“PRAKTEK JUAL BELI HAK ALAS LAMB PADA MASYARAKAT PEDESAAN (Studi Yuridis Sosiologis di desa Gadungan Kec. Puncu Kab. Kediri)”

Dany Johansyah, Firdianto (2006) “PRAKTEK JUAL BELI HAK ALAS LAMB PADA MASYARAKAT PEDESAAN (Studi Yuridis Sosiologis di desa Gadungan Kec. Puncu Kab. Kediri)”. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img] Text
“PRAK-TEK_JUAL_BELI_HAK_ALAS_LAMB_PADA_MASYARAKAT.pdf

Download (180B)

Abstract

Dalam Tugas akhir ini dilakukan topik bahasan sekaligus permasalahan yaitu Pertama, Bagaimana praktek jual beli hak atas tanah tanah yang dilakukan oleh masyarakat desa Gadungan Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri ?; Kedua, Faktor-faktor apa saja yang melatarbelakangi pilihan masyarakat untuk melakukan praktel: jual beli hak atas tanah tanah tidak di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) ?; Ketiga, Sejauh manakah langkah-langkah apa yang ditempuh oleh aparat desa Gadungan Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri agar masyarakat tidak melakukan praktek jual beli hak atas tanah dengan akta di bawah tangan ? Metode penelitian menggunakan metode pendekatan "yuridis sosiologis" yaitu meneliti secara mendalam mengenai penerapan hukum khususnya mengenai proses peralihan hak atas tanah di dalam masyarakat desa Gadungan kecamatan Puncu Kediri. Sebagai lokasi penelitian yang dipilih. Responden yang dipilih dalam hal ini adalah mereka yang terkait erat dengan pokok masalah yang dibahas, yaitu : Para Pembeli maupun Penjual hak yang pernah melakukan penjualan hak atas tanah tanpa dihadapan PPAT, serta Aparat terkait seperti Kepala Desa Gadungan dan Camat setempat. Metode penelitian yang dipakai adalah Penelitian lapangan, yaitu melakukan penelitian langsung ke lokasi penelitian untuk memperoleh data yang valid mengenai topik permasalahan yaitu proses peralihan hak alas lamb. Dalam penelitian lapangan ini dilakukan dengan cara : Wawancara, yaitu tanya jawab mengenai topik permasalahan (proses jual beli tanah) dengan responden sebagaimana dimaksud; dan Dokumentasi, yaitu mencatat data yang diperoleh dari dokumen yang ada di lokasi penelitian (kantor desa Gadungan Puncu Kediri). Selanjutnya data yang telah dikumpulkan dari penelitian lapangan dilakukan analisis dengan menggunakan cara berpikir induktif yaitu menyimpulkan basil penelitian dari hal yang sifatnya khusus ke hal yang sifanya umum. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan sesuai dengan permasalahan yang dikaji adalah sebagai berikut : Pertama, Praktek jual beli hak atas tanah tanah yang dilakukan oleh masyarakat desa Gadungan Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri, dalam kurun 4 tahun terakhir mulai tahun 2002 sampai dengan 2005 menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat desa Gadungan melakukan jual beli tanah dilakukan secara akte di bawah tangan yaitu sebanyak 18 kali (56,25 %), sedangkan yang dilakukan di hadapan kepala Desa sebanyak 9 kali (28,13 %), kemudian yang dilakukan di depan camat atau PPAT sebanyak 5 kali (15,62 %). Kedua, Faktor-faktor yang melatarbelakangi pilihan masyarakat untuk melakukan praktek jual beli hak atas tanah, yaitu : A). Di hadapan Camat atau PPAT, karena ingin memperoleh kepastian hukum dalam bentuk sertifikat. B). Di hadapan Kepala Desa Gadungan, dilakukan atas dasar pertimbangan supaya ada penguat atau saksi dari kepala desa jika suatu saat terjadi sengketa. C). Akte di bawah tangan, karena (1). Rata-rata warga masyarakat tidak mengetahui adanya peraturan tentang akta PPAT dalam jual beli tanah, (2). Menganggap proses jual beli tanah di hadapan PPAT berbelit-belit dan memakan waktu lama, (3). Pengetahuan masyarakat masih rendah sekali, mereka beranggapan bahwa petok mempunyai fungsi untuk menentukan siapa wajib pemilik tanab tersebut. (4). Adanya pengaruh hukum adat yang mempunyai kekuatan mengikat dalam masyarakat setempat, serta (5). Adanya rasa saling percaya yang masih kuat di kalangan masyarakat. Ketiga, Langkah-langkah yang ditempuh oleh aparat desa Gadungan Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri agar masyarakat tidak melakukan praktek jual beli hak atas tanah dengan akta di bawah tangan adalah : a). Memberikan penyuluhan baik secara formal maupun informal. b). Menganjurkan untuk melanjutkan proses jual beli sampai ke Camat atau PPAT, ketika ada masyarakat melaporkan adanya jual beli dengan akte di bawah tangan. Sebagai penutup dalam skripsi ini penulis menyarankan beberapa hal berikut ini : a). Perlu adanya peningkatan upaya-upaya penyadaran masyarakat akan pentingnya pelaksanaan jual beli dengan akta otentik yaitu harus dilakukan dihadapan PPAT. Upaya ini dilakukan oleh kepala Desa sampai jajaran paling rendah yaitu Kepala Dusun, Ketua RW dan ketua RT, melalui pertemuan-pertemuan rutin warga; b). Guna menunjang tercapainya kepastian hukum dan mengantisipasi timbulnya sengketa di kemudian hari, sebaiknya kepala desa tidak mau menandatangani surat-surat yang berkenaan dengan akta di bawah tangan, sebagai salah satu upaya agar masyarakat lebih memilih dilakukan di hadapan PPAT.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 02 Jul 2012 02:28
Last Modified: 02 Jul 2012 02:28
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/10568

Actions (login required)

View Item View Item