ANALISIS YURIDIS KEBERADAAN REKAM MEDIS SEBAGAI ALAT BUKTI DALAM PROSES PERADILAN PIDANA

FITRIA, Anna (2006) ANALISIS YURIDIS KEBERADAAN REKAM MEDIS SEBAGAI ALAT BUKTI DALAM PROSES PERADILAN PIDANA. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISIS_YURIDIS_KEBERADAAN_REKAM_MEDIS.pdf

Download (85kB) | Preview

Abstract

Rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain kepada pasien pada sarana pelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran bagaimana kedudukan rekam medis sebagai alat bukti di pengadilan dan bagaimana kekuatan pembuktiannya. Karena seperti yang telah kita ketahui bahwa rekam medis ini pada kenyataannya jarang sekali digunakan sebagai alat bukti di pengadilan, karena walaupun banyak terjadi kasus di bidang kedokteran, kasus-kasus yang masuk ke pengadilan sangat jarang sekali. Dan yang terpenting adalah dokter yang membuat rekam medis harus teliti dan membuatnya dengan lengkap. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode yuridis normatif. Sehingga data yang diperoleh adalah data yang menggambarkan bagaimana kedudukan rekam medis ini dalam proses peradilan pidana dan bagaimana kekuatan pembuktiannya. Salah satu fungsi yang bisa dilihat dari rekam medis adalah dipakainya rekam medis sebagai alat bukti. Rekam medis sebagai alat bukti di pengadilan dapat sebagai alat bukti surat dan keterangan ahli. Disebut keterangan ahli karena isi rekam medis disampaikan secara lisan di pengadilan, sedangkan disebut surat karena ia sesuai dengan apa yang dimaksud surat dalam pasal 187 KUHAP yaitu surat yang dibuat diatas sumpah jabatan atau dikuatkan dengan sumpah. Dari penelitian ini maka kita dapat melihat bahwa rekam medis ini untuk dijadikan sebagai alat bukti di pengadilan mempunyai kekuatan pembuktian yang sempurna, tetapi masih harus berdasarkan keyakinan hakim. Karena walaupun rekam medis ini dianggap sah sebagai alat bukti, hakim masih bisa untuk meminta melakukan penelitian lagi apabila masih belum bisa meyakinkan hakim dalam mengambil keputusan. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa dalam bidang kedokteran / kesehatan rekam medis ini sangat penting untuk dijadikan dokumen di Rumah Sakit dan sebagai alat kontrol bagi pasien apabila ia periksa lagi ke dokter tersebut, dan juga sebagai alat bukti di pengadilanpun rekam medis ini bisa dijadikan sebagai alat bukti yang sah karena sudah bernilai 2 (dua) alat bukti yaitu alat bukti surat dan keterangan ahli.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 04 Jul 2012 06:57
Last Modified: 04 Jul 2012 06:57
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/10983

Actions (login required)

View Item View Item