ANALISIS SEMIOTIK PADA FILM RINDU KAMI PADA MUKARYA GARIN NUGROHO

Wahyudi, Endra (2006) ANALISIS SEMIOTIK PADA FILM RINDU KAMI PADA MUKARYA GARIN NUGROHO. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISIS_SEMIOTIK_PADA_FILM_RINDU_KAMI_PADAMUKARYA_GARIN_NUGROHO.pdf

Download (85kB) | Preview

Abstract

Film Rindu Kami PadaMu ini awalnya dibuat untuk menyambut suasana lebaran dan mendapat sambutan hangat dari para penggemar sutradara berbakat Garin Nugroho. Adapun alasan mereka tertarik pada film ini, selain alur cerita yang mudah dicerna. Film ini juga memiliki banyak tanda, seperti tanda pendidikan, moral, Ajaran Islam dan lain-lain. Melihat hal itu peneliti tertarik memfokuskan penelitian pada makna tanda Ajaran Islam pada film Rindu Kami PadaMu karya Garin Nugroho. Agar mempermudah proses penelitian, peneliti memfokuskan dalam rumusan masalah yaitu bagaimanakah makna Ajaran Islam pada film Rindu Kami PadaMu karya Garin Nugroho. Adapun tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna tanda Ajaran Islam pada film Rindu Kami PadaMu. Selanjutnya berdasar dari kata kunci yang ada pada judul, peneliti menggunakan kerangka pikiran dari salah satu Surat yang ada didalam Al-Quran. didalam Al-Quran dengan tegar mengungkapakan bahwa kita semua harus menjadi umat yang menyeru pada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Kita juga dikatakan umat terbaik yang salah satu cirinya adalah menyeru pada kebaikan (amar ma’ruf) dan mencegah pada kemungkaran (nahi munkar) (Qs. Ali Imran 110). Berikutnya peneliti menggunakan tipe penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode semiotic menurut Roland Barthes. Disini tanda dimaknai secara denotasi dan konotasi tanpa mengesampingkan mitos yang ada, untuk memperoleh gambaran atau pengertian yang bersifat umum dan relative menyeluruh dan mencakup permasalahan yang diteliti. Dengan teknik analisis data diatas peneliti mampu menangkap banyak tanda-tanda Ajaran Islam salah satunya pada scene ketika kakak Bimo sedang Komad. Dari sini peneliti menemukan makna denotasi yang disampaikan oleh sutradara yaitu kakak Bimo yang sedang komad kemudian Pak Guru sebagai Imam meminta agar para Jamaah sholat segera merapatkan barisan dan jangan menimbulkan kegaduhan. Selanjutnya peneliti menangkap makna konotasi yaitu dimanapun kita berada jika mendengar suara Adzan ataupun Khomad hendaknya segera mengambil air Wudlu dan laksanakan ibadah sholat, hal ini adalah salah satu Ajaran yang mengajarkan untuk jangan menunda-nunda sholat jika sudah tiba pada waktunya. Imam Yang bertindak sebagai pemimpin dalam sholat hendaknya memberi contoh yang baik dan memberikan peringatan untuk melakukan kebaikan Dari analisis diatas peneliti menyimpulkan Ajaran Islam menjadi suatu kebutuhan dan kewajiban setiap Umat Islam, karena Ajaran Islam mengajarkan kebaikan dan kebenaran saat mereka menjalani hidupnya di dunia ini. Sebagai manusia hendaknya memahami dan mengamalkan ajaran islam karena ajaran islam selalu hadir dalam setiap kehidupan yang ada di masyarakat. Dalam memahami tanda-tanda Ajaran Islam yang ada didalam film Rindu Kami PadaMu ternyata Ajaran Islam begitu dekat dengan kehidupan, untuk itu agar manusia senantiasa mengamalkannya. Saran penulis secara praktis, dapat menjadi masukan bagi sineas muda dalam menghasilkan film yang berkualitas. Sehingga film dapat menjadi representasi realitas soial budaya dan media transformasi bagi pesan atau nilai-nilai budaya dalam masyarakat.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Sience
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 07 Jul 2012 05:20
Last Modified: 07 Jul 2012 05:20
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/11453

Actions (login required)

View Item View Item