ANALISIS KADAR FORMALIN PADA BEBERAPA PRODUK TAHU TAKWA (Studi kasus di Kota madya Kediri)

YUDIS PRASETYO, RAENGKY (2006) ANALISIS KADAR FORMALIN PADA BEBERAPA PRODUK TAHU TAKWA (Studi kasus di Kota madya Kediri). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISIS_KADAR_FORMALIN_PADA_BEBERAPA_PRODUK_TAHU_TAKWA.pdf

Download (87kB) | Preview

Abstract

Formalin adalah nama dagang larutan formaldehid dalam air dengan kadar 30-40 persen. Di pasaran, formalin dapat diperoleh dalam bentuk sudah diencerkan, yaitu dengan kadar formaldehidnya 40, 30, 20 dan 10 persen serta dalam bentuk tablet yang beratnya masing-masing sekitar 5 gram (Kompas, 2005). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). Bagaimana kelayakan konsumsi tahu takwa di Pasar Kleret, Pasar Doho dan Pasar Baru Kotamadya Kediri. 2). Adakah Produk tahu takwa yang mengandung formalin. 3). berapakah kadar formalin pada beberapa produk tahu takwa. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 8 agustus 2006 di laboratorium Dinas Kesehatan Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik. Sampel dalam penelitian ini adalah 24 tahu takwa yang terdapat di Kotamadya Kediri dengan teknik pengambilan sampel secara Cluster Proportial. Variabel dalam penelitian ini adalah kadar formalin pada beberapa produk tahu takwa. Data yang didapat diolah dengan menggunakan analisis prosentase. Berdasarkan dari hasil penelitian dan analisa data dari 24 tahu takwa yang dijadikan sampel menyatakan bahwa tahu takwa yang memenuhi syarat sebanyak 9 buah sedang tahu takwa yang tidak memenuhi syarat sebanyak 15 buah. Kesimpulan penelitian ini: 1). Tahu takwa yang beredar di Pasar Kotamadya Kediri sebesar 37.50 % bebas formalin dan 62.50 % mengandung formalin. Tahu takwa yang asli sebagian besar tidak layak dikonsumsi karena masih adanya kandungan formalin. 2). 1). Kadar formalin pada beberapa produk tahu takwa yang dijual sebesar 0 mg/ltr (9 buah), 0.1 mg/ltr, 0.25 mg/ltr (1 buah), 0.4 mg/ltr, 0.6 mg/ltr (2 buah), 0.8 mg/ltr, 1.0 mg/ltr (3 buah), 1.5 mg/ltr (9 buah). Sehingga sarannya 1). Perlu diinformasikan kepada konsumen dan khususnya masyarakat kediri agar supaya dapat membedakan antara tahu takwa yang berformalin dan tahu takwa yang tidak mengandung formalin. 2). Kepada pemerintah, untuk mencegah penyalahgunaan formalin hendaknya memerlukan mekanisme pengawasan yang baik, disertai cara pembelian yang lebih selektif terutama bagi pembeli perorangan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Teacher Training and Education > Department of Biology Education
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 04 Jul 2012 05:31
Last Modified: 04 Jul 2012 05:31
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/10950

Actions (login required)

View Item View Item