PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI KALSIUM HIDROKSIDA (Ca(OH)2) TERHADAP KUALITAS MANISAN KERING TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.)

HANIK, UMI (2006) PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI KALSIUM HIDROKSIDA (Ca(OH)2) TERHADAP KUALITAS MANISAN KERING TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENGARUH_BERBAGAI_KONSENTRASI_KALSIUM_HIDROKSIDA.pdf

Download (149kB) | Preview

Abstract

Kelebihan produksi tomat menyebabkan buah tomat menjadi rusak dan membusuk. Hal ini disebabkan oleh pasar yang hanya menyerap dalam jumlah sedikit, sehingga harga tomat pun menjadi turun dan dapat mengurangi pendapatan para petani tomat. Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu dilakukan upaya penekanan kehilangan hasil, baik kuantitas maupun kualitasnya. Salah satunya, pemanfaatan tomat sebagai produk alternatif manisan kering agar nilai ekonominya menjadi tinggi. Manisan merupakan salah satu produk yang mengandung kadar gula tinggi. Dengan kadar gula tinggi ini, produk manisan dapat disimpan dalam jangka waktu yang relatif lama. Rumusan masalah dalam pelitian ini adalah (1) adakah pengaruh berbagai konsentrasi kalsium hidroksida (Ca(OH)2) terhadap kualitas manisan kering tomat (Lycopersicum esculentum Mill)?, (2) Pada konsentrasi kalsium hidroksida (Ca(OH)2) berapakah yang menghasilkan kualitas manisan kering tomat (Lycopersicum esculentum Mill) yang paling baik?. Jenis penelitian ini adalah eksperimen sungguhan. Desain penelitian yang digunakan adalah The Postest-Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah tomat varietas keriting: berbentuk lonjong, kulit sedikit keras dan tebal, warna merah, segar, panjang ( =5,8 cm), diameter ( = 4,7 cm), berat ( =71,65 gram). Jumlah Sampel yang digunakan adalah 12 kg tomat dibagi menjadi 24 kelompok (6 perlakuan dan 4 ulangan).Variabel bebas dalam penelitian ini adalah konsentrasi Ca(OH)2. Variabel tergantungnya adalah kualitas manisan kering tomat (Lycopersicum esculentum Mill.), meliputi kadar air (%), kadar gula reduksi (%), kadar vitamin C (%), dan organoleptik (rasa, warna, bau, dan tekstur). Variabel kontrolnya adalah lama perendaman dalam larutan Ca(OH)2 (12 jam), blancing dalam Na-bisulfit (5 menit), lama perendaman dalam larutan gula 40% (24 jam), dan pengeringan dalam oven listrik (6 jam, 50ºC). Rancangan percobaan menggunakan RAL. Analisis data kadar air, gula reduksi, dan vitamin C (Anava satu arah), sedangkan organoleptik menggunakan analisis Kruskal Wallis. Berdasarkan hasil uji Anava satu arah diperoleh Fhit > Ftab (α = 1%) menunjukkan bahwa konsentrasi Ca(OH)2 berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, kadar vitamin C, kadar gula reduksi, dan organoleptik (warna, rasa, aroma, dan tekstur) manisan kering tomat. Dari hasil uji Duncan’s (α = 1%) menunjukkan, konsentrasi Ca(OH)2 yang baik untuk memperbaiki kualitas manisan kering tomat adalah konsentrasi Ca(OH)2 5%. Disarankan ada penelitian lanjutan terhadap pemanis buatan, benda asing, zat warna, bahan pengawet sulfit, cemaran logam, dan pemeriksaan mikrobiologi manisan kering tomat.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Teacher Training and Education > Department of Biology Education
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 06 Jul 2012 03:40
Last Modified: 06 Jul 2012 03:40
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/11264

Actions (login required)

View Item View Item