KEDUDUKAN VISUM ET REPERTUM SEBAGAI ALAT BUKTI TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN (STUDI KASUS DI PENGADILAN NEGERI MALANG)

PRASETYO, JOKO (2007) KEDUDUKAN VISUM ET REPERTUM SEBAGAI ALAT BUKTI TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN (STUDI KASUS DI PENGADILAN NEGERI MALANG). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
KEDUDUKAN_VISUM_ET_REPERTUM_SEBAGAI_ALAT_BUKTI.pdf

Download (88kB) | Preview

Abstract

Visum Et Repertum merupakan salah satu alat bukti yang sah menurut KUHAP dalam pasal 184.Dalam pembuktian suatu perkara pidana yang menyangkut jiwa / pembunuhan atau tubuh seseorang alat bukti Visum Et Repertum ini sangat berperan untuk mengetahui sebab-sebab suatau luka atau meninggalnya orang. Alat bukti Visum Et Repertum ini merupakan barang bukti yang berupa tubuh seseorang,bentuknya berupa laporan tertulis atau keterangan tertulis yang dibuat oleh dokter mengenai apa yang dilihat dan apa yang diketemukan pada benda yang diperiksanya.Tujuan dari Visum Et Repertum ini memperjelas suatu perkara,sebab dalam suatu perkara kadang-kadang terdapat barang bukti yang tidak dapat diajukan kemuka persidangan mengingat kondisi barang bukti tersebut,sebagai misal luka pada korban pembunuhan. Dalam penulisan hukum / skripsi ini penulis menggunakan metode yuridis sosiologis,yaitu menggali keterangan dari pihak yang terkait sebagai bahan kajian dalam proses pembahasan dari segi praktis dengan membandingkan teori dan kenyataan serta berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,dan dikaitkan dengan teori-teori hukum dengan melihat realita yang menjadi pokok permasalahan dalam penulisan hukum / skripsi ini. Dalam kesempatan ini penulis ingin mengutarakan atau mengemukakan bagaimana kedudukan dan pentingnya Visum Et Repertum sebagai alat bukti dalam tindak pidana pembunuhan,serta bagaimana dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan dengan adanya Visum Et Repertum sebagai alat bukti dalam tindak pidana pembunuhan. Permasalahan inilah yang hendak penulis kaji secara mendalam keitannya dengan kedudukan Visum Et Repertum sebagai alat bukti dalam tindak pidana pembunuhan,serta dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan dengan adanya Visum Et Repertum sebagai alat bukti dalam tindak pidana pembunuhan.Dimana Visum Et Repertum ini mempunyai peranan penting untuk mengetahui sebab-sebab meningganya seseorang / korban,sehingga Visum Et Repertum selalu ada meskipun dalam pelaksanaannya sering terdapat hambatan-hambatan dari para pihak dan dengan Visum Et Repertum ini dapat diketahui bersalah atau tidaknya seorang terdakwa. Mengenai hal tersebut penulis berharap bahwa dari penelitian ini dapat dipergunakan untuk mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan mengenai kedudukan Visum Et Repertum sebagai alat bukti dalam tindak pidan pembunuhan dan dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan dengan adanya Visum Et Repertum sebagai alat buktinya.Dan diharapkan dapat dijadikan penambahan dalam dunia ilmu pengetahuan. Berdasarkan beberapa temuan penulis dalam penelitian secara umum dapat digambarkan bahwa pihak yang berwenang meminta Visum Et Repertum adalah penyidik dan penyidik pembantu.Dan alat bukti Visum Et Repertum harus selalu ada meskipun kekuatan pembuktian dari Visum Et Repertum ini bebas,dimana hakim tidak terikat untuk menggunakannya.Mengenai peranan dari pihak dokter sebagai pembuat Visum Et Repertum sangat penting karena dokter harus dapat menjelaskan mengenai Visum Et Repertum yang dibuatnya apabila diperlukan atau dipanggil kemuka sidang pengadilan. Dengan demikian,hasil penelitian menunjukkan bahwa Visum Et Repertum merupakan alat bukti yang kekuatan pembuktiannya bebas dan tidak mengikat hakim, dalam pembuatannya terdapat berbagai macam hambatan yakni dari pihak penyidik seperti keterlambatan permintaan Visum Et Repertum,dari pihak dokter karena kesibukan tugas dokter dan kurangnya tenaga pembantu,dari pihak rumah sakit hambatan yang ada yaitu kurangnya tenaga yang menangani bedah mayat dan dari pihak keluarga karena tidak diijinkannya dilakukan Visum Et Repertum.Akan tetapi Visum Et Repertum ini selalu dibutuhkan dalam setiap perkara pembunuhan atau menyangkut jiwa seseorang. Akhirnya penulis menyarankan agar para pihak yang terkait lebih memperhatikan akan pentingnya keberadaan dari alat bukti Visum Et Repertum ini.Selain itu hendaknya para pihak dapat mengatasi hambatan-hambatan yang sering ada yakni bagi penyidik agar dapat dengan segera membuat surat permintaan Visum Et Repertum kepada dokter apabila terdapat korban yang perlu dimintakan Visum Et Repertum,untuk pihak dokter apabila terdapat korban yang perlu dimintakan Visum Et Repertum agar segera diperiksa dan lebih diutamakan,bagi pihak keluarga diharapkan dapat memebrikan ijin untuk dilakukan bedah mayat guna kepentingan penyidikan,dan untuk pihak rumah sakit agar pembuatan Visum Et Repertum dapat berjalan lancar sebaiknya dilakukan penambahan tenaga baik tenaga dokter maupun tenaga administrasi yang menangani bedah mayat.Dan berdasarkan penelitian ini juga penulis berpendapat bahwa Visum Et Repertum mepunyai peran yang besar dalm pembuktian dan untuk mengetahui keterlibatan terdakwa dalam perkara tindak pidana pembunuhan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 28 Jun 2012 07:27
Last Modified: 28 Jun 2012 07:27
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/10102

Actions (login required)

View Item View Item