ANALISA KRITIS RUMUSAN PASAL 420 RUU KUHP TENTANG PERSETUBUHAN (SUATU PEMIKIRAN KE ARAH PEMBAHARUAN HUKUM PIDANA)

Fitria, Fitria (2006) ANALISA KRITIS RUMUSAN PASAL 420 RUU KUHP TENTANG PERSETUBUHAN (SUATU PEMIKIRAN KE ARAH PEMBAHARUAN HUKUM PIDANA). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISA_KRITIS_RUMUSAN_PASAL_420_RUU.pdf

Download (86kB) | Preview

Abstract

Merebaknya kasus-kasus kehamilan diluar nikah, aborsi ilegal dan pembunuhan bayi yang dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri karena anak tersebut merupakan hasil dari hubungan seksual diluar perkawinan, sering kali dipicu oleh persetubuhan yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang masing-masing tidak terikat dalam perkawinan yang sah. Dengan dicantumkannya peraturan tentang dilarangnya perbuatan persetubuhan yang dilakukan secara sukarela oleh laki-laki dan perempuan yang masing-masing tidak terikat perkawinan yang sah dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, tepatnya pada Pasal 420 maka diharapkan kasus-kasus tersebut dapat dikurangi. Namun menurut penulis, pasal tersebut masih memiliki kelemahan-kelemahan yang dapat disampingi sehingga penulis khawatir jika pasal 420 Rancangan Kitab Undan-undang Hukum Pidana tersebut kelak diterapkan dalam Undang-undang, maka pelaksanaannya tidak akan maksimal. Permasalahan dari penulis skripsi yang mengambil judul Analisis kritis Rumusan pasal 420 Rancangan Kitab Undang-undang hukum Pidana tentang persetubuhan yang dilakukan secara sukarela oleh laki-laki dan perempuan yang masing-masing tidak terikat dalam perkawinan yang sah ini dititik beratkan pada perbuatan persetubuhan secara sukarela yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang masing-masing tidak terikat dalam perkawinan yang sah dipandang dari nilai-nilai yang ada dalam masyarakat dan kelemahan-kelemahan yang ada dalam pasal 420 Rancangan Undang-undang Kitab Undang-undang Hukum Pidana yang meyebabkan pasal tersebut dinilai oleh penulis belum memenuhi kreteria untuk dijadikan Undang-undang di masyarakat. Metodologi yang digunakan untuk membahas permasalahan yang diajukan oleh penulis adalah dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif yaitu mencari, meneliti dan mengkaji rumusan pasal 420 Rancangan Undang-undang Kitab Undang-undang Hukum pidana sehingga dapat ditemukan kelemahan-kelemahan yang ada dalam pasal tersebut. Sedangkan untuk menganalisa data digunakan teknik analisa isi (content analysis) dari pasal 420 tersebut. Melalui penelitian ini, penulis menemukan kondisi masyarakat yang semakin renggang sehingga mengakibatkan adanya perubahan pandangan tentang seks dan persetubuhan yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang tidak terikat dalam perkawinan yang sah sebagai perbutan yang wajar untuk dilakukan meskipun masyarakat pun memahami bahwa perbuatan tersebut salah. Adanya kelemahan dalam pasal 420 Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana yang ,mengakibatkan pasal ini tidak akan dapat dilaksanakan dengan baik jika kelak diterapkan sebagai peraturan dalam masyarakat menyadarkan penulis bahwa sudah saatnya pemerintah membuat peraturan yang memadai untuk menaggulangi perbuatan ini dan memiliki langkah-langkah yang tepat untuk mendukung peraturan tersebut.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 05 Jul 2012 04:15
Last Modified: 05 Jul 2012 04:15
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/11128

Actions (login required)

View Item View Item