ANALISIS SEMIOTIK PIDATO SOEKARNO PADA FILM DOKUMENTER BUNGA RAMPAI

YUDIANTO YUNUS, EKO (2006) ANALISIS SEMIOTIK PIDATO SOEKARNO PADA FILM DOKUMENTER BUNGA RAMPAI. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISIS_SEMIOTIK_PIDATO_SOEKARNOPADA_FILM_DOKUMENTER_BUNGA_RAMPAI.pdf

Download (86kB) | Preview

Abstract

Soekarno sebagai presiden pertama Republik Indonesia mempunyai andil yang cukup besar dalam revolusi kemerdekaan Indonesia. Dengan memiliki adiwicara dan retorika yang luar biasa, Soekarno dapat membius rakyat Indonesia dengan pidato-pidato yang ia sampaikan. Film dokumenter Bunga Rampai, menunjukkan sejarah kebesaran Soekarno dengan komunikasi politiknya, mampu menunjukkan fakta bahwa Soekarno merupakan retorik yang handal. Pada penelitian ini, peneliti tertarik untuk menganalisis film dokumenter Bunga Rampai. Alasan peneliti menganalisis film dokumenter pidato Bunga Rampai karena film tersebut mengisahkan perjalanan Soekarno dari sebelum kemerdekaan yaitu janji kemerdekaan dari Jepang hingga pidato Nawaksara. Selain itu film dokumenter Bunga Rampai merupakan kumpulan film dokumenter yang memiliki nilai historis terhadap revolusi kemerdekaan Indonesia. Agar mempermudah proses penelitian, peneliti merumuskan dalam rumusan masalah yaitu makna apa yang terkandung dalam film dokumenter Bunga Rampai?. Adapun tujuan yang hendak dicapai peneliti yakni mengidentifikasikan makna yang terkandung dalam (shot) film dokumenter Bunga Rampai. Selanjutnya untuk memperkuat penelitian, peneliti menggunakan kerangka pikiran dari berbagai pakar ilmu pengetahuan. Pemilihan kerangka pikiran tersebut didasarkan peneliti pada kata kunci yang ada pada judul. Salah satu contoh kerangka pikiran yang dikutip peneliti adalah pengertian semiotika Roland Barthes yang menjelaskan tentang signifikansi dua tahap, tahap pertama merupakan hubungan antara signifier dan signified dalam realitas eksternal yang disebut sebagai denotasi. Tahap kedua adalah konotasi yang memiliki makna subyektif atau paling tidak intersubyektif. Selain itu, Barthes juga melihat aspek lain dari penendaan yaitu mitos yang menandai suatu masyarakat. Berikutnya untuk mempermudah menganalisis, peneliti menggunakan tipe penelitian deskriptif dengan analisis data yang sesuai dengan semiotika Rolad Barthes. Dengan teknik analisis data di atas, peneliti mampu menangkap makna-makna pada film dokumenter Bunga Rampai. Salah satunya pada klip 2, scene 2, shot 10 dimana Soekarno mengucapkan “saya bersumpah sebagai orang yang berketuhanan Yang Maha Esa”, dimana perkataan tersebut tertera dalam ideologi Pancasila yang diusung Soekarno yakni pada sila pertama. Selanjutnya dari pengklasifikasian dan pengintepretasian tanda berdasarkan pendapat Bathes, disini peneliti menemukan makna konotatif yang oleh peneliti dikorelasikan pada lima tingkah laku baik (dalam agama Budha) tentang ajaaran ketuhanan yang dianggap sebuah darma. Dari pengkorelasian tersebut peneliti menangkap makna konotatif bahwa Soekarno merupakan seorang yang berketuhanan atau percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan peneliti menangkap makna bahwa Seokarno membangun mitos ketuhanan pada Pancasila yang merupakan perbuatan yang mulia sesuai dengan ajaran lima tingkah laku baik (dalam Agama Budha). Dari analisis data, peneliti memberi saran baik praktis maupun akademis. Salah satu saran praktis dari peneliti yaitu 1) Dalam film dokumenter Bunga Rampai pidato-pidato Soekarno tersebut, pengambilan klip-klip yang dirangkai sebaiknya squen yang ditampilkan memiliki rentetan tahun kejadian sesuai dengan situasi dan kondisi politik pada saat itu. 2) Diharapkan bagi arsip nasional supaya lebih memperbanyak kumpulan-kumpulan pidato Soekarno yang memiliki nilai historis yang sangat penting terhadap perkembangan bangsa Indonesia pada waktu itu, agar nilai-nilai revolusi yang telah diperjuangkan Soekarno tidak luntur sehingga dapat ditransformasikan nilai-nilai perjuangan tersebut kegenerasi berikutnya. Sedangkan saran akademis yaitu 1) Dari temuan peneliti menunjukkan adanya kesesuaian pada teori dua tanda makna pada teori Barthes, dalam proses pemaknaan pada film dokumenter. Diharapkan hal ini bisa dijadikan bahan pertimbangan bagi peneliti lain untuk melakukan penelitian pada film dokumenter lainnya. 2) Bagi pihak akademis, diharapkan agar studi semiotik pada film dokumenter dapat didiskusikan lebih lanjut, sehingga mampu menambah wacana

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Sience
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 04 Jul 2012 05:40
Last Modified: 04 Jul 2012 05:40
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/10952

Actions (login required)

View Item View Item