PERANAN THANATOLOGI DALAM MEMBANTU PROSES PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN (Studi di Polresta Malang dan RSU Saiful Anwar Malang)

Wardani Abda T, Azizah (2006) PERANAN THANATOLOGI DALAM MEMBANTU PROSES PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN (Studi di Polresta Malang dan RSU Saiful Anwar Malang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PERANAN_THANATOLOGI_DALAM_MEMBANTU_PROSES_PENYIDIKAN.pdf

Download (86kB) | Preview

Abstract

Saat ini IP'TEK (ilmu pengetahuanan dan teknologi) telah mengalami perkembangan yang sangat pesat dan memberi banyak pengaruh baik positif maupun negative. Dampak positifnya adalah tingkat pengetahuan masyarakat yang semakin naik yaitu informasi antar Negara yang serba aktual. Sedang dampak negatifnya adalah meningkatnya tingkat kriminalitas baik secara kwalitas maupun kwantitas seperrti tindak pidana pembunuhan yang dilakukan dengan modus yang beraneka ragam. Untuk mengatasi masalah tersebut diatas maka penyidik harus dibekali dengan ilmu Forensik khususnya thanatologi guna membantu penyidikan tindak pidana pembunuhan. Selain itu juga perlu sarana yang mendukung penyidikan yaitu Laboratorium Forensik. Thanatologi berasal dari kata thanatos, yang berarti (mati) atau ilmu yang mem pelajari tentang kematian seseorang. Adapun tujuan dari pemeriksaan Thanatologi adalah untuk mengetahui sebab-sebab dan tanda-tanda kematian seorang yang telah meninggal dunia, apakah kematiannya wajar atau tidak. Thanatologi mempunyai peranan yang sangat penting bagi penyidik dalam penyidikan guna mengungkap suatu perkara tindak pidana pernbunuhan. Adapun peranan thanatologi dalam membantu proses penyidikan tindak pidana -:-Iihunuhan adalah sebagai berikut: 1. Memudahkan penyidikan dalam mencari dan mengumpulkan barang bukti yang Aa di TKP (tempat kejadian perkara) 2. Untuk mengetahui tempat atau locus delicti itu terjadi 3. Untuk mengetahui kapan kejadian/ peristiwa itu terjadi 4. Untuk mengetahui penyebab dari kematian itu sendiri. Sedang penyebab kematian seseorang biasanya dapat diketahui dengan cara melihat lebab mayat yang ada ditubuh korban. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa latar belakang digunakan thanatologi forensick adalah untuk mengetahui apakah seseorang betul-betul telah meninggal dunia atau belum. Dalam menangani suatu perkara tindak pidana pembunuhan pihak penyidik Polresta Malang mengalami kesulitan karena terbatasnya pihak penyidik yang menguasai ilmu forensik khususnya thanatologi forensic karena ilmu-ilmu dasar forensikhanya diberikan kepada para penyidik ditingkat POLDA (Polisi Daerah), sedang ditingkat POLWIL (Polisi Wilayah) dan ditingkat POLRES (Kepolisian Resort) dibantu oleh dokter

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 07 Jul 2012 03:10
Last Modified: 07 Jul 2012 03:10
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/11387

Actions (login required)

View Item View Item