PERANAN DINAS PERHUBUNGAN DALAM PENERTIBAN ANGKUTAN LIAR DI KABUPATEN BANGKALAN

Fauzi, Nasrul (2006) PERANAN DINAS PERHUBUNGAN DALAM PENERTIBAN ANGKUTAN LIAR DI KABUPATEN BANGKALAN. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PERANAN_DINAS_PERHUBUNGAN_DALAM_PENERTIBAN_ANGKUTAN_LIARDI_KABUPATEN_BANGKALAN.pdf

Download (12kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh suatu keinginan untuk menggambarkan bagaimana : Peranan Dinas Perhubungan Dalam Penertiban Angkutan Liar Di Kabupaten Bangkalan. Selanjutnya permasalahan yang timbul adalah bagaimana peranan Dinas Perhubungan Kabupaten Bangkalan dalam penertiban angkutan liar. Untuk route trayek angkutan umum yang resmi di Kabupaten Bangkalan sebanyak 21 Route Trayek dengan jumlah kendaraan yang sudah mendapatkan ijin resmi sebanyak 836 Unit. Route trayek angkutan umum yang resmi dengan jumlah kendaraan dan jumlah penduduk tidak seimbang sehingga pelaksanaanya dapat terselesaikannya hanya 80 %, dan 20 % untuk angkutan yang tidak resmi. Sedangakan pihak pemerintah Kabupaten Bangkalan untuk melakukan razia sangat sulit karena kendaraan tersebut bernopol hitam seperti mobil pribadi, mobil yang digunakan bermerk, Espas, Carry, Mitsubshi T120 SS. Untuk memperjelas konsep dan teori maka peneliti telah melakukan pencarian melalui buku-buku ataupun dengan referensi-referansi yang lain semisal internet dan jurnal-jurnal sehingga akan lebih meyempurnakan lagi isi dari skripsi ini. Penjelasan ini selanjutnya menjelaskan tentang pertama bagaimana konsep peranan Dinas Hubungan pada umumnya yang terdiri dari pengertian peranan, fungsi peranan dan karetristik peranan, Kedua tentang konsep penertiban atau ketertiban Ketiga yaitu masalah jasa transportasi. Selanjutnya Penelitian ini menfokuskan pada rumusan masalah, pertama Bagaimana Peran Dinas Perhubungan Dalam Penertiban Angkutan Liar Di Kabupaten Bangkalan, Kedua, Apa Sajakah Hambatan-Hambatan Yang Mempengaruhi Yang Di Hadapi Dinas Perhubungan Dalam Penertiban Angkutan Liar Di Kabupaten Bangkalan. Jenis atau tipe yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah metode Wawancara yang berpedoman pada Interview Guide (Pedoman wawancara), Dokumentasi dan Observasi. Pada penelitian ini menggunakan populasi dan sampel. Sedangkan populasinya adalah seluruh seluruh pegawai dinas perhubungan Kabupaten Bangkalan, baik pegawai yang kontrak atau pengawai negeri sipil (PNS). Sedangkan yang menjadi sampel dari penelitian yang telah ditetapkan oleh peneliti adalah 5 orang, dengan teknik pengambilan sampel adalah teknik Porposive Sampling. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data sebagai berikut : Bahwa Peranan Dinas Perhubungan Kabupaten Bangkalan lebih penting bagi semua elmen masyarakat, karena bertugas untuk memberikan jasa pelayanan yang berupa jasa transportasi yang menyangkut kebutuhan pokok bagi semua masyarakat. Dinas Perhubungan dalam menjalankan tugas dan fungsi mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Bangkalan Nomor 14 Tahun 2004 tentang Susunan Organisasi Dan Tata kerja Dinas Perhubungan. Sebab akibat terjadinya angkutan liar yang terjadi Kabupaten Bangkalan diakibatkan terjadinya jumlah populasi masyarakat Kabupaten Bangkalan semakin meningkat sekitar 30 %, dan sarana transportasi masih kurang. Sedangkan angkutan resmi beroperasi tidak 24 jam, tapi waktu berakhirnya angkutan resmi jam 19.00-20.00 Wib melakukan operasi. Dengan aktivitasnya angkutan liar tersebut karena tingkat konsumsi masyarakat Bangkalan semakin meningkat pada jam 19.00 Wib - keatas. Pengguna jasa transportasi angkutan liar tidak masuk retribusi pelabuhan, sehingga lebih praktis dan cepat, karena jarak peron pelabuhan dengan dermaga sangat jauh. Untuk dampak negatifnya dengan adanya angkutan liar yang ada di Kabupaten Bangkalan yaitu : tingkat kecelakan semakin tinggi karena angkutan liar tidak memenuhi ketentuan-ketentuan yang di keluarkan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Bangkalan dan Pemerintah Daerah terutama Dinas Pendapatan sangat dirugikan karena angkutan liar tidak membayar retribusi, pajak uji kendaraan serta akan terjadinya ketidak disiplinan dari beberapa sudut kota bangkalan karena pemilik angkutan liar memarkir mobilnya sembarangan, sehingga menimbulkan kecelakaan Dari penelitian yang telah dilakukan, ternyata Peranan Dinas Perhubungan Kabupaten Bangkalan dalam menertibakan angkutan liar pada tahun 2004 dan 2005, sudah maksimal sehingga sudah berkurang 90 % tidak ada lagi jumlah angkutan liar dan sudah mentati pada prosedur yang ada pada Dinas Perhubungan Kabupaten Bangkalan. Saran semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang terkait sehingga akan dapat lebih dipahami dan untuk mengoptimalkan dalam penertiban angkutan liar serta memberikan pelayanan yang optimal yang berupa pelayanan jasa transportasi.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Government Sience
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 05 Jul 2012 03:05
Last Modified: 05 Jul 2012 03:05
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/11070

Actions (login required)

View Item View Item