KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI PEKERJA SEKTOR INFORMAL DAN PERANANNYA DALAM MENUNJANG PENDAPATAN KELUARGA (Studi Pada Pekerja Sektor Informal Di Wisata Kebun Teh Wonosari Kecamatan Singosari Kabupaten Malang)

Handayani, Anita (2006) KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI PEKERJA SEKTOR INFORMAL DAN PERANANNYA DALAM MENUNJANG PENDAPATAN KELUARGA (Studi Pada Pekerja Sektor Informal Di Wisata Kebun Teh Wonosari Kecamatan Singosari Kabupaten Malang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img] Text
KARAKTERISTIK_SOSIAL_EKONOMI_PEKERJA_SEKTOR_INFORMALDAN_PERANANNYA_DALAM_MENUNJANG_PENDAPATANKELUARGA(_Studi_Pada_Pekerja_Sektor_Informal_Di_Wisata_Kebun_Teh_WonosariKecamatan_Singosari_Kabupaten_Malang_).pdf

Download (180B)

Abstract

Penelitian ini adalah studi kasus pada pekerja sektor informal di Wisata Kebun Teh Wonosari dengan judul Karakteristik Sosial Ekonomi Pekerja Sektor Informal Dan Peranannya Dalam Menunjang Perekonomian Keluarga ( Studi Pada Pekerja Sektor Informal Di Wisata Kebun Teh Wonosari Kecamatan Singosari Kabupaten Malang ) . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik sosial ekonomi pekerja sektor informal dan pendapatan yang diperoleh dalam menunjang perekonomian keluarga di Wisata Kebun Teh Wonosari Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Peneliti menggunakan data primer didapat dari hasil pengamatan, penyebaran kuisioner dan wawancara langsung dengan responden, data skunder dari Kantor Desa dan literatur-literatur yang berhubungan dengan penelitian. Peneliti mengambil sampel 44 pekerja sektor informal yang ada di kawasan Wisata Kebun Teh Wonosari. Untuk mengolah data yang diperoleh, peneliti menggunakan metode deskriptif dengan mengemukakan rata rata yang diperoleh dari obyek penelitian untuk kemudian dianalisa menggunakan rumus prosentase sederhana dan disajikan dalam bentuk tabel. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa golongan umur yang paling banyak adalah 39 47 tahun, tingkat pendidikan pekerja sektor informal yang terbanyak adalah SD / Tidak tamat SD yang besarnya 52,3%. Sebagian besar dari pekerja sektor informal berstatus telah menikah yaitu 90,9% dengan jumlah tanggungan ekonomi 2 atau 3 orang. Lama kerja pekerja sektor informal yang paling besar jumlahnya antara 6 7 tahun. Jenis dagangan pekerja sektor informal kebanyakan berjualan bakso (18,2%), makanan (nasi) dan minuman (11,4%), dimana dagangan tersebut sebagian besar seluruhnya milik sendiri. Alasan mereka bekerja disektor informal karena tidak ada pekerjaan lain guna pemenuhan kebutuhan sehari hari, dan ada responden yang sebelumnya pernah bekerja sebelum bekerja disektor informal yaitu sebagai buruh dikebun teh. Kebanyakan modal yang digunakan merupakan modal sendiri dengan prosentase 70,4% dengan rata rata > Rp2.000.000,00. Pekerja sektor informal membayar biaya ijin usaha (sewa) sebesar Rp31.000,00 Rp40.000,00 dengan prosentase 47,7% yang dibayarkan perbulan. Waktu berjualan sebagian besar dilakukan pada pagi sampai sore hari dengan rata rata 5 10 jam perhari. Dalam menjalankan usahanya ada pekerja sektor informal yang menggunakan tenaga kerja lain sebanyak 1-2 orang dengan prosentase 36,36%, yang berasal dari anggota keluarga sendiri sebesar 31,8%. Tenaga kerja yang dipekerjakan mendapat upah/gaji dengan cara harian sebesar 11,4%. Pengeluaran untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari pekerja sektor informal sebanyak Rp 21.000,00-Rp 30.000,00 dengan prosentase (54,5%), sedangkan rata-rata pendapatan perbulannya > Rp 1.000.000,00 atau sebesar 47,7% dari jumlah responden yang diteliti.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Faculty of Economic > Department of Economics and Development Studies
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 09 Jul 2012 03:28
Last Modified: 09 Jul 2012 03:28
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/11514

Actions (login required)

View Item View Item