ANALISIS YURIDIS SOSIOLOGIS PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP PASIEN BERDASARKAN PADAPASAL 52 UNDANG UNDANGNO 29 TAHUN 2004 TENTANG PRAKTIK KEDOKTERAN DI KOTA MALANG

PUTRIANDRA, JULIA (2007) ANALISIS YURIDIS SOSIOLOGIS PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP PASIEN BERDASARKAN PADAPASAL 52 UNDANG UNDANGNO 29 TAHUN 2004 TENTANG PRAKTIK KEDOKTERAN DI KOTA MALANG. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISIS_YURIDIS_SOSIOLOGIS_PELAYANAN_KESEHATAN.pdf

Download (88kB) | Preview

Abstract

Analisis Yuridis Sosiologis Pelayanan Kesehatan Terhadap Pasien Berdasarkan Pada Pasal 52 Undang-Undang No 29 Tahun 2004 Tentang Activity Doctor di Kota Malang Nama Mahasiswa : Julia Putriandra NIM : 03400020 Program Studi : Ilmu Hukum Pembimbing I : DR. Surya Anoraga SH., MH Pembimbing II :Catur Wido Haruni SH., M.Si Di setiap pergantian musim banyak penyakit yang mewabah di berbagai daerah. dengan terserangnya penyakit secara otomatis layaknya orang yang sakit dan menginginkan kesembuhan selalu berusaha bagaimana caranya mereka dapat segera tertangani dengan baik dan sembuh dari penyakit tersebut. Diberbagai tempat pelayanan kesehatan baik itu di rumah sakit ataupun di rumah praktik medis banyak sekali tindakan-tindakan yang diabaikan oleh tenaga medis yang mana seharusnya itu adalah hak dari pasien, yang mungkin hal tersebut dapat menjadi permasalahan yang besar apabila tindakan tersebut sering dilakukan. Hak dari seorang pasien telah diatur berdasarkan pada pasal 52 Undang-Undang No 29 Tahun 2004 Tentang Activity Doctor. Berdasarkan pada pasal 52 Undang-Undang No 29 Tahun 2004 Tentang Activity Doctor, peneliti tertarik untuk meneliti tentang keefektifan dari pelayanan kesehatan yang diberikan oleh dokter kepada pasien, sehingga permasalahan yang diambil dalam penelitian ini adalah Bagaimana pelayanan kesehatan terhadap hak pasien menurut pasal 52 Undang-Undang No 29 Tahun 2004 di Kota Malang dan Kendala apa saja yang terjadi dalam mewujudkan hak-hak pasien. Sedangkan metode yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis sosiologis yang mana didalam menghadapi permasalahan yang dibahas berdasarkan peraturan-peraturan yang berlaku kemudian dihubungkan dengan kenyataan-kenyataan yang terjadi dalam masyarakat. Dalam penelitian ini menggunakan sampel, Untuk hasil sampel yang representative maka teknik penentuan sampel ini di fokuskan pada pasien yang berobat di rumah Activity Doctor atau dokter gigi di Kota Malang dengan cara acak. Berdasarkan hasil penelitian pelaksanaan pelayanan kesehatan terhadap hak pasien di Kota Malang masih belum dapat berjalan sebagaimana mestinya diatur dalam pasal 52 Undang-Undang No 29 Tahun 2004 Tentang Activity Doctor. Kendala-kendala yang terjadi dalam mewujudkan hak-hak pasien di rumah Activity Doctor di Kota Malang antara lain : beberapa dokter atau dokter gigi yang kurang terbuka dalam memberi penjelasan terhadap tindakan medis yang akan digunakan sehingga dokter atau dokter gigi terkesan kurang komunikatif dan tidak ramah, ada beberapa dokter atau dokter gigi yang kurang aktif memberi rujukan ke dokter atau dokter gigi lain, ada beberapa dokter atau dokter gigi yang tidak memiliki rekam medis pasien dan dalam penelitian, peneliti tidak melihat adanya isi rekam medis yang menjadi hak pasien diberikan kepada pasien yang berpenyakit ringan atau pemeriksaan awal di rumah Activity Doctor. Dengan berbagai kendala yang ada dalam pelayanan kesehatan di beberapa rumah Activity Doctor maka dapat disimpulkan bahwa Pelayanan kesehatan terhadap hak pasien di beberapa rumah Activity Doctor menurut pasal 52 Undang-Undang No 29 Tahun 2004 Tentang Activity Doctor di Kota Malang masih terlihat kurang efektif karena dari beberapa hak pasien yang diatur dalam Undang-Undang No 29 Tahun 2004 masih ada yang belum dilaksanakan atau terlaksana dengan baik.Adapun berbagai saran terhadap permasalahan yang timbul terhadap kendala yang terjadi dalam mewujudkan hak-hak pasien dokter atau dokter gigi yang kurang terbuka dalam memberi penjelasan terhadap tindakan medis seharusnya lebih komunikatif atau lebih memahami kondisi pasien, dokter atau dokter gigi yang kurang aktif memberi rujukan ke dokter atau dokter gigi lain seharusnya memahami kemampuannya sendiri, dengan adanya kebesaran hati untuk merujuk ke dokter atau dokter gigi lain kepada pasien maka dapat memperkecil terjadinya kasus malpraktik, Dokter atau dokter gigi wajib membuat rekam medik dan memberikan isi rekam medik kepada pasien sehingga pelayanan kesehatan selanjutnya lebih terarah dan sebaiknya Departemaen Kesehatan RI membuat Standar nasional rekam medik dokter atau dokter gigi sehingga dengan adanya keseragaman rekam medik maka tidak timbulnya keraguan apabila di baca oleh pihak lain atau masyarakat,dan yang paling penting adalah dokter dan pasien harus lebih memahami dan melaksanakan hak dan kewajibannya masing-masing sehingga pelayanan yang diberikan dan diterima dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 30 Jun 2012 02:26
Last Modified: 30 Jun 2012 02:26
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/10327

Actions (login required)

View Item View Item