KONSTRUKSI PERSAHABATAN DALAM FILM “TENTANG DIA”(Analisis Semiotik terhadap Film “Tentang Dia” karya RudiSoedjarwo)

Yusmina, Linda (2006) KONSTRUKSI PERSAHABATAN DALAM FILM “TENTANG DIA”(Analisis Semiotik terhadap Film “Tentang Dia” karya RudiSoedjarwo). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
KONSTRUKSI_PERSAHABATAN_DALAM_FILM.pdf

Download (121kB) | Preview

Abstract

Keywords: Film, Persahabatan, Semiotik Hubungan antara film dan masyarakat memiliki sejarah yang panjang dalam kajian para ahli komunikasi. Ini berarti bahwa dari permulaan sejarahnya film dengan lebih mudah dapat menjadi alat komunikasi yang sejati, karena ia tidak mengalami unsur unsur teknik, politik, ekonomi, sosial dan demografi yang merintangi kemajuan surat kabar pada masa pertumbuhannya dalam abad ke 18 dan permulaan abad ke 19. Pada mulanya dikenal film hitam putih dan tanpa suara. Akhir tahun 1920 an mulai dikenal film bersuara dan menyusul film warna pada tahun 1930. Peralatan produksi film juga mengalami perkembangan dari waktu ke waktu, sehingga sampai sekarang tetap mampu menjadikan film sebagai tontonan yang menarik bagi khalayak luas.Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimanakah Kontruksi Persahabatan dalam film “TENTANG DIA” ditinjau dari perspektif psikoanalisis. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan semiotik dengan menggunakan pendekatan elemen Makna milik Pierce yang meliputi Ikon,Indeks dan Simbol. Dan juga pendekatan signifikansi milik Barthes yang memaknai sebuah tanda dalam dua pendekatan, yaitu Denotatif dan Konotatif. Menurut beberapa teori film, film adalah arsip sosial yang menangkap jiwa zaman (Zeitgeist) masyarakat saat itu. Seorang pakar teori film, Sigfied Kracauer menyatakan bahwa: Umumnya dpat dilihat bahwa teknik, isi cerita, dan perkembangan film suatu bangsa hanya dapat difahami secara utuh dalam hubungannya dengan pola psikologis aktual bangsa itu. Artinya, perkembangan film Indonesia hanya dapat dipahami dengan baik jika perkembangan itu dilihat dalam hubungannya dengan latar belakang perkembangan sosial budaya bangsa itu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis semiotik yang dapat pula disebut sebagai cultur meaning, artinya semiotik selalu dikait-kaitkan dengan kebudayaan. Karena Film merupakan bidang kajian yang relevan bagi analisis struktural analisis semiotik. Pendekatan semiotik yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Charles Sanders Pierce dan Barthes Dengan pertimbangan, semiotik melihat media sebagai struktur keseluruhan dalam pencarian makna yang laten atau konotatif. Dari hasil analisa dapat disimpulkan bahwa Kontruksi persahabatan yang digambarkan dalam film “TENTANG DIA” lebih banyak digambarkan dalam bentuk simbol dan indeks. Hal ini dapat terlihat dalam visual film “TENTANG DIA” yang menampilkan makna pesahabatan, dalam film “TENTANG DIA” karya Rudi Soedjarwo ini gambaran tentang Makna persahabatan lebih banyak ditampilkan dalam bentuk gerak tubuh/gesture, postur, kontak mata dan juga posisi tubuh. Selain itu juga dari dialog yang dijadikan kiasan dalam mengutarakan akan makna persahabatan. Makna persahabatan yang diulas lebih mengarah pada adanya rasa saling menghargai, melengkapi, perhatian dan keterbukaan disamping adanya kebersamaan yang dilakukan secara intens. Sehingga dari keseluruhan gambaran makna persahabatan dalam film “TENTANG DIA” ini merupakan perlambangan-perlambangan bersifat konvensional yang terdapat dalam simbol yang menandakan makna persahabatan yang tidak hanya dinilai dari faktor keterdekatan dan faktor kebersamaan saja. Dengan menggunakan pendekatan pierce dan diperkuat oleh seassure, persahabatan lebih banyak dikontruksikan dengan menggunakan simbol,indeks dan ikon serta perlambangan yang bersifat sintagmatik dan paragdimatik. Dalam film “TENTANG DIA” menggambarkan tentang Kehidupan. Dimana dalam kehidupan terdapat suatu tatanan nilai kemanusiaan,konflik,ada penghianataan dan rasa kehilangan tentang sesuatu. Film “TENTANG DIA”cenderung kontra terhadap suatu konflik. Mitos dari sebuah penghianatan adalah aktualisasi pengecut dan pecundang dimana sifat kesejatian menjadi sebuah kemunafikan. Nilai kemanusiaan dalam mitos diwujudkan dalam bentuk tatanan norma, susila dan keberadaban. Mitos konflik dalam nilai masyarakat dapat berupa adanya pergesekan antara baik dan buruk, jujur dan khianat serta kepandaian dan kebodohan. Mitos rasa kehilangan dalam masyarakat diawali dari ada dan tiada, rasa kehampaan dan perasaan ditinggalkan oleh sesuatu. Rasa kehilangan dapat ditinjau dalam dua aspek,yaitu ; dari aspek hubungan sosial dan aspek hubungan secara abstrak

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Sience
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 02 Jul 2012 03:31
Last Modified: 02 Jul 2012 03:31
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/10591

Actions (login required)

View Item View Item