ANALISA PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUK CACAT UNTUK MENENTUKAN HARGA JUAL PRODUK PADA PENGRAJIN TENUN ELRESAS HAJI SYAMSURI DI LAMONGAN

Elreza, Alif Fahmei (2006) ANALISA PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUK CACAT UNTUK MENENTUKAN HARGA JUAL PRODUK PADA PENGRAJIN TENUN ELRESAS HAJI SYAMSURI DI LAMONGAN. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISA_PERHITUNGAN_HARGA_POKOK_PRODUK_CACATUNTUK_MENENTUKAN_HARGA_JUAL_PRODUKPADA_PENGRAJIN_TENUN_ELRESAS_HAJI_SYAMSURI_DI_LAMONGAN.pdf

Download (85kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus pada Perusahaan Pengrajin Tenun Elresas Haji Syamsuri Lamongan dengan judul “Analisa Perhitungan Harga Pokok Produk Cacat Untuk Menentukan Harga Jual Produk Pada Pengrajin Tenun Elresas Haji Syamsuri Di Lamongan”. Tujuan penelitian ini adalah pertama, untuk mengetahui perlakuan akuntansi dari produk cacat dari perusahaan. Kedua untuk mengetahui pengaruh adanya produk cacat terhadap penentuan harga pokok produksi dan harga jual produk pada perusahaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif jenis studi kasus, yaitu penelitian dengan cara mengidentifikasi permasalahan yang diteliti dengan cara membandingkan antara teori yang ada dengan kenyataan di lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara interview, observasi, dan dokumentasi. Data yang digunakan adalah data kuantitatif, yaitu data yang dapat dihitung dan diukur dengan angka. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh beberapa simpulan, yaitu: Pertama, Dalam perhitungan harga pokok produksinya, perusahaan melakukan pemisahan antara biaya tenaga kerja langsung dengan biaya tenaga kerja tak langsung, dimana biaya tenaga kerja tak langsung dimasukkan kedalam Biaya Overhead Pabrik. Kedua, Dalam perlakuan terhadap produk cacat yang dihasilkannya, perusahaan tidak melakukan pemisahan antara produk cacat normal dan produk cacat abnormal, dimana sebetulnya perusahaan sudah menetapkan untuk produk cacat yang dihasilkan pada tiap tahunnya rata-rata sebesar 2%. Berdasarkan kesimpulan diatas, peneliti sarankan perusahaan hendaknya: Pertama, dalam perhitungan biaya produksi, sebaiknya perusahaan tidak membedakan antara biaya bahan baku dengan biaya bahan pembantu dan biaya tenaga kerja langsung dengan biaya tenaga kerja tak langsung, karena pada perusahaan manufaktur yang berproduksi secara massa tidak membedakan antara biaya-biaya tersebut. Kedua, dalam penentuan harga pokok produksinya, sebaiknya perusahaan memisahkan antara harga pokok produk sempurna dengan harga pokok produk cacat, sehingga akan diketahui besarnya harga pokok produk sebelum adanya penambahan biaya perbaikan produk cacat. Ketiga, sebaiknya perusahaan memisahkan antara produk cacat normal dan cacat abnormal, karena produk cacat normal akan menambah perhitungan biaya produksi, sedangkan untuk produk cacat abnormal akan dilaporkan pada laporan laba/rugi sebagai rugi produk cacat.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Faculty of Economic > Department of Accounting
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 04 Jul 2012 02:15
Last Modified: 04 Jul 2012 02:15
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/10821

Actions (login required)

View Item View Item