PENGARUH DOSIS SARI SELEDRI (Apium graveolens L.) TERHADAP KECEPATAN JELAJAH TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) PADA LABIRIN

WINDRA ARINI, ERMA (2006) PENGARUH DOSIS SARI SELEDRI (Apium graveolens L.) TERHADAP KECEPATAN JELAJAH TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) PADA LABIRIN. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENGARUH_DOSIS_SARI_SELEDRI.pdf

Download (87kB) | Preview

Abstract

Pemberian nutrisi bergizi tinggi yang berkaitan dengan pembentukan dan perkembangan otak merupakan salah satu cara pembentukan kecerdasan pada anak. Salah satu nutrisi penting untuk perkembangan sel otak yaitu kolin yang berfungsi sebagai penyedia subtract untuk membentuk neurotransmitter, asetikolin. Asitekolin merupakan transmiter molekul yang paling penting dalam penyampaian informasi. Salah satu tanaman yang mengandung kolin adalah seledri (Apium graveolens L.). kolin dapat memperbaiki ruang-ruang pada otak yang dapat menambah kapasitas memori dan daya ingat sehingga pemenuhan tubuh akan kolin dapat meningkatkan kecerdasan yang dapat diaplikasikan pada berbagai jenis hewan yang lain, termasuk juga pada manusia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh sari seledri terhadap kecepatan jelajah tikus putih pada labirin untuk mengetahui dosis yang memberikan pangaruh kecepatan jelajah tikus tertinggi pada labirin. Jenis penelitian ini true experimental research dengan the Static Group Comparison; Randomized Control Group Only Design. Penelitian yang digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Tikus dibagi menjadi 5 kelompok yang masing-masing terdiri 5 ekor. Kelompok PO (kelompok control negative tanpa perlakuan), kelompok P1 (kelompok pemberian sari seledri 1 ml), kelompok P2 (kelompok pemberian sari seledri 1,2 ml), kelompok P3 (kelompok pemberian sari seledri 1,4 ml), dan kelompok P4 (kelompok pemberian susu bendera Frisian Flag 123). Parameter kecerdasan yaitu kecepatan tikus menjelajahi pintu masuk labirin sampai meenemukan makanan di pintu keluar labirin model multiple T dengan 4 putran arah mengahadap timur, selatan, barat dan utara. Dengan analisis (ANAVA) satu arah yang dilanjutkan dengan uji BNT (beda Nyata Terkecil) hasil yang diperoleh menunjukkan tikus kelompok P1, P2, P3 dan P4 berpengaruh nyata terhadap kecepatan jelajah tikus putih pada labirin. Dosis yang memberikan pengaruh kecepatan jeljah tikus putih tertinggi pada labirin yaitu dosis sari seledri 1 ml yang mampu menyamai dosis susu bendera Frisian Flag 123, 2 ml yang sudah dipercaya penting untuk perkembangan sel otak. Sedangakan dosis sari seledri 1,2 ml dan 1,4 belum mampu memberikan pengaruh kecepatan jelajah tiikus putih tertinggi pada labirin secara signifikan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Teacher Training and Education > Department of Biology Education
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 09 Jul 2012 04:41
Last Modified: 09 Jul 2012 04:41
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/11540

Actions (login required)

View Item View Item