KEDUDUKAN ANAK YANG LAHIR DI LUAR PERKAWINAN DALAM KEWARISAN DI TINJAU DARI HUKUM ISLAM DAN HUKUM PERDATA

YONO, ANDRI (2006) KEDUDUKAN ANAK YANG LAHIR DI LUAR PERKAWINAN DALAM KEWARISAN DI TINJAU DARI HUKUM ISLAM DAN HUKUM PERDATA. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
KEDUDUKAN_ANAK_YANG_LAHIR_DI_LUAR_PERKAWINANDALAMKEWARISAN_DI_TINJAU_DARI_HUKUM_ISLAMDAN_HUKUM_PERDATA.pdf

Download (79kB) | Preview

Abstract

Kelahiran seorang anak tidaklah selalu terjadi didalam ikatan perkawinan yang sah. Adakalanya anak itu lahir sebagai akibat dari hubungan seksual antara seorang pria dengan seorang wanita di luar ikatan perkawinan yang sah. Anak yang lahir dari hubungan seksual di luar ikatan perkawinan yang sah disebut anak luar kawin atau anak zina. Maka dengan demikian ,bagaimana hubungan hukumnya anak luar kawin dan masalah kewarisanya dengan kedua orang tuanya. Rumusan masalahnya adalah: 1.Bagaimana hubungan hukum anak yang lahir di luar ikatan perkawinan yang sah dengan orang tuanya menurut hukm islam dan hukum perdata? 2.Bagaimana kewarisan anak yang lahir di luar ikatan perkawinan terhadap harta peninggalan orang tuanya menurut hukum islam dan hukum perdata? Adapun tujuan penelitian ini adalah: 1.Untuk mengetahui bagaimana hubungan hukum anak yang lahir diluar ikatan perkawinan dengan orang tuanya menurut hukum Islam dan hukum Perdata. 2.Untuk mengetahui hak waris anak yang lahir diluar perkawinan atas harta peninggalan orang tuanya menurut hukum Islam dan hukum perdata. Metode pendekatan masakah dalam tugas akhir ini adalah dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif (metode penelitian kepustakaan), yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder belaka (disamping adanya penelitian hukum sosiologis atau empiris yang terutama meneliti data primer). Disebut juga dengan istilah “Legal Reseach” atau “Legal Research Instruction”. Penelitian hukum normatif atau kepustakaan tersebut mencakup: Perbandingan hukum antara hukum yang satu dengan hukum yang lain. Hasil penelitian pustaka ini menunjukan bahwa anak yang lahir di luar ikatan perkawinan menurut hukum Islam adalah: 1. hubungan hukum dengan ibunya secara otomatis mempunyai hubungan nasab. (sebagaimana terdapat dalam psl 100 KHI, dan Hadits Nabi yang Bersumber dari Ibnu Umar) . 2. Sedangkan bapaknya boleh tidak mengakui anak luar kawin tersebut dengan cara Li’an . (sebagaimana terdapat dalam psl 101, dan Hadits Nabi yang Bersumber dari Ibnu Umar). Menurut Hukum Perdata adalah: 1. Hukum perdata menganut azas yang menyatakan bahwa anak yang lahir di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan hokum dengan bapak atau ibunya, apabila bapak atau ibunya memberikan pengakuan terhadap anak luar kawin tersebut, seperti yang terdapat dalam psl 280 KUH Perdata.. Pada akhir penulisan skripsi ini ada beberapa saran untuk masyarakat umum apabila melakukan perkawinan yang sah, sah baik menurut hukum Islam maupun hukum Nasional, sehingga dapat memperjelas kedudukan hukum anak yang lahir dan hak warisnya. Kepada pemerintah agar kiranya menindak tegas orang yang melanggar norma-norma kesusilaan atau perbuatan amoral atau yang lebih terrkenal lagi yaitu kumpul kebo, agar pelanggarnya dikenakan sangsi yang tegas dan konsekwen. Penulis menghimbau pada segenap pembaca agar kiranya tidak menghina atau mengucilkan anak yang lahir di luar kawin, sebab ia dilahirkan didunia dengan Fitrah yang suci dan bersih. dia harus kita perlakukan sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan fitrahnya sebagai mahluk Allah yang mulia.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Twinning Program
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 04 Jul 2012 05:45
Last Modified: 04 Jul 2012 05:45
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/10954

Actions (login required)

View Item View Item