KAJIAN KEMITRAAN ANTARA PG. SEMBORO DENGAN PETANI TEBU RAKYAT KEMITRAAN (TRK) (Studi kasus di Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember)

FERONIKA, FENI (2006) KAJIAN KEMITRAAN ANTARA PG. SEMBORO DENGAN PETANI TEBU RAKYAT KEMITRAAN (TRK) (Studi kasus di Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
KAJIAN_KEMITRAAN_ANTARA_PG.pdf

Download (52kB) | Preview

Abstract

Salah satu sasaran pembangunan nasional adalah pertumbuhan ekonomi dengan menitikberatkan pada sektor pertanian, dimana termasuk didalamnya adalah perkebunan. Tebu (Saccharum Officinarum Linn) merupakan komoditas perkebunan yang kebutuhannya setiap tahun terus meningkat, tetapi produksi tebu di Indonesia masih rendah. Petani pada umumnya mempunyai kendala dalam hal modal, saprodi, informasi maupun teknologi. Dan pabrik gula sebagai perusahaan pengolah untuk memenuhi kebutuhan bahan bakunya sangat tergantung pada petani tebu. Kemitraan adalah solusi yang tepat untuk mengatasi masalah diatas. Pelaksanaan kemitraan tidak terlepas dengan proses kemitraan dan adanya hak dan kewajiban yang harus dipenuhi kedua belah pihak. Penelitian ini bertujuan : (1) Mendeskripsikan proses kemitraan, antara PG. Semboro dengan petani Tebu Rakyat Kemitraan (TRK) (2) Mengevaluasi pelaksanaan hak dan kewajiban, antara PG. Semboro dengan petani TRK (3) Merumuskan strategi kemitraan yang digunakan antara PG. Semboro dengan petani TRK di Kecamatan Semboro. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive di Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember. Metode yang digunakan adalah survey terhadap petani tebu di Kecamatan Semboro. Teknik pemilihan sampel dilakukan secara proportional stratified random sampling berdasarkan strata kepemilikan lahan, yaitu diambil 20 orang petani. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, wawancara terstruktur dan pengambilan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif, serta analisis SWOT. Analisis Kualitatif dilakukan dengan reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Analisis data kuantitatif dilakukan dengan memberikan persentase dari hasil wawancara terstruktur. Sedangkan analisis SWOT dilakukan dengan mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan perusahaan dan strategi yang paling baik. Hasil penelitian menunjukkan : (1) Petani memperoleh informasi kemitraan dari saudara dan teman yang pernah atau sedang mengikuti kemitraan dengan PG. Semboro, dan rata-rata mereka masuk menjadi anggota kemitraan sekitar tahun 1980-1990. Motivasi petani menjadi anggota kemitraan adalah mendapatkan pinjaman kredit dari PG. Semboro. Tetapi pada umumnya petani hanya mengetahui sebagian saja syarat menjadi anggota kemitraan. (2) Hubungan kemitraan antara petani Tebu Rakyat Kemitraan (TRK) dengan PG. Semboro masih terdapat ketidaksesuaian hak dan kewajiban, terutama kewajiban pemberian bimbingan teknis kepada petani. Sehingga mengakibatkan terjadinya pelanggaran atau ketidak patuhan petani terhadap aturan yang ada. (3) Diperlukan peningkatan intensitas bimbingan teknis, komunikasi, serta koordinasi antara pabrik gula dan petani, untuk mencegah ketidak patuhan petani. Selain itu perbaikan sistem pengaturan SPTA sangat diperlukan untuk menghindari penurunan kualitas tebu dan adanya pedagang bebas, serta peningkatan teknis budidaya dan proses pengolahan agar dapat bersaing dengan gula impor.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture & Animal Husbandry > Department of Agribusiness
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 04 Jul 2012 06:16
Last Modified: 04 Jul 2012 06:16
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/10963

Actions (login required)

View Item View Item