PERILAKU SEKSUAL REMAJA (Studi Kasus Kecenderungan Perilaku Seksual Remaja Saat Berkunjung di Sekitar Kafe Lesehan Payung Jl. Pujon Batu Malang)

YUNITA, SANTI (2006) PERILAKU SEKSUAL REMAJA (Studi Kasus Kecenderungan Perilaku Seksual Remaja Saat Berkunjung di Sekitar Kafe Lesehan Payung Jl. Pujon Batu Malang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PERILAKU_SEKSUAL_REMAJA.pdf

Download (138kB) | Preview

Abstract

Pergaulan seks bebas di kalangan remaja dewasa ini telah menimbulkan persoalan yang menjadi perhatian bersama. Masa remaja adalah di mana masa seseorang harus menghadapi tekanan-tekanan emosi dan sosial yang saling bertentangan. Dan banyaknya remaja yang terlibat langsung dengan pengaruh atau tindakan-tindakan yang bersifat destruktif. Kemudian di satu sisi remaja mencoba untuk melampiaskan diri dari ketergantungan sebagai anak, tapi di sisi lain belum menghasilkan bukti kemampuan untuk sebagai orang dewasa. Dalam suatu perkembangan remaja saat ini yakni remaja mencapai hubungan sosial yang lebih matang dengan teman-teman sebayanya, baik dengan teman- teman sejenis maupun lain jenis kelamin lainnya, kemudian remaja dapat menjalankan peranan sosial menurut jenis kelamin masing-masing. Masalah perilaku seksual paling sering terjadi pada kelompok usia remaja. Salah satunya penyebab timbulnya masalah ini adalah adanya suatu perubahan berbentuk fisik maupun psikis. Obyek penelitian yang penulis ambil adalah kafe Payung di mana tempat ini adalah tempat yang asri dan sejuk serta indah untuk dinikmati oleh para pelepas lelah. Sambil menikmati udara yang sejak dan melepas lelah tersebut sebagian pengunjung yang kebanyakan dari mereka adalah para remaja, mereka memanfaat tempat tersebut untuk melakukan hal-hal yang penting seperti berdiskusi atau berdialog dan lain-lain bahkan di luar dari itu kebanyakan remaja memanfaatkannya sebagai tempat untuk bercengkrama atau bermesraan dengan lawan jenis mereka atau pasangan mereka dengan berciuman atau yang lainnya, untuk memenuhi kebutuhan perilaku seksnya. Dalam pengamatan ini peneliti melakukan wawancara baik dengan pemilik kafe maupun para pengunjung yang bersedia diwawancarai. Mengenai pembicaraan penulis dengan pemilik kafe mereka hanya memberikan sedikit gambaran atau fenomena tentang perilaku seksual pengunjung yang singgah di kafe, maka penulis memilih subyeknya adalah pengunjung kafe bukan pemilik kafe. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana kecenderungan perilaku seksual remaja saat berkunjung di kafe pada malam hari? 2) Faktor apa saja yang dapat menimbulkan perilaku seksual saat di kafe?. Tujuannya adalah: 1) Ingin mengetahui kecenderungan perilaku seksual remaja saat berkunjung di kafe lesehan pada malam hari. 2) Ingin mengetahui faktor yang dapat menimbulkan suatu perilaku remaja saat berkunjung di kafe pada malam hari. Sumber data terdiri dari dua jenis dalam penelitian yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: 1) Observasi 2) Interview 3) Dokumentasi. Analisis data adalah Deskriptif Kualitatif. Jadi dalam analisa data ini peneliti mengelola data yang diperoleh dari informan – informan yang menjadi subyek penelitian. Kemudian data yang diolah, dirangkum dan diikhtisarkan dalam fokus atau tema penelitian. Data – data yang diperoleh disajikan dalam sejumlah uraian penafsiran dan disusun menurut kronologis kejadiannya. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Bahwa kecenderungan perilaku seksual remaja saat berkunjung di kafe pada malam hari adalah rata-rata bersikap agresif, di mana perilaku seksualnya justru muncul saat mereka berada di tempat yang mendukung timbulnya perilaku seksual mereka seperti udara yang dingin, lingkungan yang membebaskan mereka berperilaku demikian serta keinginan individu yang tidak dapat dibendung saat berduaan sambil menikmati dinginnya udara malam di lereng gunung. 2) Suatu kecenderungan perilaku seksual remaja dipengaruhi oleh faktor – faktor berikut: (a) Faktor lingkungan (b) Faktor hawa yang dingin (c) Faktor suasana (d) Faktor hasrat batin (e) Faktor adanya hubungan yang dekat (f) Faktor niat.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Social Welfare
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 03 Jul 2012 05:21
Last Modified: 03 Jul 2012 05:21
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/10747

Actions (login required)

View Item View Item