rata skor 171,7 yang masuk pada kriteria sangat kuat, Orientasi Hasil (X3) diperoleh rata-rata skor 173 yang masuk pada kriteria sangat kuat, Orientasi Orang (X4) diperoleh rata-rata skor 168,7 yang masuk pada kriteria sangat kuat, Orientasi Tim (X5) diperoleh rata-rata skor 178 yang masuk pada kriteria sangat kuat, Keagresifan (X6) diperoleh rata-rata skor 179,7 yang masuk pada kriteria sangat kuat, Kemantapan (X7) diperoleh rata-rata skor 179,7. Sedangkan pada variabel kinerja karyawan diperoleh total rata-rata skor 165,25 yang masuk pada kriteria sangat baik. Besarnya nilai Fhitung adalah 4.466 dan Ftabel sebesar 2.26, sedangkan nilai t hitung untuk variabel Inovasi dan Pengambilan Resiko (X1) adalah 1,884, Perhatian Kerincian (X2) adalah 1,864, Orientasi Hasil (X3) adalah 2,241, Orientasi Orang (X4) adalah 2,411, Orientasi Tim (X5) adalah 1,688, Keagresifan (X6) adalah 1,693, Kemantapan (X7) adalah 1,748. Dari hasil analisis regresi diperoleh besarnya koefisien regresi dan persamaannya persamaan regresi untuk variabel karakteristik budaya perusahaan terhadapa kinerja karyawan yang ada pada PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk cabang Pasuruan adalah sebagai berikut : Y = 0,820 + 0.252 X1 + 0.264 X2 + 0.346 X3 + 0.302 X4 + 0.342 X5 + 0.547 X6+ 0.572 X7 + e Dari hasil perhitungan rentang skala, uji F, dan Uji t, hal ini dapat ditunjang dengan pimpinan yang bertindak sebagai pengambil keputusan dan penilaian kinerja para karyawannya. Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis dapat mengimplikasikan bahwa sebaiknya PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk cabang Pasuruan menitik beratkan pada karakteristik budaya organisasi, maka perlu kiranya perusahaan meningkatkan budaya kerja perusahaan. Terutama untuk variabel kinerja karyawan yaitu pada indikator kualitas kerja mempunyai nilai total skor indikator paling rendah yaitu 160. Oleh karena itu diharapkan kepada perusahaan untuk selalu mengontrol tingkat kerapian hasil kerja karyawan, baik menciptakan suatu produk maupun pemasangan telepon baru dan perbaikan telepon. Disarankan bagi perusahaan untuk lebih meningkatkan dan mempertahankan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan sesuai dengan budaya yang diterapkan di perusahaan. Bagi pimpinan perusahaan sebaiknya memberikan arahan kepada bawahan agar karyawan lebih inovatif dalam melakukan pekerjaan dan karyawan lebih bertanggung jawab/ mampu menanggung resiko atas kesalahan yang dilakukan dalam bekerja. Usulan bagi perusahaan, sebaiknya kedisiplinan perlu ditegakkan lagi, agar tidak ada karyawan yang terlambat, dan diberi sanksi tegas bagi karyawan yang masih terlambat, karena disiplin dapat menjamin keberhasilan suatu usaha yang akan dicapai. Dalam hal penilaian kinerja karyawan yang dilakukan manajer atasan langsung hendaknya point penilaian bersifat transparan agar karyawan tahu dan berusaha untuk dapat mencapai predikat baik dalam kinerjanya. Dan dapat dijadikan motivasi bagi karyawan. Maka, karyawan akan tahu kriteria penilaian kinerja karyawan dan sanksi tertentu yang dibebankan bagi karyawan yang tidak optimal kinerjanya.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Economic > Department of Management
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 09 Jul 2012 04:42
Last Modified: 09 Jul 2012 04:42
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/11541

Actions (login required)

View Item View Item