PENGARUH KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH (ZPT) GIBBERELLIC ACID (GA3) DAN BERBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT BAKAU (Rhizophora mucronata Lam.)

EDY, ISWANTO (2006) PENGARUH KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH (ZPT) GIBBERELLIC ACID (GA3) DAN BERBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT BAKAU (Rhizophora mucronata Lam.). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENGARUH_KONSENTRASI_ZAT_PENGATUR_TUMBUH.pdf

Download (69kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Gibberellic Acid (GA3) dan media tanam yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit Bakau (Rhizophora mucronata Lam.). Penelitian ini diaksanakan di Desa Saronggi, Sumenep, Madura pada bulan November 2005 – Februari 2006. rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor. Faktor pertama adalah Konsentrasi ZPT Gibberellic yang terdiri dari empat level : (H1) Konsentrasi ZPT Gibberellic 50 ppm, (H2) Konsentrasi ZPT Gibberellic 100 ppm, (H3) Konsentrasi ZPT Gibberellic 150 ppm, (H4) Konsentrasi ZPT Gibberellic 200 ppm. Faktor kedua adalah media tanam yang terdiri dari empat perlakuan : (M1) Media Lumpur, (M2) Media Tanah Murni, (M3) Media Lumpur campur Tanah Murni, (M4) Media Pasir campur Tanah. Masing – masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali, sehingga diperoleh 48 unit percobaan. Setiap percobaan tredapat 10 bibit, jadi ada 480 bibit yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan konsentrasi ZPT Gibberellic Acid (GA3) dan komposisi media tanam mnunjukkan adanya interaksi yang signifikan terhadap tinggi semai dan konsentrasi ZPT Gibberellic Acid (GA3) 50 ppm (H1) dan komposisi media tanam lumpur campur tanah murni (H3) menghasilkan pertumbuhan tinggi tanaman Bakau (Rhizopora mucronata Lam.) yang optimal. Berdasarkan hasil penelitian disarankan untuk menggunakan konsentrasi ZPT Gibberellic Acid (GA3) 50 ppm (H1) dan komposisi media tanam lumpur campur tanah murni (H3) pertumbuhan Semai lebih optimal pada 3 bulan ke atas setelah penanaman.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions: Faculty of Agriculture & Animal Husbandry > Department of Forestry
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 03 Jul 2012 03:02
Last Modified: 03 Jul 2012 03:02
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/10662

Actions (login required)

View Item View Item