STATUS HUKUM PERWALIAN ANAK DARI HASIL PERKAWINAN WANITA HAMIL ( Menurut Kompilasi Hukum Islam, Undang-Undang Perkawinan 1974 dan Pendapat para Fuqaha )

Supriyanto, Djoko (2009) STATUS HUKUM PERWALIAN ANAK DARI HASIL PERKAWINAN WANITA HAMIL ( Menurut Kompilasi Hukum Islam, Undang-Undang Perkawinan 1974 dan Pendapat para Fuqaha ). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
STATUS_HUKUM_PERWALIAN_ANAK_DARI_HASIL_PERKAWINANWANITA_HAMIL.pdf

Download (87kB) | Preview

Abstract

Perkawinan adalah sebuah perjanjian yang agung antara seorang pria dan seorang wanita. Sebuah pernikahan akan berarti apabila dilandasi oleh dasar saling cinta dan berniat menjalankan perintah rasul. Perkawinan tidak bermakna apabila hanya didasari oleh keinginan hawa nafsu: nafsu melihat kecantikan, nafsu melihat jabatan dan status social. Salah satu tujuan perkawinan adalah untuk melanjutkan keturunan dan sekaligus memelihara nilai­nilai kehidupan manusia dibandingkan makhluk lainnya. Dalam memperoleh keturunan ini dilakukan dengan jalan perkawinan di mana dalam ajaran Islam, anak yang baik pasti datang dari keluarga baik­baik dan mentaati ajaran agamanya, dan anak yang tidak mentaati agama pasti datang dari keluarga yang melanggar agamanya. Hal ini bisa dilihat dari pergaulan bebas pemuda­pemudi seperti yang terjadi zaman sekarang. Sering membawa kepada hal­hal yang tidak kita kehendaki yaitu hamil di luar nikah, dengan begitu banyaknya hiburan­hiburan malam yang di sana muda­mudi bebas bergaul tanpa ada yang menghalangi. Mereka bebas masuk kamar di mana mereka suka. Karena ini sudah menjadi kebiasaan, lambat laun hubungan itu menjadi intim selayaknya suami isteri dan menyebabkan si wanita hamil di luar nikah. Hamil sebelum nikah menjadi problema yang sangat serius. Problema ini membutuhkan solusi yang tepat karena hal ini membawa keresahan dalam masyarakat terutama orang tua, guru, tokoh­-tokoh agama dan lainnya. Ditinjau dari sudut sosiologis, karena merasa malu orang tua yang mempunyai anak perempuan hamil di luar nikah tentu tidak mau membiarkan anaknya melahirkan tanpa seorang suami, karena hal itu akan menjadi cemoohan di kalangan masyarakat. Untuk itu mereka berusaha menikahkan putrinya dengan laki­laki yang menghamilinya ataupun bukan, yang penting bayi itu lahir ada ayahnya. Melihat fenomena tersebut, maka Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Status Hukum Perwalian Anak dari Hasil Perkawinan Wanita Hamil (menurut kompilasi hukum islam, undang­undang perkawinan No. 1 Tahun 1974 dan pendapat para fuqaha)”. Dalam penelitian ini, permasalahan yang akan disoroti adalah bagaimana status hukum perwalian anak dari hasil perkawinan wanita hamil dan factor­faktor penyebab terjadinya hamil di luar nikah serta akibat hukum yang ditimbulkannya, apakah sudah sesuai dengan KHI, UU Perkawinan No.1 Tahun 1974, serta pendapat para fuqaha mengenai hal ini. Dari hasil analisa, faktor yang menyebabkan hamil di luar nikah di adalah: pergaulan bebas, hiburan malam, ekonomi. Selanjutnya, alasan masyarakat mengenai hamil di luar nikah adalah karena kurang pengawasan dari orang tua serta pemahaman agama yang kurang. Akibat hamil di luar nikah tersebut alasan terbanyak adalah orang tua tidak merestui hubungan keduanya, padahal secara ekonomi mereka mampu. Dalam analisa ini juga ditemukan akibat hamil di luar nikah, yang mereka lakukan lakukan adalah perkawinan sirri atau tanpa seijin pengadilan. Secarahukum perkawinan mereka tidak sesuai dengan Undang­Undang No. 1 tahun 1974 tentang perkawinan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Islamic Studies > Department of Syariah
Depositing User: Anggit Aldila
Date Deposited: 04 Jul 2012 04:24
Last Modified: 04 Jul 2012 04:24
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/10920

Actions (login required)

View Item View Item