ANALISIS PERBANDINGAN POTENSI EKONOMI KAWASAN PENGEMBANGAN EKONOMI TERPADU TAMBORA (KAPET) DAN NON KAPET DI NTB

Firmansyah, Indra (2006) ANALISIS PERBANDINGAN POTENSI EKONOMI KAWASAN PENGEMBANGAN EKONOMI TERPADU TAMBORA (KAPET) DAN NON KAPET DI NTB. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISIS_PERBANDINGAN_POTENSI_EKONOMI_KAWASAN_PENGEMBANGAN_EKONOMI_TERPADU_TAMBORA_%28_KAPET_%29_DAN_NON_KAPET_DI_NTB.pdf

Download (4kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini merupakan analisis perbandingan potensi ekonomi Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu Tambora dengan kabupaten/kota yang ada di propinsi Nusa Tenggara Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan struktur dan pola pertumbuhan ekonomi, serta potensi ekonomi KAPET Tambora dan kabupaten/kota lainnya di Nusa Tenggara Barat. Dalam penelitian ini penulis mengunakan alat analisa Tipologi Klassen, dan Location Quontient. Dari hasil analisa menunjukkan bahwa struktur ekonomi yang dominan di KAPET Tambora (kabupaten Bima dan Dompu) adalah kelompok sektor primer terutama dari sektor pertambangan dan penggalian. Sedangkan pola pertumbuhan dikalasifikasikan menjadi dua, yaitu; kabupten Bima tergolong daerah berkembang cepat dan kabupaten Dompu tergolong daerah relatif tertinggal. Sektor yang berpotensi dikabupaten Bima adalah sektor pertambangan dan penggalian serta sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan. Di kabupaten Dompu yang paling berpotensi ada 4 sektor, yaitu; sektor pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, pengangkutan dan komunikasi dan sektor listrik, gas dan air bersih. Perbandingannya dengan kabupaten/kota lainnya di Nusa Tenggara Barat, yaitu; kabupaten Sumbawa Besar tergolong daerah cepat maju dan cepat tumbuh, yang lain; sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan dan sektor pertambangan dan pengalian. Kota Mataram tergolong daerah maju tertekan yang memiliki 8 sektor unggulan, antara lain; sektor Sektor Pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan. Industri pengolahan. Listrik dan air bersih. Bangunan. Perdagangan, hotel dan restoran. Pengangkutan dan telekomunikasi. Keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, dan jasa-jasa. Dan tiga kabupaten lainnya tergolong daerah relative tertinggal, kabupaten tersebut; kabupaten Lombok Barat dengan 2 sektor ekonomi unggulan, yaitu : Pertambangan dan penggalian, dan Industri pengolahan. Kabupaten Lombok Tengah dengan 3 Sektor ekonomi unggulan sektor tersebut adalah; Pertambangan dan penggalian, Listrik dan air bersih, dan Pengangkutan dan komunikasi. Kabupaten Lombok Timur dengan 4 sektor ekonomi unggulan sektor tersebut adalah ; Pertambangan dan penggalian, Listrik dan air bersih, Perdagangan, hotel dan restoran, dan Pengangkutan dan komunikasi.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Faculty of Economic > Department of Economics and Development Studies
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 05 Jul 2012 04:11
Last Modified: 05 Jul 2012 04:11
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/11125

Actions (login required)

View Item View Item