ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM (ABC-SYSTEM)(STUDI PADA PT. JAYA KERTAS KERTOSONO-NGANJUK)

DWINARSIH, WIWIK (2006) ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM (ABC-SYSTEM)(STUDI PADA PT. JAYA KERTAS KERTOSONO-NGANJUK). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISIS_PERHITUNGAN_HARGA_POKOK_PRODUKSIDENGAN_MENGGUNAKAN_KONSEP_ACTIVITY_BASEDCOSTING_SYSTEM.pdf

Download (52kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus pada perusahaan kertas dengan judul "Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi Dengan Menggunakan Konsep Activity Based Costing System (ABC-System) ". Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pehitungan Harga Pokok Produksi dengan menngunakan Konsep ABC-System pada PT. Jaya Kertas Kertosono-Nganjuk dalam menentukan harga pokok produksi yang lebih akurat atas kegiatan perusahaan. Dalam penelitian ini penulis membatasi permasalahan hanya pada pada penerapan ABC-System sebagai alat bantu manajemen dalam perencanaan dan pengendalian biaya produksi PT. Jaya Kertas Kertosono-Nganjuk. Data yang digunakan adalah data tahun 2002. Dalam penelitian ini penulis menggunakan analisis deskriptif, dengan cara memberikan gambaran atau penjelasan tentang harga pokok produksi dengan menggunakan pendekatan konvensional dan ABC-System. Adapun tahap-tahap dalam analisis deskriptif ini meliputi : Menghitung harga pokok produksi dalam rupiah dan unit, mengklasifikasikan aktivitas-aktivitas yang terjadi meliputi aktivitas berlevel unit, aktivitas berlevel batch, aktivitas berlevel produk, dan aktivitas berlevel fasilitas. Kemudian Menetapkan cost driver, cost pool yang homogen, pool rate untuk dibebankan ke masing-masing produk, kemudian menghitung harga pokok produksi dengan menggunakan metode Activity Based Costing System Langkah terakhir membandingkan hasil perhitungan harga pokok produksi dengan pendekatan konvensional dan ABC System. Hasil perhitungan diperoleh jenis produk yang bervolume tinggi yaitu PM1 dengan harga pokok produksi/unit turun Rp. 243, sedangkan untuk produk bervolume rendah yaitu PM6 dan PM2 harga pokok produksi per unit 2.253 dan 1.369,9. Dari hasil analisis terbukti bahwa menurut sistem biaya konvensional produk yang bervolume kecil memiliki penggunaan non unit cost driver dalam jumlah yang tidak berbeda dengan produk volume besar. Sedangkan menurut ABC System produk yang bervolume kecil tersebut seharusnya memikul beban penggunaan non unit cost driver yang lebih tinggi dari produk yang besar. Berdasarkan kesimpulan di atas penulis dapat mengimplikasikan perusahaan hendaknya perlu mempertimbangkan untuk menerapkan sistem biaya berdasarkan aktivitas (ABC System), karena dengan adanya informasi harga pokok produksi yang akurat dapat membantu pihak manajemen menetapkan harga pokok produksi yang baik.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Faculty of Economic > Department of Accounting
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 02 Jul 2012 02:15
Last Modified: 02 Jul 2012 02:15
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/10561

Actions (login required)

View Item View Item