PERANAN CRITICAL SUCCESS FACTOR DALAM PENERAPAN ACTIVITY BASED COSTING PADA RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH LAMONGAN

HIDAYAT, MACHFUD (2006) PERANAN CRITICAL SUCCESS FACTOR DALAM PENERAPAN ACTIVITY BASED COSTING PADA RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH LAMONGAN. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PERANAN_CRITICAL_SUCCESS_FACTOR_DALAM_PENERAPANACTIVITY_BASED_COSTING_PADA_RUMAH_SAKITMUHAMMADIYAH_LAMONGAN.pdf

Download (52kB) | Preview

Abstract

Salah satu contoh perusahaan jasa yang multy product adalah rumah sakit, disamping perusahaan jasa pelayanan kesehatan, yang meliputi poliklinik spesial, laboratorium, pemeriksaan kehamilan, rumah bersalin, operasi, rawat inap, rumah sakit merupakan organisasi non profit tetapi harus memperhatikan tuntutan pasar agar dapat bersaing. Activity Based Costing merupakan salah satu alternative yang dapat digunakan untuk menghitung biaya produk. Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan merupakan salah satu dari tiga rumah sakit yang ada dilamongan sebagai pesaing. Oleh karena itu, identifikasi Critical Succes Factors merupakan hal yang penting bagi manajemen RSML dalam membantu menentukan tarif rawat inap dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan. CSFs dalam penerapan ABC dan untuk mengetahui informasi yang dihasilkan dari metode ABC agar dapat digunakan dalam melakukan perbaikan terus menerus oleh manajemen RSML. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif karena lebih mengutamakan pada manfaat dari analisis CSFs. Penelitian difokuskan pada perhitungan harga pokok jasa layanan rawat inap perhari berdasarkan efektifitas pada RMSL sehingga penelitian ini perlu mengidentifikasikan aktifitas rawat inap yang bernilai tambah dan yang tidak bernilai tambah misalnya: Kunjungan Dokter, Perawat, Pembebanan Listrik dan lain-lain. Metode perhitungan biaya rawat inap yang digunakan oleh RSML saat ini adalah metode perhitungan biaya produk secara konvensional. RSML menghitung biaya produk atau biaya rawat inap, yaitu dengan menjumlahkan semua biaya operasional atau biaya yang timbul pada ruang rawat inap yang ada pada rumah sakit tersebut dan menambahkan dengan biaya tak langsung lain yang terkait dengan ruang rawat inap selama satu tahun. RSML belum melakukan pengidentifikasian CSFs, akibatnya ukuran untuk mendapatkan informasi mengenai tarif rawat inap belum diperoleh dengan lebih baik. Setelah melakukan identifikasi CSFs dalam penerapan ABC pada unit rawat inap di RSML dapat diuraikan bahwa RSML masih menggunakan sistem tradisional sehingga informasi yang dihasilkan kurang akurat dan disarankan agar sistem tradisional yang digunakan oleh RSML diubah dengan menggunakan metode ABC agar dapat mendukung pelaksanaan perbaikan terus menerus untuk meningkatkan mutu dan pelayanan pada konsumen di RSML.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Faculty of Economic > Department of Accounting
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 07 Jul 2012 04:02
Last Modified: 07 Jul 2012 04:02
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/11420

Actions (login required)

View Item View Item