PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN “FASS” INDUSTRI BETON MALANG

DEWI NURYANTI, HAMIDA (2006) PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN “FASS” INDUSTRI BETON MALANG. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENGARUH_KOMPENSASI_TERHADAP_SEMANGAT_KERJA_KARYAWAN_BAGIAN_PRODUKSI_PADA_CV.pdf

Download (84kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus pada Perusahaan “FASS” Industri Beton Malang dengan judul Pengaruh Fakyor-Faktor Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Produksi Pada Perusahaan “FASS” Industrial Beton Malang. Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah keselamatan kerja dan kesehatan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktifitas kerja karyawan dan untuk mengetahui variabel yang mempunyai pengaruh lebih besar terhadap produktivitas kerja karyawan di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Dalam penelitian ini penulis mengambil dua analisis yaitu, apakah ada pengaruh keselamatan kerja dan kesehatan kerja terhadap produktifitas kerja karyawan dan untuk mengetahui variabel yang mempunyai pengaruh lebih besar terhadap produktivitas kerja karyawan di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja pada perusahaan “FASS” dinilai kurang baik, hal ini dibuktikan dengan diperolehnya skor rata-rata 171,375 dan skor rata-rata variabel kesehatan kerja sebesar 190 yang berada pada rentang skala 200 – 259 atau bisa dikatakan nilai keselamatan dan kesehatan kerja meliputi lingkungan kerja, peralatan kerja, keadaan cara kerja kondisi fisik, fisiologis, dan psikologis karyawan kurang baik. Produktivitas kerja karyawan di bagian produksi perusahaan “FASS” Industri Beton Malang dinilai tinggi, hal ini dibuktikan dengan diperolehnya skor rata-rata total variabel produktivitas kerja sebesar 237,857 yang berada pada rentang skala 200 – 259 atau bisa dikatakan tingkat produktivitasnya tinggi. Keselamatan dan kesehatan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Hal ini dibuktikan oleh hasil perhitungan regresi yang menghasilkan suatu persamaan bahwa apabila tanpa dipengaruhi oleh variabel X1 (keselamatan kerja) dan variabel X2 (kesehatan kerja) maka tingkat produktivitas kerja karyawan produksi perusahaan “FASS” Industri Beton Malang sebesar 8,556 dan tingkat produktivitas kerja karyawan bagian produksi akan mengalami kenaikan sebesar 0,242 jika keselamatan kerja meningkat 1 satuan. Sedangkan untuk kesehatan kerja jika meningkat 1 satuan akan meningkatkan produktivitas kerja karyawan sebesar 0,569. Dengan nilai koefisien determinasi adalah sebesar 0,582 yang berarti bahwa besar pengaruh variabel X1 (keselamatan kerja) dan X2 (kesehatan kerja) terhadap produktivitas kerja adalah sebesar 58,2% sedangkan sedangkan selebihnya sebesar 41,8% adalah faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini. Dalam pengujian secara simultan (bersama-sama) dengan uji F, menyimpulkan bahwa F-hitung sebesar 53,656 lebih besar dari F-tabel yang hanya sebesar 3,115. Hal ini berarti keselamatan kerja dan kesehatan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas kerja. Bahwa dari beberapa variabel yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang ada salah satu yang paling dominan yaitu variabel kesehatan kerja (X2). Dimana hasil uji regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel kesehatan kerja (X2) mempunyai nilai sebesar 0,569 yang berarti mempunyai pengaruh yang lebih besar/kuat dari variabel keselamatan kerja (X1) yang mempunyai nilai sebesar 0,242. Dari kesimpulan diatas, penulis dapat menyarankan bahwa sebaiknya manajemen perusahaan memperbaiki dengan apa yang telah dilakukan sekarang atau jika memungkinkan dapat ditingkatkan.Penelitian ini merupakan studi kasus pada Perusahaan “FASS” Industri Beton Malang dengan judul Pengaruh Fakyor-Faktor Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Produksi Pada Perusahaan “FASS” Industrial Beton Malang. Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah keselamatan kerja dan kesehatan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktifitas kerja karyawan dan untuk mengetahui variabel yang mempunyai pengaruh lebih besar terhadap produktivitas kerja karyawan di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Dalam penelitian ini penulis mengambil dua analisis yaitu, apakah ada pengaruh keselamatan kerja dan kesehatan kerja terhadap produktifitas kerja karyawan dan untuk mengetahui variabel yang mempunyai pengaruh lebih besar terhadap produktivitas kerja karyawan di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja pada perusahaan “FASS” dinilai kurang baik, hal ini dibuktikan dengan diperolehnya skor rata-rata 171,375 dan skor rata-rata variabel kesehatan kerja sebesar 190 yang berada pada rentang skala 200 – 259 atau bisa dikatakan nilai keselamatan dan kesehatan kerja meliputi lingkungan kerja, peralatan kerja, keadaan cara kerja kondisi fisik, fisiologis, dan psikologis karyawan kurang baik. Produktivitas kerja karyawan di bagian produksi perusahaan “FASS” Industri Beton Malang dinilai tinggi, hal ini dibuktikan dengan diperolehnya skor rata-rata total variabel produktivitas kerja sebesar 237,857 yang berada pada rentang skala 200 – 259 atau bisa dikatakan tingkat produktivitasnya tinggi. Keselamatan dan kesehatan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Hal ini dibuktikan oleh hasil perhitungan regresi yang menghasilkan suatu persamaan bahwa apabila tanpa dipengaruhi oleh variabel X1 (keselamatan kerja) dan variabel X2 (kesehatan kerja) maka tingkat produktivitas kerja karyawan produksi perusahaan “FASS” Industri Beton Malang sebesar 8,556 dan tingkat produktivitas kerja karyawan bagian produksi akan mengalami kenaikan sebesar 0,242 jika keselamatan kerja meningkat 1 satuan. Sedangkan untuk kesehatan kerja jika meningkat 1 satuan akan meningkatkan produktivitas kerja karyawan sebesar 0,569. Dengan nilai koefisien determinasi adalah sebesar 0,582 yang berarti bahwa besar pengaruh variabel X1 (keselamatan kerja) dan X2 (kesehatan kerja) terhadap produktivitas kerja adalah sebesar 58,2% sedangkan sedangkan selebihnya sebesar 41,8% adalah faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini. Dalam pengujian secara simultan (bersama-sama) dengan uji F, menyimpulkan bahwa F-hitung sebesar 53,656 lebih besar dari F-tabel yang hanya sebesar 3,115. Hal ini berarti keselamatan kerja dan kesehatan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas kerja. Bahwa dari beberapa variabel yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang ada salah satu yang paling dominan yaitu variabel kesehatan kerja (X2). Dimana hasil uji regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel kesehatan kerja (X2) mempunyai nilai sebesar 0,569 yang berarti mempunyai pengaruh yang lebih besar/kuat dari variabel keselamatan kerja (X1) yang mempunyai nilai sebesar 0,242. Dari kesimpulan diatas, penulis dapat menyarankan bahwa sebaiknya manajemen perusahaan memperbaiki dengan apa yang telah dilakukan sekarang atau jika memungkinkan dapat ditingkatkan.Penelitian ini merupakan studi kasus pada Perusahaan “FASS” Industri Beton Malang dengan judul Pengaruh Fakyor-Faktor Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Produksi Pada Perusahaan “FASS” Industrial Beton Malang. Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah keselamatan kerja dan kesehatan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktifitas kerja karyawan dan untuk mengetahui variabel yang mempunyai pengaruh lebih besar terhadap produktivitas kerja karyawan di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Dalam penelitian ini penulis mengambil dua analisis yaitu, apakah ada pengaruh keselamatan kerja dan kesehatan kerja terhadap produktifitas kerja karyawan dan untuk mengetahui variabel yang mempunyai pengaruh lebih besar terhadap produktivitas kerja karyawan di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja pada perusahaan “FASS” dinilai kurang baik, hal ini dibuktikan dengan diperolehnya skor rata-rata 171,375 dan skor rata-rata variabel kesehatan kerja sebesar 190 yang berada pada rentang skala 200 – 259 atau bisa dikatakan nilai keselamatan dan kesehatan kerja meliputi lingkungan kerja, peralatan kerja, keadaan cara kerja kondisi fisik, fisiologis, dan psikologis karyawan kurang baik. Produktivitas kerja karyawan di bagian produksi perusahaan “FASS” Industri Beton Malang dinilai tinggi, hal ini dibuktikan dengan diperolehnya skor rata-rata total variabel produktivitas kerja sebesar 237,857 yang berada pada rentang skala 200 – 259 atau bisa dikatakan tingkat produktivitasnya tinggi. Keselamatan dan kesehatan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Hal ini dibuktikan oleh hasil perhitungan regresi yang menghasilkan suatu persamaan bahwa apabila tanpa dipengaruhi oleh variabel X1 (keselamatan kerja) dan variabel X2 (kesehatan kerja) maka tingkat produktivitas kerja karyawan produksi perusahaan “FASS” Industri Beton Malang sebesar 8,556 dan tingkat produktivitas kerja karyawan bagian produksi akan mengalami kenaikan sebesar 0,242 jika keselamatan kerja meningkat 1 satuan. Sedangkan untuk kesehatan kerja jika meningkat 1 satuan akan meningkatkan produktivitas kerja karyawan sebesar 0,569. Dengan nilai koefisien determinasi adalah sebesar 0,582 yang berarti bahwa besar pengaruh variabel X1 (keselamatan kerja) dan X2 (kesehatan kerja) terhadap produktivitas kerja adalah sebesar 58,2% sedangkan sedangkan selebihnya sebesar 41,8% adalah faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini. Dalam pengujian secara simultan (bersama-sama) dengan uji F, menyimpulkan bahwa F-hitung sebesar 53,656 lebih besar dari F-tabel yang hanya sebesar 3,115. Hal ini berarti keselamatan kerja dan kesehatan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas kerja. Bahwa dari beberapa variabel yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang ada salah satu yang paling dominan yaitu variabel kesehatan kerja (X2). Dimana hasil uji regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel kesehatan kerja (X2) mempunyai nilai sebesar 0,569 yang berarti mempunyai pengaruh yang lebih besar/kuat dari variabel keselamatan kerja (X1) yang mempunyai nilai sebesar 0,242. Dari kesimpulan diatas, penulis dapat menyarankan bahwa sebaiknya manajemen perusahaan memperbaiki dengan apa yang telah dilakukan sekarang atau jika memungkinkan dapat ditingkatkan.Penelitian ini merupakan studi kasus pada Perusahaan “FASS” Industri Beton Malang dengan judul Pengaruh Fakyor-Faktor Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Produksi Pada Perusahaan “FASS” Industrial Beton Malang. Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah keselamatan kerja dan kesehatan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktifitas kerja karyawan dan untuk mengetahui variabel yang mempunyai pengaruh lebih besar terhadap produktivitas kerja karyawan di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Dalam penelitian ini penulis mengambil dua analisis yaitu, apakah ada pengaruh keselamatan kerja dan kesehatan kerja terhadap produktifitas kerja karyawan dan untuk mengetahui variabel yang mempunyai pengaruh lebih besar terhadap produktivitas kerja karyawan di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja pada perusahaan “FASS” dinilai kurang baik, hal ini dibuktikan dengan diperolehnya skor rata-rata 171,375 dan skor rata-rata variabel kesehatan kerja sebesar 190 yang berada pada rentang skala 200 – 259 atau bisa dikatakan nilai keselamatan dan kesehatan kerja meliputi lingkungan kerja, peralatan kerja, keadaan cara kerja kondisi fisik, fisiologis, dan psikologis karyawan kurang baik. Produktivitas kerja karyawan di bagian produksi perusahaan “FASS” Industri Beton Malang dinilai tinggi, hal ini dibuktikan dengan diperolehnya skor rata-rata total variabel produktivitas kerja sebesar 237,857 yang berada pada rentang skala 200 – 259 atau bisa dikatakan tingkat produktivitasnya tinggi. Keselamatan dan kesehatan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Hal ini dibuktikan oleh hasil perhitungan regresi yang menghasilkan suatu persamaan bahwa apabila tanpa dipengaruhi oleh variabel X1 (keselamatan kerja) dan variabel X2 (kesehatan kerja) maka tingkat produktivitas kerja karyawan produksi perusahaan “FASS” Industri Beton Malang sebesar 8,556 dan tingkat produktivitas kerja karyawan bagian produksi akan mengalami kenaikan sebesar 0,242 jika keselamatan kerja meningkat 1 satuan. Sedangkan untuk kesehatan kerja jika meningkat 1 satuan akan meningkatkan produktivitas kerja karyawan sebesar 0,569. Dengan nilai koefisien determinasi adalah sebesar 0,582 yang berarti bahwa besar pengaruh variabel X1 (keselamatan kerja) dan X2 (kesehatan kerja) terhadap produktivitas kerja adalah sebesar 58,2% sedangkan sedangkan selebihnya sebesar 41,8% adalah faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini. Dalam pengujian secara simultan (bersama-sama) dengan uji F, menyimpulkan bahwa F-hitung sebesar 53,656 lebih besar dari F-tabel yang hanya sebesar 3,115. Hal ini berarti keselamatan kerja dan kesehatan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas kerja. Bahwa dari beberapa variabel yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang ada salah satu yang paling dominan yaitu variabel kesehatan kerja (X2). Dimana hasil uji regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel kesehatan kerja (X2) mempunyai nilai sebesar 0,569 yang berarti mempunyai pengaruh yang lebih besar/kuat dari variabel keselamatan kerja (X1) yang mempunyai nilai sebesar 0,242. Dari kesimpulan diatas, penulis dapat menyarankan bahwa sebaiknya manajemen perusahaan memperbaiki dengan apa yang telah dilakukan sekarang atau jika memungkinkan dapat ditingkatkan.Penelitian ini merupakan studi kasus pada Perusahaan “FASS” Industri Beton Malang dengan judul Pengaruh Fakyor-Faktor Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Produksi Pada Perusahaan “FASS” Industrial Beton Malang. Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah keselamatan kerja dan kesehatan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktifitas kerja karyawan dan untuk mengetahui variabel yang mempunyai pengaruh lebih besar terhadap produktivitas kerja karyawan di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Dalam penelitian ini penulis mengambil dua analisis yaitu, apakah ada pengaruh keselamatan kerja dan kesehatan kerja terhadap produktifitas kerja karyawan dan untuk mengetahui variabel yang mempunyai pengaruh lebih besar terhadap produktivitas kerja karyawan di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja pada perusahaan “FASS” dinilai kurang baik, hal ini dibuktikan dengan diperolehnya skor rata-rata 171,375 dan skor rata-rata variabel kesehatan kerja sebesar 190 yang berada pada rentang skala 200 – 259 atau bisa dikatakan nilai keselamatan dan kesehatan kerja meliputi lingkungan kerja, peralatan kerja, keadaan cara kerja kondisi fisik, fisiologis, dan psikologis karyawan kurang baik. Produktivitas kerja karyawan di bagian produksi perusahaan “FASS” Industri Beton Malang dinilai tinggi, hal ini dibuktikan dengan diperolehnya skor rata-rata total variabel produktivitas kerja sebesar 237,857 yang berada pada rentang skala 200 – 259 atau bisa dikatakan tingkat produktivitasnya tinggi. Keselamatan dan kesehatan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Hal ini dibuktikan oleh hasil perhitungan regresi yang menghasilkan suatu persamaan bahwa apabila tanpa dipengaruhi oleh variabel X1 (keselamatan kerja) dan variabel X2 (kesehatan kerja) maka tingkat produktivitas kerja karyawan produksi perusahaan “FASS” Industri Beton Malang sebesar 8,556 dan tingkat produktivitas kerja karyawan bagian produksi akan mengalami kenaikan sebesar 0,242 jika keselamatan kerja meningkat 1 satuan. Sedangkan untuk kesehatan kerja jika meningkat 1 satuan akan meningkatkan produktivitas kerja karyawan sebesar 0,569. Dengan nilai koefisien determinasi adalah sebesar 0,582 yang berarti bahwa besar pengaruh variabel X1 (keselamatan kerja) dan X2 (kesehatan kerja) terhadap produktivitas kerja adalah sebesar 58,2% sedangkan sedangkan selebihnya sebesar 41,8% adalah faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini. Dalam pengujian secara simultan (bersama-sama) dengan uji F, menyimpulkan bahwa F-hitung sebesar 53,656 lebih besar dari F-tabel yang hanya sebesar 3,115. Hal ini berarti keselamatan kerja dan kesehatan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas kerja. Bahwa dari beberapa variabel yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang ada salah satu yang paling dominan yaitu variabel kesehatan kerja (X2). Dimana hasil uji regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel kesehatan kerja (X2) mempunyai nilai sebesar 0,569 yang berarti mempunyai pengaruh yang lebih besar/kuat dari variabel keselamatan kerja (X1) yang mempunyai nilai sebesar 0,242. Dari kesimpulan diatas, penulis dapat menyarankan bahwa sebaiknya manajemen perusahaan memperbaiki dengan apa yang telah dilakukan sekarang atau jika memungkinkan dapat ditingkatkan.Penelitian ini merupakan studi kasus pada Perusahaan “FASS” Industri Beton Malang dengan judul Pengaruh Fakyor-Faktor Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Produksi Pada Perusahaan “FASS” Industrial Beton Malang. Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah keselamatan kerja dan kesehatan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktifitas kerja karyawan dan untuk mengetahui variabel yang mempunyai pengaruh lebih besar terhadap produktivitas kerja karyawan di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Dalam penelitian ini penulis mengambil dua analisis yaitu, apakah ada pengaruh keselamatan kerja dan kesehatan kerja terhadap produktifitas kerja karyawan dan untuk mengetahui variabel yang mempunyai pengaruh lebih besar terhadap produktivitas kerja karyawan di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja pada perusahaan “FASS” dinilai kurang baik, hal ini dibuktikan dengan diperolehnya skor rata-rata 171,375 dan skor rata-rata variabel kesehatan kerja sebesar 190 yang berada pada rentang skala 200 – 259 atau bisa dikatakan nilai keselamatan dan kesehatan kerja meliputi lingkungan kerja, peralatan kerja, keadaan cara kerja kondisi fisik, fisiologis, dan psikologis karyawan kurang baik. Produktivitas kerja karyawan di bagian produksi perusahaan “FASS” Industri Beton Malang dinilai tinggi, hal ini dibuktikan dengan diperolehnya skor rata-rata total variabel produktivitas kerja sebesar 237,857 yang berada pada rentang skala 200 – 259 atau bisa dikatakan tingkat produktivitasnya tinggi. Keselamatan dan kesehatan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Hal ini dibuktikan oleh hasil perhitungan regresi yang menghasilkan suatu persamaan bahwa apabila tanpa dipengaruhi oleh variabel X1 (keselamatan kerja) dan variabel X2 (kesehatan kerja) maka tingkat produktivitas kerja karyawan produksi perusahaan “FASS” Industri Beton Malang sebesar 8,556 dan tingkat produktivitas kerja karyawan bagian produksi akan mengalami kenaikan sebesar 0,242 jika keselamatan kerja meningkat 1 satuan. Sedangkan untuk kesehatan kerja jika meningkat 1 satuan akan meningkatkan produktivitas kerja karyawan sebesar 0,569. Dengan nilai koefisien determinasi adalah sebesar 0,582 yang berarti bahwa besar pengaruh variabel X1 (keselamatan kerja) dan X2 (kesehatan kerja) terhadap produktivitas kerja adalah sebesar 58,2% sedangkan sedangkan selebihnya sebesar 41,8% adalah faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini. Dalam pengujian secara simultan (bersama-sama) dengan uji F, menyimpulkan bahwa F-hitung sebesar 53,656 lebih besar dari F-tabel yang hanya sebesar 3,115. Hal ini berarti keselamatan kerja dan kesehatan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas kerja. Bahwa dari beberapa variabel yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang ada salah satu yang paling dominan yaitu variabel kesehatan kerja (X2). Dimana hasil uji regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel kesehatan kerja (X2) mempunyai nilai sebesar 0,569 yang berarti mempunyai pengaruh yang lebih besar/kuat dari variabel keselamatan kerja (X1) yang mempunyai nilai sebesar 0,242. Dari kesimpulan diatas, penulis dapat menyarankan bahwa sebaiknya manajemen perusahaan memperbaiki dengan apa yang telah dilakukan sekarang atau jika memungkinkan dapat ditingkatkan.Penelitian ini merupakan studi kasus pada Perusahaan “FASS” Industri Beton Malang dengan judul Pengaruh Fakyor-Faktor Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Produksi Pada Perusahaan “FASS” Industrial Beton Malang. Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah keselamatan kerja dan kesehatan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktifitas kerja karyawan dan untuk mengetahui variabel yang mempunyai pengaruh lebih besar terhadap produktivitas kerja karyawan di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Dalam penelitian ini penulis mengambil dua analisis yaitu, apakah ada pengaruh keselamatan kerja dan kesehatan kerja terhadap produktifitas kerja karyawan dan untuk mengetahui variabel yang mempunyai pengaruh lebih besar terhadap produktivitas kerja karyawan di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja pada perusahaan “FASS” dinilai kurang baik, hal ini dibuktikan dengan diperolehnya skor rata-rata 171,375 dan skor rata-rata variabel kesehatan kerja sebesar 190 yang berada pada rentang skala 200 – 259 atau bisa dikatakan nilai keselamatan dan kesehatan kerja meliputi lingkungan kerja, peralatan kerja, keadaan cara kerja kondisi fisik, fisiologis, dan psikologis karyawan kurang baik. Produktivitas kerja karyawan di bagian produksi perusahaan “FASS” Industri Beton Malang dinilai tinggi, hal ini dibuktikan dengan diperolehnya skor rata-rata total variabel produktivitas kerja sebesar 237,857 yang berada pada rentang skala 200 – 259 atau bisa dikatakan tingkat produktivitasnya tinggi. Keselamatan dan kesehatan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Hal ini dibuktikan oleh hasil perhitungan regresi yang menghasilkan suatu persamaan bahwa apabila tanpa dipengaruhi oleh variabel X1 (keselamatan kerja) dan variabel X2 (kesehatan kerja) maka tingkat produktivitas kerja karyawan produksi perusahaan “FASS” Industri Beton Malang sebesar 8,556 dan tingkat produktivitas kerja karyawan bagian produksi akan mengalami kenaikan sebesar 0,242 jika keselamatan kerja meningkat 1 satuan. Sedangkan untuk kesehatan kerja jika meningkat 1 satuan akan meningkatkan produktivitas kerja karyawan sebesar 0,569. Dengan nilai koefisien determinasi adalah sebesar 0,582 yang berarti bahwa besar pengaruh variabel X1 (keselamatan kerja) dan X2 (kesehatan kerja) terhadap produktivitas kerja adalah sebesar 58,2% sedangkan sedangkan selebihnya sebesar 41,8% adalah faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini. Dalam pengujian secara simultan (bersama-sama) dengan uji F, menyimpulkan bahwa F-hitung sebesar 53,656 lebih besar dari F-tabel yang hanya sebesar 3,115. Hal ini berarti keselamatan kerja dan kesehatan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas kerja. Bahwa dari beberapa variabel yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang ada salah satu yang paling dominan yaitu variabel kesehatan kerja (X2). Dimana hasil uji regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel kesehatan kerja (X2) mempunyai nilai sebesar 0,569 yang berarti mempunyai pengaruh yang lebih besar/kuat dari variabel keselamatan kerja (X1) yang mempunyai nilai sebesar 0,242. Dari kesimpulan diatas, penulis dapat menyarankan bahwa sebaiknya manajemen perusahaan memperbaiki dengan apa yang telah dilakukan sekarang atau jika memungkinkan dapat ditingkatkan.Penelitian ini merupakan studi kasus pada Perusahaan “FASS” Industri Beton Malang dengan judul Pengaruh Fakyor-Faktor Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Produksi Pada Perusahaan “FASS” Industrial Beton Malang. Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah keselamatan kerja dan kesehatan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktifitas kerja karyawan dan untuk mengetahui variabel yang mempunyai pengaruh lebih besar terhadap produktivitas kerja karyawan di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Dalam penelitian ini penulis mengambil dua analisis yaitu, apakah ada pengaruh keselamatan kerja dan kesehatan kerja terhadap produktifitas kerja karyawan dan untuk mengetahui variabel yang mempunyai pengaruh lebih besar terhadap produktivitas kerja karyawan di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja pada perusahaan “FASS” dinilai kurang baik, hal ini dibuktikan dengan diperolehnya skor rata-rata 171,375 dan skor rata-rata variabel kesehatan kerja sebesar 190 yang berada pada rentang skala 200 – 259 atau bisa dikatakan nilai keselamatan dan kesehatan kerja meliputi lingkungan kerja, peralatan kerja, keadaan cara kerja kondisi fisik, fisiologis, dan psikologis karyawan kurang baik. Produktivitas kerja karyawan di bagian produksi perusahaan “FASS” Industri Beton Malang dinilai tinggi, hal ini dibuktikan dengan diperolehnya skor rata-rata total variabel produktivitas kerja sebesar 237,857 yang berada pada rentang skala 200 – 259 atau bisa dikatakan tingkat produktivitasnya tinggi. Keselamatan dan kesehatan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Hal ini dibuktikan oleh hasil perhitungan regresi yang menghasilkan suatu persamaan bahwa apabila tanpa dipengaruhi oleh variabel X1 (keselamatan kerja) dan variabel X2 (kesehatan kerja) maka tingkat produktivitas kerja karyawan produksi perusahaan “FASS” Industri Beton Malang sebesar 8,556 dan tingkat produktivitas kerja karyawan bagian produksi akan mengalami kenaikan sebesar 0,242 jika keselamatan kerja meningkat 1 satuan. Sedangkan untuk kesehatan kerja jika meningkat 1 satuan akan meningkatkan produktivitas kerja karyawan sebesar 0,569. Dengan nilai koefisien determinasi adalah sebesar 0,582 yang berarti bahwa besar pengaruh variabel X1 (keselamatan kerja) dan X2 (kesehatan kerja) terhadap produktivitas kerja adalah sebesar 58,2% sedangkan sedangkan selebihnya sebesar 41,8% adalah faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini. Dalam pengujian secara simultan (bersama-sama) dengan uji F, menyimpulkan bahwa F-hitung sebesar 53,656 lebih besar dari F-tabel yang hanya sebesar 3,115. Hal ini berarti keselamatan kerja dan kesehatan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas kerja. Bahwa dari beberapa variabel yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang ada salah satu yang paling dominan yaitu variabel kesehatan kerja (X2). Dimana hasil uji regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel kesehatan kerja (X2) mempunyai nilai sebesar 0,569 yang berarti mempunyai pengaruh yang lebih besar/kuat dari variabel keselamatan kerja (X1) yang mempunyai nilai sebesar 0,242. Dari kesimpulan diatas, penulis dapat menyarankan bahwa sebaiknya manajemen perusahaan memperbaiki dengan apa yang telah dilakukan sekarang atau jika memungkinkan dapat ditingkatkan.Penelitian ini merupakan studi kasus pada Perusahaan “FASS” Industri Beton Malang dengan judul Pengaruh Fakyor-Faktor Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Produksi Pada Perusahaan “FASS” Industrial Beton Malang. Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah keselamatan kerja dan kesehatan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktifitas kerja karyawan dan untuk mengetahui variabel yang mempunyai pengaruh lebih besar terhadap produktivitas kerja karyawan di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Dalam penelitian ini penulis mengambil dua analisis yaitu, apakah ada pengaruh keselamatan kerja dan kesehatan kerja terhadap produktifitas kerja karyawan dan untuk mengetahui variabel yang mempunyai pengaruh lebih besar terhadap produktivitas kerja karyawan di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja pada perusahaan “FASS” dinilai kurang baik, hal ini dibuktikan dengan diperolehnya skor rata-rata 171,375 dan skor rata-rata variabel kesehatan kerja sebesar 190 yang berada pada rentang skala 200 – 259 atau bisa dikatakan nilai keselamatan dan kesehatan kerja meliputi lingkungan kerja, peralatan kerja, keadaan cara kerja kondisi fisik, fisiologis, dan psikologis karyawan kurang baik. Produktivitas kerja karyawan di bagian produksi perusahaan “FASS” Industri Beton Malang dinilai tinggi, hal ini dibuktikan dengan diperolehnya skor rata-rata total variabel produktivitas kerja sebesar 237,857 yang berada pada rentang skala 200 – 259 atau bisa dikatakan tingkat produktivitasnya tinggi. Keselamatan dan kesehatan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan perusahaan “FASS” Industri Beton Malang. Hal ini dibuktikan oleh hasil perhitungan regresi yang menghasilkan suatu persamaan bahwa apabila tanpa dipengaruhi oleh variabel X1 (keselamatan kerja) dan variabel X2 (kesehatan kerja) maka tingkat produktivitas kerja karyawan produksi perusahaan “FASS” Industri Beton Malang sebesar 8,556 dan tingkat produktivitas kerja karyawan bagian produksi akan mengalami kenaikan sebesar 0,242 jika keselamatan kerja meningkat 1 satuan. Sedangkan untuk kesehatan kerja jika meningkat 1 satuan akan meningkatkan produktivitas kerja karyawan sebesar 0,569. Dengan nilai koefisien determinasi adalah sebesar 0,582 yang berarti bahwa besar pengaruh variabel X1 (keselamatan kerja) dan X2 (kesehatan kerja) terhadap produktivitas kerja adalah sebesar 58,2% sedangkan sedangkan selebihnya sebesar 41,8% adalah faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini. Dalam pengujian secara simultan (bersama-sama) dengan uji F, menyimpulkan bahwa F-hitung sebesar 53,656 lebih besar dari F-tabel yang hanya sebesar 3,115. Hal ini berarti keselamatan kerja dan kesehatan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas kerja. Bahwa dari beberapa variabel yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan di perusahaan “FASS” Industri Beton Malang ada salah satu yang paling dominan yaitu variabel kesehatan kerja (X2). Dimana hasil uji regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel kesehatan kerja (X2) mempunyai nilai sebesar 0,569 yang berarti mempunyai pengaruh yang lebih besar/kuat dari variabel keselamatan kerja (X1) yang mempunyai nilai sebesar 0,242. Dari kesimpulan diatas, penulis dapat menyarankan bahwa sebaiknya manajemen perusahaan memperbaiki dengan apa yang telah dilakukan sekarang atau jika memungkinkan dapat ditingkatkan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Faculty of Economic > Department of Management
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 30 Jun 2012 04:26
Last Modified: 30 Jun 2012 04:26
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/10442

Actions (login required)

View Item View Item